Kamis, 05 Mei 2005,
Montoya Kembali Tampil


Ada kabar gembira untuk penggemar Juan Pablo Montoya. Pembalap Kolombia itu 
dipastikan bakal kembali tampil bersama McLaren-Mercedes di Grand Prix Spanyol, 
akhir pekan ini.

Montoya tak bisa tampil dalam dua lomba terakhir. Dia mengalami cedera tulang 
bahu akhir Maret lalu. Katanya, karena terjatuh bermain tenis. Pekan ini, 
cedera itu sudah pulih, dan Montoya dinyatakan fit untuk tampil di Sirkuit 
Barcelona.

"Saya senang sekali bisa kembali balapan. Frustrasi rasanya menjadi penonton, 
makanya saya tak sabar segera tampil akhir pekan ini," kata pembalap berumur 29 
tahun itu.

Montoya mengaku siap menghadapi tantangan di Barcelona. Sirkuit ini memang 
tergolong menyiksa fisik, karena memiliki sejumlah tikungan cepat dan panjang. 
"Saya telah menjalani rehabilitasi secara intensif untuk memperkuat otot di 
bahu. Jadi saya sudah sangat siap," tegasnya.

Kembalinya Montoya ini tentu disambut dengan penuh kelegaan oleh para petinggi 
McLaren. Kini, dengan Montoya, Kimi Raikkonen, plus mobil MP4-20 yang semakin 
matang, McLaren siap bersaing dengan Renault dan Ferrari untuk berebut 
kemenangan. (aza)

-------------------------------------------------------
Kamis, 05 Mei 2005,
Aspal Baru, Masih Kasar



Sirkuit Barcelona merupakan lintasan paling dihafal oleh para tim Formula 1. 
Setiap awal tahun, menjelang musim balap, sirkuit 30 km dari kota Barcelona 
inilah yang paling sering dipakai untuk latihan. 

Maklum, layout-nya memang cocok untuk menguji kemampuan mobil secara komplit. 
Ada trek lurus yang panjang (hampir 1 km), ada tikungan cepat, medium, dan 
lambat (ada tusuk konde 180 derajat, juga chicane alias tikungan S). Jadi, 
mobil terbaik biasanya unggul di Barcelona.

Dalam beberapa tahun terakhir, "musuh" utama di Barcelona adalah permukaan 
lintasannya yang kasar. Mobil jadi boros ban, sehingga para pembalap harus bisa 
menggunakan ban secara halus. 

Awal tahun ini, sirkuit itu diaspal ulang. Memang lebih ramah ban, tapi makin 
sering dipakai permukaannya makin kasar. Belum sekasar dulu, namun cukup untuk 
membuat Michelin dan Bridgestone berhati-hati dalam merancang si karet bundar. 
(aza) 

Grand Prix Spanyol
Sirkuit Barcelona
Panjang lintasan: 4,627 km
Panjang lomba: 66 lap

Para juara:
2004 - Michael Schumacher
2003 - Michael Schumacher
2002 - Michael Schumacher
2001 - Michael Schumacher
2000 - Mika Hakkinen

-----------------------------------------------
Kamis, 05 Mei 2005,
Curang atau Cerdik?



FIA:
1. BAR curang, memiliki tangki bahan bakar ekstra dan menggunakan bahan bakar 
sebagai pemberat.
2. BAR punya niat curang, karena punya kapasitas untuk membalap di bawah bobot 
minimum 600 kilogram.
3. BAR punya niat mengelabui pengawas. Mengaku bahan bakar sudah kosong, meski 
sebenarnya masih ada banyak di tangki tambahan.
4. Minta BAR didepak dari Formula 1, didenda minimal 1 juta euro.

BAR:
1. Tidak punya bahan bakar ekstra. Hanya punya fuel collector yang berfungsi 
mendistribusikan bahan bakar secara lebih efisien.
2. Tidak terbukti melakukan kecurangan. Data menunjukkan mobil selalu berada di 
atas batas minimal ketika di Grand Prix San Marino.
3. Tidak berniat mengelabui pengawas. Di buku aturan, tidak tertulis bahwa fuel 
collector harus dikosongkan sebelum ditimbang.
4. Minta dibebaskan dari hukuman. Kalau terbukti bersalah, siap didenda tapi 
tidak lebih dari hukuman finansial.

---------------------------------

Kamis, 05 Mei 2005,
Frustrasi, Fisichella Berusaha Tetap Positif



Mobil boleh sama, nasib bisa sangat berbeda. Sementara Fernando Alonso meraih 
sukses mengendarai Renault R25, tidak demikian dengan rekan setimnya Giancarlo 
Fisichella. Pembalap Italia itu memang menang di Australia, tapi setelah itu 
gagal finis tiga kali berturut-turut.

Di Grand Prix Spanyol akhir pekan ini, Fisico -julukan Fisichella-tentu 
berharap dewi fortuna kembali mengunjunginya. Dan hanya keberuntungan yang dia 
harapkan, karena dalam hal lain dia merasa sudah maksimal.

"Saya sudah tampil di Formula 1 sangat lama. Saya telah belajar untuk tetap 
bersikap positif," kata pembalap 32 tahun itu bijak. "Tentu saja saya sekarang 
frustrasi. Tapi di sisi lain, semua kesialan saya itu justru menolong tim," 
tambahnya.

Menurut Fisico, sayap depannya patah di Malaysia, mengakibatkan mobilnya lamban 
sebelum bertabrakan dengan Mark Webber. Sejak saat itu, Renault sudah 
memperkuat komponen sayap, dan problem itu tak lagi kembali.

Kemudian, problem mesin di Bahrain membantu Renault memikirkan cara untuk 
menghemat mesin Alonso di Imola. Problem yang dialami Fisico di Imola sampai 
sekarang memang belum jelas (bagian belakang), tapi itu tentu menjadi bahan 
koreksi baru untuk Renault.

"Tim kami telah bereaksi secara positif. Sekarang, kami punya mobil yang lebih 
cepat, lebih tahan banting," ujar Fisico. "Saya berniat untuk ikut bereaksi 
secara positif, sehingga bisa segera kembali meraup poin," lanjutnya.

Di Barcelona akhir pekan ini, Fisico sama sekali tidak meragukan kecepatan 
Renault. "Saya kira R25 bakal cepat di Barcelona. Sangat cepat. Dalam beberapa 
tahun belakangan, Renault selalu cepat di sana. Tahun ini, dalam uji coba, kami 
juga selalu mencatat waktu cepat dan konsisten," paparnya.

Selama karirnya, Fisico memang dikenal kurang beruntung. Tahun ini adalah tahun 
pertamanya tampil dengan mobil yang mampu menang secara konsisten. Padahal, dia 
sudah di F1 sejak 1996.

Kalau tidak sial, Fisico seharusnya memang cepat di Barcelona. Dia punya gaya 
mengemudi yang halus, sehingga mobil bisa melaju maksimal di sirkuit yang 
menantang tersebut. (aza)

-------------------------------------------
Kamis, 05 Mei 2005,
FIA: BAR Curang



Sarankan Didepak dari F1, Denda Minimal 1 Juta Euro
PARIS - Sidang banding kasus FIA versus BAR-Honda kemarin berlangsung di Paris, 
Prancis. Selama 2,5 jam, kedua pihak tampil di Pengadilan Banding (Court of 
Appeal) memperdebatkan apakah tim tersebut curang atau tidak di Grand Prix San 
Marino, 1 Mei lalu.

FIA dengan tegas menuduh BAR curang, meminta agar tim itu didepak dari Formula 
1. Selain itu, FIA selaku pengawas kejuaraan dunia tersebut juga menyarankan 
agar tim tersebut didenda minimal 1 juta euro, atau sekitar Rp 10 miliar. 
"(BAR) dengan sengaja telah melakukan tindakan yang ilegal dan tidak fair, 
untuk meraih keunggulan," bunyi pernyataan FIA. Di sisi lain, BAR mengaku tidak 
bersalah, meminta agar dilepaskan dari berbagai tuduhan.

Kasus ini bermula usai Grand Prix San Marino, setelah pembalap BAR Jenson 
Button berhasil finis di urutan ketiga. Ketika ditimbang, mulanya mobil Button 
masih di atas batas minimum 600 kilogram. Namun, ketika semua bahan bakar 
dikeluarkan dan ditimbang ulang, ternyata mobil tersebut bobotnya hanya sekitar 
594 kilogram, jelas-jelas di bawah batas minimum.

Enam jam lamanya pengawas lomba memeriksa dan mendengarkan penjelasan BAR. 
Setelah diyakinkan bahwa selama lomba mobil Button selalu berada di atas 600 
kilogram (karena selalu membawa bahan bakar lebih), pengawas pun meloloskan 
mobil tersebut.

Mengetahui ini, FIA tidak terima. Mereka langsung mengajukan banding ke 
Pengadilan Banding di Paris. Mereka tidak memperdebatkan masalah bobot mobil, 
karena pengawas sudah mendapat penjelasan mendetail di sirkuit.

Yang ditarget FIA rupanya adalah penggunaan bahan bakar sebagai pemberat, serta 
adanya tangki tambahan untuk menyimpan bahan bakar ekstra tersebut. Dan tentu 
saja niat buruk BAR untuk melakukan kecurangan.

Saat diperiksa usai Grand Prix San Marino, pengawas memang harus mengecek 
secara mendetail sebelum menemukan adanya bahan bakar ekstra. Rupanya, ada 
kompartemen tambahan di dalam tangki BAR-Honda. Dan menurut buku aturan, tangki 
tambahan jelas-jelas ilegal.

Dengan menggunakan tangki dan bahan bakar ekstra itu, BAR tentu punya 
kesempatan untuk melakukan kecurangan di tengah lomba. Bisa saja mereka 
membiarkan tangki kosong dan mobil terus melaju di bawah bobot minimum (lebih 
cepat). Kemudian, saat pit stop terakhir, tangki diisi berlebihan supaya legal 
saat diperiksa setelah finis.

Di San Marino, FIA mengakui BAR tidak terbukti melakukannya. Tapi mereka punya 
kapasitas untuk melakukan itu, dan bisa saja melakukannya di balapan-balapan 
sebelumnya atau di masa mendatang.

Sementara itu, pihak BAR dengan mantap merasa tidak bersalah. Nick Fry, CEO 
BAR, dengan tegas menyatakan pihaknya tidak punya niatan untuk melakukan 
kecurangan. Apa yang mereka lakukan, lanjutnya, dirasa legal kalau dilihat dari 
yang tertulis di buku aturan.

Dia menunjukkan, di buku aturan tidak tertulis bahwa mobil harus ditimbang 
dengan kondisi kosong (tanpa bahan bakar). Juga tidak tertulis dengan jelas, 
apakah sebuah tim boleh menggunakan bahan bakar sebagai pemberat (yang tertulis 
memang hanya tidak boleh memakai pemberat yang bergerak, definisinya tidak 
diperjelas).

Soal tangki ekstra, BAR membantah kalau kompartemen tambahan itu sebagai 
"tangki." Mereka menyebutnya sebagai "fuel collector," berfungsi untuk 
mendistribusikan bahan bakar secara efisien. BAR menambahkan, di buku aturan 
tidak tertulis kalau collector itu harus dikosongkan sebelum ditimbang.

Menanggapi penjelasan terakhir ini, FIA pun membalas mengatakan bahwa dengan 
collector tersebut, BAR telah menunjukkan niatan mereka untuk mengibuli 
pengawas lomba. (aza)

--------------------------

Kamis, 05 Mei 2005,
Sudah Diincar Sejak Balapan di Malaysia



FIA ternyata sudah mengincar mobil BAR-Honda sejak Grand Prix Malaysia, 
pertengahan Maret lalu. Jo Bauer, technical delegate FIA, mengaku pihaknya 
sudah mengetahui mekanisme tangki bahan bakar tim tersebut sejak lomba di 
Sirkuit Sepang.

"Itu tangki tambahan, dan kami sudah mengetahuinya sejak Grand Prix Malaysia," 
katanya seperti dilansir Autosport.

Namun, FIA tampaknya memang baru bisa bertindak sekarang. Mungkin karena di 
tiga seri pertama, mobil BAR selalu gagal finis. Ketika Jenson Button naik 
podium di Sirkuit Imola, kesempatan pun tiba.

Sementara itu, usai Persidangan Banding kemarin, BAR-Honda tampaknya siap bila 
ternyata dinyatakan bersalah. David Pannick, pengacara tim itu, menegaskan 
pihaknya tidak merasa bersalah. Hanya cara mereka menginterpretasikan aturan 
yang mungkin dianggap tidak cocok.

Kalau ternyata masih dianggap bersalah, maka Pannick menegaskan pihaknya siap 
dihukum. Dengan catatan, hukumannya hanya denda ringan. Tidak lebih. "BAR-Honda 
tidak pernah terbukti melakukan tindakan kecurangan, atau berniat melakukan 
kecurangan," pungkasnya.

Nick Fry, CEO BAR, juga siap melakukan perubahan pada mobil kalau kasus ini 
mengakibatkan diubah atau diperjelasnya buku aturan.

Keputusan hasil sidang banding ini hingga tadi malam masih belum diumumkan. Ada 
kemungkinan bakal dikeluarkan hari ini, paling lambat besok WIB. (aza

-- 
Best Regards
Tombo Ati




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke