Blog tak pernah mati...dan tak akan pernah... Hanya saja...kalo saya bandingkan ranah blog dari 2002 ampe skarang..sudah terlalu jauh meninggalkan spirit blog yg sesungguhnya....
Dulu ngeblog susah apalagi semacam saya yang menggunakan geocities buat ngeblog...jangan kata wordpress, blogspot pun blum jadi jamak kala itu, malah pitas dan blogdrive masih unggul saya rasa. Tetapi sesusah2nya membuat postingan (maklum tanggal, hari, isi masih sangat manual) tetap aja kita saya..enjoy.. Mengapa? karena postingan begitu dinantikan..risau rasanya jika seminggu saja..teman blog saya itu tak muncul di haloscan atau shouthun saya. Kemana si A Web of Thought, Dream, and Emotion, si halaman rawa, amma, chipi, deepblue, emily, ika-octa, kudakudakuda, antigravity, gXpratama, kere kemplu, alid, vi3, sugar, yna, princess, achillia, si exoticlittleangel Marlene, cenil, geeky, gretan, juju,nisya, nicegreen, puty, cewek-kembar, lif, radith, strowbery, viers, edy w, randy, tania, blub, thuns, dv, dll, mereka2 inilah yg kerpa kali kita temua di ranah blog 2002 - 2004, setelahnya mereka hilang satu per satu. Beberapa di antaranya saya sempat tanya setahun - dua tahun yang lalau, mengapa berhenti ngeblog? Dulu ngeblog serasa berkumpul di sebuah taman, terasa indah, udara berhembus begitu sejuknya, ada kupu2nya malah...kadang terdengar kicau burung Tiba2 semuanya berubah...awalnya hanya hanya datang satu dua orang tukang asongan...lama kelamaan di kiri kanan, depan belakang berdiri ruko dan mall semua saling mempromosikan begitu profitible-nya berinvestasi di ruko dan mall mereka, blum lagi ada demo sana sini, suara klakson yg memekakkan telinga...segalanya jadi bising. Dan satu per satu...meninggalkan taman yang dulunya indah itu Yah itulah alasan mengapa say dan teman2 yg lain itu tak merasa nyaman lagi di ranah blog. Bukannya jenuh atau tak mampu bikin postingan lagi. Hanya saja sudah tak seindah dulu lagi. Lihat statistik blog Anda..brapa persentase jumlah kunjungan blog? Mana yg lebih dominan apakah nyasar ke blog Anda lantara ngetik sesuatu di google atau Yahoo? atau karena kunjungan langsung? kalo lebih banyak yg terakhir, syukurlah blog disukai orang dan Anda layak tetap ngeblog. TETAPi jika blog Anda dikunjungi orang lantaran terjejali metadata dan keyword UANG, DOLLAR, BISNIS, BISNIS ONLINE, KAYA, PROFIT, MILYAR, JUTAWAN..maka..plizzz.tinggalkan dunia blog..karena blog bukan untuk ANDA ndak usah pusing buat ngeblog...tiru ini saja: http://www.dullestblog.com/ Yuk kunjungi blog saya di: http://geocities.com/hellouchi2004/ Akbar Mappaleo ________________________________ caesarleo.deviantart.com ________________________________ From: Irayani Queencyputri <[email protected]> To: Milis Blogger Makassar <[email protected]> Sent: Monday, March 23, 2009 5:47:54 PM Subject: Re: [blogger_makassar] Blog Sudah Mati? Menurut saya, jenuh itu karena kita selalu "mikir" kalau mau posting, dan mempunyai standar2 tertentu dalam sebuah posting blog. Kalau postingnya apa adanya, tidak terlalu terpatok sama soal kualitas tinggi atau apapun itu, jenuh itu memang mampir, tapi gak lama hehehe. Bukan mau menyepelekan soal kualitas posting, tapi terkadang sesuatu yang dijadikan rutinitas dan selalu ingin mencapai standar tertentu, memang bikin jenuh. Makanya, saranku, have fun aja dengan ngeblog. Posting boleh serius, tapi boleh juga kadang2 gak serius utk intermezzo *saya mah banyak gak seriusnya hihihi* Jadi ngeblog itu harus dinikmati :D Kadang2 inspirasi itu datang, saat saya lagi nyetir, lagi di kamar berukuran 1 x 1 meter, atau saat ngobrol2 ringan :p Makanya buat yang baru bikin blog, kalau mereka nanya, "saya mau tulis apa di blog, ndak tau apa mau kutulis," saya pasti jawab, "mulai saja dengan menuliskan kegiatanmu sehari-hari. Memang jadi kayak diary, tapi lama kelamaan akan terbiasa utk nulis blog." Kegiatan sehari2 yang terasa terlalu rutin pun, pasti selalu ada moral of the story-nya. Itulah yg bisa kita angkat utk share ma pembaca blog kita. Saya ngeblog sejak 2002 pun, banyak kali mengalami kejenuhan. Tapi itu gak pernah lama :D paling lama sebulan, pasti akan posting lagi hahaha. Waktu yg paling jarang posting itu pas pikiranku sedang teralihkan dengan plurk hehehe. Btw, ini menurut saya pribadi lho hehehe :D -- Peace, Love and Smile :) Rara -=[God bless you!]=- -- Me? Just click http://i-rara. com/ Sent from my DentalBlogger® wireless device ________________________________ From: Syaifullah AF Date: Tue, 24 Mar 2009 07:10:33 +0700 To: <blogger_makassar@ yahoogroups. com> Subject: Re: [blogger_makassar] Blog Sudah Mati? menarik sekali... secara pribadi saya memang sedang mengalami kejenuhan dalam nge-blog. secara kualitas (menurut saya) postingan saya belakangan ini kebanyakan hanya "asal posting" yang penting ada isinya itu blog... entah sampai kapan kejenuhan ini akan bertahan.. sebenarnya sih saya ndak mau, saya masih suka menulis.. cuman ya itu, kadang banyak faktor yang mempengaruhi. . 2009/3/23 Amril Taufik Gobel <amri...@gmail. com> Tulisan menarik dari Nofie Iman, dikutip dari: http://nofieiman. com/2009/ 03/blog-sudah- mati/ “Blog sifatnya hanya tren sesaat… Itulah yang tidak saya sukai dari blog. Blog tidak bertanggung jawab, bahkan blogger itu tukang tipu.” —-Roy Suryo [source] Teman saya pernah mengutarakan kritiknya, “Kalau semua orang ngomong, trus siapa yang mau dengerin?” Katanya, “Kalau semua orang ngeblog, lantas siapa yang mau baca?” Awalnya saya kurang ngeh dengan komentar itu, tapi lama-lama saya pikir ada benarnya juga. Sekarang siapa saja bisa bikin blog. Jumlah blog di Indonesia juga sudah segitu banyak. Mungkin blog sudah mendekati titik jenuh (saturation level). Life-Cycle Blog Perhatikan gambar di atas. Secara umum, adopsi suatu produk inovasi bisa digambarkan seperti S-curve di atas. Awalnya penetrasi suatu inovasi terjadi secara sangat lambat, namun kemudian mengalami pertumbuhan secara eksponensial. Sesampainya di puncak kurva, penetrasi inovasi kemudian bergerak dengan relatif datar dan stagnan. Sekitar tahun 1993, blog dimulai oleh para IT geek yang membuat kumpulan link di sela-sela kesibukan mereka. Istilahnya, technology enthusiasts. Merekalah innovator yang mengenalkan blog pertama kali karena secara teknis membuat blog di masa itu membutuhkan kemampuan programming yang tidak gampang. Di masa itu, NCSA yang kemudian diikuti Netscape meluncurkan “What’s New” yang berisi kumpulan link ke situs-situs tertentu. Kemudian, blog mulai diadopsi oleh para jurnalis, orang yang memang membutuhkan platform untuk mempublikasikan opini mereka. Bisa dibilang merekalah early adopter di bidang ini. Tentu para kolumnis itu belum jauh-jauh dari topik seputar IT. Kalau Anda masih ingat, di tahun 1997 Dave Winer meluncurkan Scripting News, yang kemudian merilis software blog publishing yang disebut Manila dan Radio Userland. Di tahun yang sama, Slashdot juga membuka jalur blog berita mereka. Pertumbuhan yang cukup signifikan mungkin terjadi di tahun 1999. Brigitte Eaton meluncurkan Eatonweb Portal yang berisi kumpulan blog di masa itu. Metafilter juga lahir di tahun yang sama. Penyebab dari ledakan jumlah blog adalah mulai bermunculannya aplikasi blog seperti Pitas dan Blogger (diluncurkan oleh Pyra). Penetrasi blog makin gencar di awal dekade 2000. Aplikasi blog mulai bermunculan, misalnya Greymatter, Livejournal, MovableType, B2/Cafelog (sebelum menjadi Wordpress), dan masih banyak lagi. Namun, menurut saya, sejak 3-4 tahun lalu penetrasi blog sudah masuk ke fase late adopters. Orang-orang yang konservatif ikut masuk. Misalnya, ibu-ibu rumah tangga atau pelajar sekolah yang mungkin tidak terlalu membutuhkan blog ternyata ikut-ikutan terjun dalam aktivitas blogging. Hal ini bisa dimaklumi karena aktivitas blogging makin mudah dan pilihan juga makin banyak. Blogger (yang kemudian mengakuisisi Blogspot, lalu dibeli oleh Google) terus menyempurnakan fitur bloggingnya. MovableType juga meluncurkan Typepad yang diikuti pMachine yang membuat Expression Engine. Wordpress juga ikut meluncurkan wordpress.com. Selain itu, photo-blogging, podcasting, dan video-bloggingjuga kian marak. Terakhir, blog diadopsi oleh para laggards, golongan yang sesungguhnya justru skeptis terhadap inovasi. Mereka adalah orang yang sama sekali tidak punya urusan dengan blog, namun terpaksa mengadopsi blog agar tidak ketinggalan jaman. Misalnya, para caleg yang berkampanye dengan blog, menteri dan aparat pemerintahan, atau artis yang sebelumnya tidak pernah bersentuhan dengan teknologi. Blog Hanya Tren Sesaat? Beberapa waktu lalu, ketika Roy Suryo mengklaim bahwa blog hanya tren sesaat, (hampir) semua orang protes. Tapi kalau kita lihat sekarang, to some extent, apa yang dikatakan Mas Roy ada benarnya juga. Secara jumlah, mungkin ada ratusan ribu blog di Indonesia. Namun tak banyak yang masih kontinu dan rajin mengupdate informasi di blognya. Salah satu aggregator besar blog Indonesia, Merdeka.or.id, sudah wafat. Mas Budi Putra, sudah tidak menulis sejak November tahun lalu—-sama seperti Mas Pujiono. Bung Priyadi malah sudah hiatus sejak Juni tahun lalu. Bung Enda juga sudah jarang menulis posting seperti dulu, melainkan hanya sebatas kumpulan link saja. Di kalangan selebritis,si gigi kelinci juga makin jarang menulis. Layanan blog lokal seperti Dagdigdug, Blogdetik, Kompasiana (Kapanlagi dan Seleb.tv untuk para artis) memang sempat menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Namun faktanya, antusiasme itu tak pernah bertahan dari beberapa bulan saja. Dari beberapa blog yang saya subscribe via Google Reader, makin sedikit yang rutin melakukan update. Mungkin hanya Pak Budi Rahardjo yang punya banyak blog dan masih terus aktif hingga sekarang. Nama-nama besar seperti Ndoro Kakung, Paman Tyo, Iman Brotoseno, adalah segelintir yang masih terus eksis ngeblog. Dengan makin maraknya internet business, tak sedikit juga blog yang mungkin tetap update namun dikomersilkan secara asal-asalan. Blog, yang harusnya user-centered content, menjadi penuh dengan blok-blok iklan. Selain mengganggu pandangan, loading time untuk membuka blog jadi jauh lebih lambat. Posting yang tadinya bermutu menjadi bercampur aduk dengan tulisan-tulisan paid review tak jelas. Yang dulunya punya jalan terang benderang menjadi belok entah kemana. Apa penyebabnya? Alasan pertama, menurut saya, mengelola blog jelas perlu semangat dan motivasi tinggi. Kalau pemiliknya tak punya modal spirit untuk menulis dan berbagi, jelas blog susah bertahan hidup. Alasan kedua, blog akan digantikan oleh produk inovasi lain yang lebih menarik, misalnya: Facebook, Twitter, Plurk, atau produk-produk inovasi lain. Apa Blog akan Punah? Yang namanya inovasi, ada yang langsung punah, ada pula yang tetap bertahan. Begitu ponsel diluncurkan, pager lalu dilupakan. Begitu CD dikenalkan ke pasar, disket langsung ditinggalkan. Tapi ada pula produk inovasi yang tetap bertahan. Printer dot-matrix di Indonesia, misalnya, walaupun sudah tergantikan printer laser dan inkjet, malah tetap eksis dan punya pangsa pasar tersendiri: wartel dan warnet. Kelemahan tipikal blogger adalah bahwa bloggers pop off instantly about everything. Manusia secara umum punya kompetensi tertentu yang unik namun terbatas. Kalau kita memaksakan diri menulis sesuatu yang di luar kompetensi kita, hasilnya sama seperti memaksa Tom Hanks bermain film komedi. Alangkah lebih baik kalau blog kita berfokus pada circle of competence kita saja. Salah satu contoh bagus misalnya Nguping Jakartaatau Dongeng Geologi. Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah readership. Blogger seharusnya hanya boleh mengabdi kepada Tuhan dan pembacanya. Tidak ada masalah kalau blog ingin digarap secara komersil, namun bagaimanapun juga kepentingan pembaca harus tetap diutamakan. Percuma punya blog dengan sejuta tulisan bagus tapi tak ada yang mau membaca. Menurut saya, blog masih merupakan salah satu media pertukaran informasi yang sangat efektif. Blog bukan tren sesaat, tapi euforia blog adalah tren sesaat. :) ATG -- www.daengbattala. com update : "Biter Hamen dan Ketangguhan Menghadapi Persoalan" www.daenggammara. com -- ----- "Keep on Bloggin' in a free world..!!!" read the contents of my brain at : http://daenggassing .com/
