Kapan media massa kita bijak?Dan kapan kita juga bisa mengendalikan prilaku 
media massa?

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal

http://groups.yahoo.com/group/warnaislam/message/8955
Sebuah pelajaran moral dan etika buat teman-teman pers, agar tidak memandang 
remeh akan harkat dan martabat "sasaran" berita yang selama ini selalu 
diperlakukan "tidak manusiawi" ... seolah mereka tidak mempunyai hidup dan 
hanya berfungsi sebagai etalase subjek siap untuk dipanen sebagai bahan berita. 
Tidak terbayang untuk kasus lainnya yang jauh lebih tidak manusiawi, spt kasus 
terorisme. Memang untuk kasus moral lainnya spt korupsi tentu ada perkecualian, 
tapi untuk kasus lainnya terutama saat yang menjadi "objek penderita" alias 
victim yang menjadi bahan berita, alangkah baiknya tetap berstatus John Doe 
atau Jane Doe, Fulan atau Fulanah, sebagai seringnya media menggunakan 
eufimisme "rumah ibadah" untuk menyamarkan gereja atau masjid atau klenteng 
dst. Masyarakat memang dewasa dan cerdas, tapi apakah lalu media berhak dan 
bisa berlaku tidak dewasa dan bodoh ...? rsa

2010/9/3 Koran Digital <korandigi...@...>
Kasus Pelecehan SeksualBerbekal Rp 50.000, Paskibra KaburLaporan 
wartawan KOMPAS.com Laksono Hari WiwohoJumat, 3 September 2010 | 08:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Begitu beratnya beban psikologis yang harus ditanggung 
oleh calon Paskibra 2010 asal Jakarta yang diduga menjadi korban pelecehan 
seksual. Akibatnya, salah satu calon paskibra (capaska) putri kabur dari rumah 
tanpa tujuan jelas hanya berbekal uang Rp 50.000. Ia akhirnya ditemukan di 
Lampung dan dijemput kembali ke rumah dengan selamat.Saya malu. Muka saya 
tampil di televisi, saya diceritakan terus.Peristiwa itu terjadi sesaat setelah 
orangtua capaska asal Jakarta Timur itu pulang dari Markas Kepolisian Daerah 
Metro Jaya, Selasa (31/8/2010) malam, untuk memenuhi panggilan sebagai saksi 
atas kasus yang sama, yang dilaporkan oleh orangtua capaska lain. Capaska dari 
keluarga berkecukupan tersebut meninggalkan rumah kira-kira pukul 20.30 WIB. Ia 
diduga tak kuasa mendengarkan pembicaraan kedua orangtuanya mengenai kelanjutan 
kasus pelecehan seksual yang menimpanya."Waktu pergi, kami (orangtua) sedang 
bicara soal kasus itu di kamar.
 Sempat ada perdebatan kecil dan ternyata dia mendengar dan tidak nyaman dengan 
itu," ungkap ibu capaska tersebut kepada Kompas.com, Kamis (2/9/2010) jelang 
tengah malam. "Setelah kami selesai, kami panggil dia. Ternyata kami cari tidak 
ada. Hanya ada satu surat dari dia dan dia bilang, 'Mama, papa, aku pergi untuk 
introspeksi. Tidak usah dicari'," tuturnya.Betapa paniknya keluarga capaska 
putri tersebut. Selama ini capaska tersebut tidak pernah keluar rumah 
sendirian, apalagi tanpa terencana dan tujuan jelas. "Anaknya lugu. Sampai 
sekarang belum pernah pacaran," kata sang ibu seraya menahan tangis. 
Orangtuanya panik dan menanyakannya kepada teman-temannya serta mencarinya 
hingga ke sekolah.Sang ibu mengatakan, selama beberapa hari sebelum 
meninggalkan rumah, putrinya sempat merasa malu dengan pemberitaan soal dugaan 
pelecehan seksual terhadap capaska asal Jakarta. "Saya malu. Muka saya tampil 
di televisi, saya diceritakan terus," ujar si ibu menirukan
 keluhan putrinya.Menrut ibunya, ketika pergi, putrinya mengenakan daster dan 
hanya membawa bekal uang Rp 50.000. Daster itu kemudian dibuang di depan rumah 
dan capaska tersebut mengenakan kaus, celana panjang, dan sepatu sekolah sambil 
membawa tas."Dia jalan dari rumah ke halte busway yang jaraknya sekitar 1 km. 
Habis itu dia naik busway ke terminal Kalideres. Dalam kondisi (pikiran) 
kosong, dia naik bus jurusan Merak. Tahu-tahu dia sadar sudah ada di atas 
kapal," kata sang ibu yang sangat panik karena putrinya sama sekali tak mau 
menjawab panggilan telepon ataupun SMS dari orangtuanya.Selama kabur, capaska 
tersebut sempat menumpang truk dari Bakauheni menuju Way Halim. Ia juga sempat 
tidur sebentar di sebuah masjid sebelum berjalan mondar-mandir kebingungan. 
Ketika akhirnya ia sampai di sekitar rumah pamannya, ia pun tak langsung menuju 
rumah pamannya. Ia baru masuk rumah pamannya ketika sepupunya tak sengaja 
melihat dan memanggilnya."Waktu itu
 keponakan saya kaget melihat anak saya, terus memanggil anak saya. Katanya 
anak saya lusuh, badannya penuh keringat," kisah sang ibu capaska.Rabu 
(1/9/2010) pagi setelah capaska itu ditemukan, ayahnya segera menjemput ke 
Lampung. Keduanya baru kembali ke Jakarta pada Rabu malam dan sampai di rumah 
kira-kira pukul 10.00 WIB. "Anak murung, tidak ceria seperti sebelumnya. Saya 
berharap kasus ini dapat diselesaikan secara damai dan menyenangkan semua 
pihak," kata sang ibu.Hingga saat ini, kasus dugaan kekerasan dan pelecehan 
seksual terhadap capaska 2010 asal Jakarta masih ditangani Polda Metro Jaya. 
Hari ini rencananya orangtua salah satu capaska putra akan melaporkan kasus 
yang sama ke Polda Metro Jaya.
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/09/03/08495178/Berbekal.Rp.50.000..Paskibra.Kabur.-4
-- 
"One Touch In BOX"
 
To post : [email protected]
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
 
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
 
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau 
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. 
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
“Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang 
sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.” -- Otto Von 
Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang 
lidahnya" -Ali bin Abi Talib.



-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke