Walah Pak Sam kok malah OOT ke bulu tangkis kekeke....... Yah dari awal prestasi sepakbola Indonesia ini sudah bisa ditebak. Kepengurusan PSSI yang tidak becus dari awal adalah sumber masalah terbesar. Hampir semua kebijakan yang diambil tidak pernah memikirkan konsekuensi jangka panjang prestasi sepak bola Indonesia. Banyak hal2 aneh yg menurut gw blunder PSSI yg membuat prestasi timnas hancur spt ini mis
1. Format & jadwal kompetisi Ligina yang hampir setiap musim selalu berubah shg klub2 jadi kelabakan beradaptasi dengan perubahan2 tersebut dan pemain sering setiap musim harus berganti klub krn klub mereka tdk berani memberi kontrak jangka panjang. 2. Pemberian jatah pemain asing yang terlalu banyak pada masing2 klub Ligina, shg kesempatan pemain lokal apalagi pemain muda bermain jadi sangat berkurang. 3. Saat kualitas pemain2 muda kurang bagus, lagi2 PSSI tidak belajar dari pengalaman Primavera dgn mengirimkan timnas U-23 ke Belanda. Hasilnya?? Setali 3 uang dgn pendahulu2nya. 4. Kualitas pemain asing yang didatangkan semakin lama semakin menurun. Tidak banyak yg benar2 berkualitas & mampu mengoper ilmu mereka ke pemain2 lokal spt tujuan semula. 5. Profesionalisme pemain dan wasit tidak pernah diperhatikan dgn serius. Kasus kekerasan pemain, wasit yg secara kualitas tidak memadai, dan bahkan kekerasan fans jarang dapat hukuman yg benar2 serius. Malah PSSI membuat preseden buruk dalam kasus peringanan hukuman klub Persebaya. 6. Peraturan Mendagri yg mengatur agar Pemda tdk mengucurkan uang malah ditindaklanjuti PSSI secara amatiran persis spt pengemis yg marah2 akibat tidak diberi sedekah lagi. Bukannya belajar mandiri malah ngeles dgn alasan sepakbola adalah hiburan rakyat. Bagaimana mungkin miliaran rupiah dikucurkan Pemda ke acara 'hiburan' yang rendah kualitasnya padahal banyak sektor yg lbh butuh dana tsb spt kesejahteraan rakyat dan pendidikan. 7. Penggantian pelatih timnas yang tidak dipikirkan secara matang. Menggantikan Peter White dgn Ivan Kolev jelas tidak masuk akal krn dipandang dari sudut manapun Kolev tidak lebih baik dari White. Dan sebagainya. Saya bukan seorang ahli sepakbola Indonesia tapi IMO tidak perlu ahli utk deteksi betapa kronisnya prestasi sepakbola Indonesia saat ini. Jadi CMIIW. -Danny- ----- Original Message ---- From: Samuel Rismana S <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, March 28, 2007 11:35:21 PM Subject: [BolaML] Re: 230 juta penduduk bangsa ini tapi tak ada 11 orang yang becus main bola, sial ga itu? --- In [EMAIL PROTECTED] com, roy sinaga <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote: > > Rekor kalah lagi2 bertambah. U-23 Indonesia kalah 1-2 dari lebanon pada partai praolimpiade. > ga ngerti aku apa memang Indonesia tercinta ini selalu kalah, ga bisa menang. entah apa? > kupikir waktu withe dipecat, diganti Kolev Indonesia bakal bagus mainnya. > Kolev juga bilang kalo dia penasaran ingin berbuat banyak dengan Indonesia. > tapi hasilnya tetap nihil cupu begete kalo rang Jakarta bilang. > Aku pun pusing tak ngerti masak ga ada 11 oarng Indonesia yang becus main bola? > kalo ada seleksi massal untuk jadi pemain timnas kaya nya aku kepengen ikut, sama kaya si Kolev "penasaran" aku soalnya. > Indonesia2 banyak penduduk tapi cupu main bola. padahal katanya sepakbola itu olahraga rakyat, tapi rakyat ini tak bisa main bola. lantas rakyat ini main apa? << Sam >> : memang kondisi di Indonesia ya kayak gini ini, kalau sepakbola indonesia mau maju siap gak PSSI dan sepakbola indonesia di jajah sama orang asing (FA, FIGC, etc)? orang2 asing itu yg akan membenahi persepakbolaan indonesia dalam jangka waktu misalnya 10-20 th (kontrak tanpa bisa dibatalkan), selama 10-20 th PSSI tdk punya hak apa2, krn orang2 or badan asing itu kontrak dg pemerintah indonesia, jadi nantinya orang2 asing or badan itu yg akan membentuk organisasi baru (PSSI dibubarin aja), merencanakan dan membuat team nasional, merencanakan, membuat dan menjalankan kompetisi di seluruh lapisan (Liga utama, perserikatan, divisi, non divisi, dll), mencari pemain2 bagus, mencari pelatih dan pengurus yg andal dan profesional (bila perlu utk 1-5th pertama bule semua dah), membuat organisasi menjadi profesional, dan pemerintah harus melindungi dan memberikan hak penuh kepada mereka, jadi protes2 dari para demonstran yg sok nasionalis bisa dibungkam semua dulu, nanti kalau masa kontrak berakhir sesuai waktu dan hasilnya tetap memble maka badan yg dikontrak akan membayar ganti rugi seluruh biaya yg dikeluarkan pemerintah. Tp kalau hasilnya bagus, maka kontrak bisa diteruskan atau dilanjutkan sendiri oleh orang2 Indonesia yg selama 10-20 th dilatih sbg pengurus organisasi secara profesional bebas dari korupsi! termasuk dari sisi penonton dan wasit perlu di benahi total masa sih gak bisa berhasil?? kalau sistem PSSI sekarang mah bener tuh spt bang ian dan YW bilang...sampai cucu dan cicit kita ya begini2 aja nasib sepakbola indonesia, boro2 jalan ditempat...pijakan kaki utk jalan ditempat aja udah ambles....alias kaki nyungsep sampai ubun2 kepala juga terbenam.... ... memang biaya yg dikeluarkan pemerintah pasti sangat besar....dan kembali ke pertanyaan klasik : apa iya sih segitu pentingnya membangkitkan persepakbolaan indonesia dg mengeluarkan biaya sedemikian besar disisi lain masih banyak pengeluaran sosial yg lebih penting utk rakyat?? halah....spt roda berputar..naik turun tiada henti...gak tahu dah mau mulai dari mana dulu..... btw, memang sepakbola indonesia penting gitu? saya sih lebih miris melihat prestasi bulutangkis indonesia... dulu sangat di takuti dan disegani...sekarang .....ah.. ..hanya bisa menghela nafas panjang saja.... Sam, Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
