INGGRIS memang tak seproduktif Brazil atau Argentina dalam hal memproduksi bintang baru. Tapi, negeri monarki konstitusional ini dikenal paling berani untuk urusan memberikan kesempatan kepada anak muda.
Di Piala Dunia 1998, misalnya, Inggris memamerkan bakat besar Michael Owen. Saat sinar Owen masih bersinar terang, The Three Lions berani menerjunkan Wayne Rooney di Euro 2004. Dan terakhir di Piala Dunia 2006, Inggris juga memberi tempat kepada Theo Walcott. Sayang, Pelatih Inggris di Piala Dunia 2006, Sven-Goran Eriksson, tak sekalipun memainkan Walcott. Namun, itu tak lantas membuat karir Walcott meredup karenanya. Sepulang dari Jerman, Walcott mulai memperlihatkan bakat besarnya bersama Arsenal yang membelinya dari Southampton di awal tahun ini seharga 17,5 juta euro (sekitar Rp 210 miliar). Debut Walcott dijalani bersama Southampton di pentas Divisi I Liga Inggris saat masih berusia 16 tahun, 143 hari. Total, pemain yang bisa berposisi sebagai striker dan winger ini mengoleksi empat gol dari 21 penampilan bersama The Saints. Berkat kecepatan, dribling, dan visinya, Walcott mulai mendapat tempat di first team Arsenal. Meski belum menyumbang satu gol pun, dia tercatat telah 18 kali membela Arsenal di tahun ini, sebuah prestasi besar untuk pemain seusianya. Dia juga berperan besar atas keberhasilan Timnas U-21 Inggris lolos ke putaran final U-21 di Belanda dengan mencetak dua gol di second leg babak playoff melawan Jerman. (*)indopos [Non-text portions of this message have been removed]
