bikin lemes ajee????? kok bisa?????
2009/3/24 Desi Lestari <[email protected]> > aku baru mulai ngeblog kok ada posting kayak begini.. bikin lemes > ajeee.. > > BR > Desi > http://bisnis5online.blogspot.com > > --- Pada *Sen, 23/3/09, Amril Taufik Gobel <[email protected]>* menulis: > > Dari: Amril Taufik Gobel <[email protected]> > Topik: [blogger_makassar] Blog Sudah Mati? > Kepada: [email protected], [email protected], > [email protected] > Tanggal: Senin, 23 Maret, 2009, 9:27 AM > > Tulisan menarik dari Nofie Iman, dikutip dari: > http://nofieiman. com/2009/ 03/blog-sudah- > mati/<http://nofieiman.com/2009/03/blog-sudah-mati/> > > > “Blog sifatnya hanya tren sesaat… Itulah yang tidak saya sukai dari blog. > Blog tidak bertanggung jawab, bahkan blogger itu tukang tipu.” > —-Roy Suryo > [*source*<http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/26/time/163732/idnews/900330/idkanal/398> > ] > > Teman saya pernah mengutarakan kritiknya, “Kalau semua orang ngomong, trus > siapa yang mau dengerin?” Katanya, “Kalau semua orang ngeblog, lantas siapa > yang mau baca?” Awalnya saya kurang *ngeh* dengan komentar itu, tapi > lama-lama saya pikir ada benarnya juga. Sekarang siapa saja bisa bikin blog. > Jumlah blog di Indonesia juga sudah segitu banyak. Mungkin blog sudah > mendekati titik jenuh (*saturation level*). > Life-Cycle Blog [image: Blog Life-Cycle] > Perhatikan gambar di atas. Secara umum, adopsi suatu produk inovasi bisa > digambarkan seperti *S-curve* di atas. Awalnya penetrasi suatu inovasi > terjadi secara sangat lambat, namun kemudian mengalami pertumbuhan secara > eksponensial. Sesampainya di puncak kurva, penetrasi inovasi kemudian > bergerak dengan relatif datar dan stagnan. > Sekitar tahun 1993, blog dimulai oleh para *IT geek* yang membuat kumpulan > link di sela-sela kesibukan mereka. Istilahnya, *technology enthusiasts*. > Merekalah innovator yang mengenalkan blog pertama kali karena secara teknis > membuat blog di masa itu membutuhkan kemampuan *programming* yang tidak > gampang. Di masa itu, NCSA yang kemudian diikuti Netscape meluncurkan “*What’s > New*” yang berisi kumpulan link ke situs-situs tertentu. > Kemudian, blog mulai diadopsi oleh para jurnalis, orang yang memang > membutuhkan platform untuk mempublikasikan opini mereka. Bisa dibilang > merekalah *early adopter* di bidang ini. Tentu para kolumnis itu belum > jauh-jauh dari topik seputar IT. Kalau Anda masih ingat, di tahun 1997 Dave > Winer meluncurkan Scripting News, yang kemudian merilis software *blog > publishing* yang disebut Manila dan Radio Userland. Di tahun yang sama, > Slashdot juga membuka jalur blog berita mereka. > Pertumbuhan yang cukup signifikan mungkin terjadi di tahun 1999. Brigitte > Eaton meluncurkan Eatonweb Portal yang berisi kumpulan blog di masa itu. > Metafilter juga lahir di tahun yang sama. Penyebab dari ledakan jumlah blog > adalah mulai bermunculannya aplikasi blog seperti Pitas dan Blogger > (diluncurkan oleh Pyra). Penetrasi blog makin gencar di awal dekade 2000. > Aplikasi blog mulai bermunculan, misalnya Greymatter, Livejournal, > MovableType, B2/Cafelog (sebelum menjadi Wordpress), dan masih banyak lagi. > [image: Blog Adoptions] > Namun, menurut saya, sejak 3-4 tahun lalu penetrasi blog sudah masuk ke > fase *late adopters*. Orang-orang yang konservatif ikut masuk. Misalnya, > ibu-ibu rumah tangga atau pelajar sekolah yang mungkin tidak terlalu > membutuhkan blog ternyata ikut-ikutan terjun dalam aktivitas blogging. Hal > ini bisa dimaklumi karena aktivitas blogging makin mudah dan pilihan juga > makin banyak. Blogger (yang kemudian mengakuisisi Blogspot, lalu dibeli oleh > Google) terus menyempurnakan fitur bloggingnya. MovableType juga meluncurkan > Typepad yang diikuti pMachine yang membuat Expression Engine. Wordpress juga > ikut meluncurkan wordpress.com. Selain itu, *photo-blogging*, *podcasting*, > dan *video-blogging*juga kian marak. > Terakhir, blog diadopsi oleh para *laggards*, golongan yang sesungguhnya > justru skeptis terhadap inovasi. Mereka adalah orang yang sama sekali > tidak punya urusan dengan blog, namun terpaksa mengadopsi blog agar tidak > ketinggalan jaman. Misalnya, para caleg yang berkampanye dengan blog, > menteri dan aparat pemerintahan, atau artis yang sebelumnya tidak pernah > bersentuhan dengan teknologi. > Blog Hanya Tren Sesaat? Beberapa waktu lalu, ketika Roy Suryo mengklaim > bahwa blog hanya tren sesaat, (hampir) semua orang protes. Tapi kalau kita > lihat sekarang, *to some extent*, apa yang dikatakan Mas Roy ada benarnya > juga. Secara jumlah, mungkin ada ratusan ribu blog di Indonesia. Namun tak > banyak yang masih kontinu dan rajin mengupdate informasi di blognya. > Salah satu aggregator besar blog Indonesia, > Merdeka.or.id<http://merdeka.or.id/>, > sudah wafat. Mas Budi Putra <http://thegadgetnet.com/>, sudah tidak > menulis sejak November tahun lalu—-sama seperti Mas > Pujiono<http://jalansutera.com/> > . Bung Priyadi <http://priyadi.net/> malah sudah hiatus sejak Juni tahun > lalu. Bung Enda <http://enda.goblogmedia.com/> juga sudah jarang menulis > posting seperti dulu, melainkan hanya sebatas kumpulan link saja. Di > kalangan selebritis,si gigi kelinci <http://blog.diansastrowardoyo.net/> juga > makin jarang menulis. > Layanan blog lokal seperti Dagdigdug, Blogdetik, Kompasiana (Kapanlagi dan > Seleb.tv untuk para artis) memang sempat menunjukkan antusiasme yang luar > biasa. Namun faktanya, antusiasme itu tak pernah bertahan dari beberapa > bulan saja. Dari beberapa blog yang saya subscribe via Google Reader, makin > sedikit yang rutin melakukan update. Mungkin hanya Pak Budi > Rahardjo<http://gbt.blogspot.com/> yang > punya banyak blog dan masih terus aktif hingga sekarang. Nama-nama besar > seperti Ndoro Kakung <http://ndorokakung.com/>, Paman > Tyo<http://blogombal.org/> > , Iman Brotoseno <http://blog.imanbrotoseno.com/>, adalah segelintir yang > masih terus eksis ngeblog. > Dengan makin maraknya *internet business*, tak sedikit juga blog yang > mungkin tetap update namun dikomersilkan secara asal-asalan. Blog, yang > harusnya *user-centered content*, menjadi penuh dengan blok-blok iklan. > Selain mengganggu pandangan, *loading time* untuk membuka blog jadi jauh > lebih lambat. Posting yang tadinya bermutu menjadi bercampur aduk dengan > tulisan-tulisan *paid review* tak jelas. Yang dulunya punya jalan terang > benderang menjadi belok entah kemana. > Apa penyebabnya? Alasan pertama, menurut saya, mengelola blog jelas perlu > semangat dan motivasi tinggi. Kalau pemiliknya tak punya modal spirit untuk > menulis dan berbagi, jelas blog susah bertahan hidup. Alasan kedua, blog > akan digantikan oleh produk inovasi lain yang lebih menarik, misalnya: > Facebook, Twitter, Plurk, atau produk-produk inovasi lain. > Apa Blog akan Punah? Yang namanya inovasi, ada yang langsung punah, ada > pula yang tetap bertahan. Begitu ponsel diluncurkan, *pager* lalu > dilupakan. Begitu CD dikenalkan ke pasar, disket langsung ditinggalkan. Tapi > ada pula produk inovasi yang tetap bertahan. Printer dot-matrix di > Indonesia, misalnya, walaupun sudah tergantikan printer laser dan inkjet, > malah tetap eksis dan punya pangsa pasar tersendiri: wartel dan warnet. > Kelemahan tipikal blogger adalah bahwa *bloggers pop off instantly about > everything*. Manusia secara umum punya kompetensi tertentu yang unik namun > terbatas. Kalau kita memaksakan diri menulis sesuatu yang di luar kompetensi > kita, hasilnya sama seperti memaksa Tom Hanks bermain film komedi. Alangkah > lebih baik kalau blog kita berfokus pada *circle of competence* kita saja. > Salah satu contoh bagus misalnya Nguping > Jakarta<http://ngupingjakarta.blogspot.com/> > atau Dongeng Geologi <http://rovicky.wordpress.com/>. > Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah *readership*. Blogger > seharusnya hanya boleh mengabdi kepada Tuhan dan pembacanya. Tidak ada > masalah kalau blog ingin digarap secara komersil, namun bagaimanapun juga > kepentingan pembaca harus tetap diutamakan. Percuma punya blog dengan sejuta > tulisan bagus tapi tak ada yang mau membaca. > Menurut saya, blog masih merupakan salah satu media pertukaran informasi > yang sangat efektif. Blog bukan tren sesaat, tapi euforia blog adalah tren > sesaat. :) > > > ATG > -- > www.daengbattala. com <http://www.daengbattala.com/> > update : > "Biter Hamen dan Ketangguhan Menghadapi Persoalan" > www.daenggammara. com <http://www.daenggammara.com/> > > > ------------------------------ > Sikap Peduli Lingkungan? > <http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AmebXXL7SVkXoWolLzM10BTJRAx.;_ylv=3?qid=20071018122153AAIUfb8> > Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! > > -- -------------------------- Http://bocahnakal.catatanku.com Http://Ruangtoko.com Http://Indonesia-e.info
