jawapos.com

Selasa, 03 Apr 2007,
PANTANG KALAH


AC Milan v Bayern Munchen
MILAN - Bendera putih telah dikibarkan AC Milan di
pentas domestik Italia. Jarak Rossoneri dengan
pimpinan klasemen sementara Seri A, Inter Milan,
terpaut jauh. Ketika kompetisi hanya menyisakan
sembilan laga, Milan sudah tertinggal 35 poin di
belakang rival sekotanya itu. Harapan Milan meraih
trofi di ajang Coppa Italia juga kandas setelah
tersingkir di semifinal.

Nah, Liga Champions satu-satunya asa Milan untuk
mengakhiri paceklik gelar musim ini. Namun, rintangan
yang dihadapi skuad asuhan Carlo Ancelotti itu
tidaklah ringan. Bayern Munchen sudah menghadang
Bayern Munchen pada leg pertama perempat final di San
Siro dini hari nanti. (Tayangan langsung RCTI pukul
01.45 WIB).

Kecemasan pun membayangi tifosi Milan setelah melihat
performa terakhir tuan rumah menghadapi Glasgow Celtic
di babak 16 besar lalu. Milan harus menunggu lahirnya
gol brilian Kaka pada leg kedua sebelum lolos ke
perempat final. Paolo Maldini juga merasakan
kekhawatiran itu. Bahkan, sebagian fans tak yakin
Milan bisa menjaga rekor selalu lolos ke empat besar
empat musim terakhir.

Namun, karena hanya Liga Champions harapan meraih
gelar, Maldini meminta pemain Milan berjuang
ekstrakeras. "Ada dua kemungkinan buat Milan. Kami
tersingkir dari even ini (Liga Champions), tapi tetap
menjadi pesaing kuat di Liga Champions,"kata Maldini
kepada Reuters. "Kami harus menunjukkan penampilan
terbaik. Kami harus meningkatkan permainan ke level
yang lebih tinggi," tukasnya.

Saat bermain imbang 1-1 lawan AS Roma di Seri A,
Ancelotti sengaja menyimpan beberapa pemain kunci
seperti Massimo Oddo, Filippo Inzaghi, dan Maldini.
Alberto Gilardino dan Gennaro Gattuso baru dimasukkan
di babak kedua. Kondisi ini belum menjamin Milan bisa
menaklukkan tamunya. Karena itu, Ancelotti tetap
mengingatkan agar pemainnya fokus pada pertahanan. Hal
itu belajar dari kekalahan Real Madrid di Allianz
Arena bulan lalu.

Gawang Iker Casillas terkoyak lewat aksi Roy Makaay
saat pertandingan baru berjalan satu menit. "Mereka
tim yang sangat kompak dan mereka tahu bagaimana harus
menyerang dan memanfaatkan kelengahan lawan," ingat
Ancelotti. "Mereka tentu 90 persen mengandalkan
Makaay. Dia striker bagus, jika dia mendapat peluang
dia bisa menyakiti Anda,"lanjutnya.

Milan beruntung, karena dini hari nanti Bayern tak
bisa menurunkan kiper utama Oliver Kahn dan gelandang
Mark van Bommel, yang sama-sama terkena skorsing.
Namun, tim asuhan Ottmar Hitzfeld itu sudah
mengantongi modal positif sebelum berangkat ke San
Siro. Sabtu lalu mereka berhasil menaklukkan pimpinan
klasemen Bundesliga, Schalke 04 dengan skor 2-0.

Makaay ikut menyumbang satu gol, dan itu merupakan gol
ke-100 Makaay bersama Bayern. "Kemenangan lawan
Schalke membuat kami semakin yakin bisa memetik hasil
positif di San Siro, meski tanpa Kahn dan Van
Bommel,"tutur Hitzfeld. (bas)

Perkiraan Pemain
AC Milan (4-4-1-1): 1-Dida (g); 44-Oddo, 13-Nesta,
3-Maldini (kk), 18-Jankulovski; 8-Gattuso, 21-Pirlo,
23-Ambrosini, 10-Seedorf; 22-Kaka; 11- Gilardino (kk)
Pelatih : Carlo Ancelotti
Cadangan : 26-Storari, 2-Cafu, 17-Simic,19-Favalli,
32-Brocchi, 7-Oliveira, 9-Inzaghi
Bayern Munchen (4-4-2): 22-Rensing (g); 2-Sagnol,
3-Lucio, 5-Van Buyten, 21-Lahm; 20-Salihamidzic,
39-Ottl (kk),23-Hargreaves, 31-Schweinsteiger;
10-Makaay,11-Podolski
Pelatih : Ottmar Hitzfeld
Cadangan : 29-Dreher,6-Demichelis (kk), 18-Gorlitz,
8-Karimi, 7-Scholl, 30-Lell, 14-Pizarro

Head to Head :
08-03-2006 AC Milan v Bayern Munchen 4-1 (Babak 16
Besar Liga Champions)
21-02-2006 Bayern Munchen v AC Milan 1-1 (Babak 16
Besar Liga Champions)
23-10-2002 AC Milan v Bayern Munchen 2-1 (Babak Utama
Liga Champions)
01-10-2002 Bayern Munchen v AC Milan 1-2 (Babak Utama
Liga Champions)

Facts and Figures :
1. Kedua tim sudah delapan kali bertemu di Liga
Champions. AC Milan menang 5 kali, Bayern Munchen
sekali.

2. Kemenangan atas Inter Milan di babak utama
September lalu merupakan kemenangan pertama Bayern
Munchen di Italia dalam 18 tahun terakhir.

3. AC Milan telah memenangkan tiga dari empat laga
home di Liga Champions musim ini. Bayern Munchen juga
belum pernah kalah di laga away Liga Champions.

4. Selama 15 kali menjamu wakil Jerman di San Siro, AC
Milan telah membukukan 12 kemenangan dan hanya dua
kali kalah.

5. Wasit Yuri Baskarov yang memimpin laga ini telah
bertugas sebanyak 11 kali dalam empat musim terakhir
di Liga Champions. Tapi, Yuri tak pernah bertugas
menjadi wasit laga AC Milan maupun Bayern Munchen.


ROAD TO PEREMPAT FINAL
AC MILAN
Babak 16 Besar :
07-03-2007 Glasgow Celtic v AC Milan 0-1
20-02-2007 AC Milan v Glasgow Celtic 0-0

Babak Utama:
06-12-2006 AC Milan v Lille 0-2
21-11-2006 AEK Athens v AC Milan 1-0
01-11-2006 AC Milan v Anderlecht 4-1
17-10-2006 Anderlecht v AC Milan 0-1
26-09-2006 Lille v AC Milan 0-0
13-09-2006 AC Milan v AEK Athens 3-0

Babak Kualifikasi:
09-08-2006 AC Milan v Crvena Zvezda 1-0
22-08-2006 Crvena Zvezda v AC Milan 2-1

BAYERN MUNCHEN
Babak 16 Besar:
07-03-2007 Bayern Munchen v Real Madrid 2-1
20-02-2007 Real Madrid v Bayern Munchen 3-2

Babak Utama:
12-09-2006 Bayern Munchen v Inter Milan 1-1
22-11-2006 Spartak Moscow v Bayern Munchen 2-2
31-10-2006 Bayern Munchen v Sporting Lisbon 0-0
18-10-2006 Sporting Lisbon v Bayern Munchen 1-0
27-09-2006 Inter Milan v Bayern Munchen 0-2
12-09-2006 Bayern Munchen v Spartak Moscow 4-0

Selasa, 03 Apr 2007,
Simpan Dendam, Tunda Pensiun


Bayern Munchen memiliki kenangan manis di San Siro.
Enam tahun lalu, klub raksasa Bundesliga itu
menasbihkan dirinya sebagai penguasa Eropa setelah
menaklukkan Valencia melalui drama adu penalti di
final Liga Champions. Tapi, San Siro juga menyimpan
memori pahit buat klub berjuluk FC Hollywood itu.
Musim lalu, Bayern gagal melangkah ke perempat final
setelah disingkirkan AC Milan.

Bayern berhasil menahan seri Milan 1-1 pada leg
pertama babak 16 besar di Jerman. Tapi, pada leg kedua
di San Siro, Bayern dibantai 1-4. Kenangan pahit itu
masih membekas di benak kiper Oliver Kahn. Betapa
tidak, kekalahan telak itu dijadikan pertimbangan
pelatih Timnas Jerman (Juergen Klinsmann) untuk
mencoret Kahn dari status kiper utama Panser di Piala
Dunia 2006.

Itulah yang membuat Dendam Kahn Milan memuncak.
Sayang, Kahn dipastikan absen menyusul skorsing buntut
dari perselisihan dengan petugas doping usai laga
lawan Real Madrid. "Jika memikirkan kekalahan itu,
sampai sekarang masih terasa sakit," kata Kahn kepada
AFP. "Kami benar-benar ingin melupakannya, dan saya
merasa kami punya peluang lebih baik saat ini,
terutama karena leg kedua berlangsung di Jerman,"
imbuhnya.

Peluang Bayern untuk menjadi jawara Eropa musim ini,
kata Kahn, sangat berat. Itu yang membuat Kahn menunda
rencana pensiun hingga akhir musim 2007-2008. "Karir
saya sebagai penjaga gawang akan berakhir pada 30 Juni
2008. Saya akan pensiun saat masih di puncak,"
tandasnya. (bas) 

Selasa, 03 Apr 2007,
Spirit Gol dari Olimpico


Hadirnya Ronaldo ke Milan membuat Alberto Gilardino
resah. Sebab, mantan bomber Real Madrid itu sering
mendapat kesempatan starter, ketimbang Gila (sapaan
Gilardino). Produktivitas gol Gila pun menurun drastis
sejak awal tahun. Problem itu mulai teratasi saat
Milan melawat ke Stadion Olimpico menghadapi AS Roma
akhir pekan lalu.

Gila seolah menemukan momentum kebangkitan. Masuk di
awal babak kedua, Gila menyelamatkan Milan dari
kekalahan lewat gol yang diceploskan 30 menit sebelum
laga usai. Itu merupakan gol pertama Gila dalam empat
laga terakhir. Gol itu sekaligus menjadi suntikan
spirit bagi Gila saat Milan menjamu Bayern Munchen
dini hari nanti.

"Setelah gol ke gawang Roma, saya merasa telah
melewati periode sulit sejak awal tahun," kata Gila
kepada situs resmi Milan. "Gol itu sangat penting. Itu
membuatku bangkit dari masa sulit. Tapi, sekarang saya
hanya berpikir soal Bayern, yang merupakan partai
penting pekan ini,"tuturnya.

Sebagaimana di kancah domestik, Gila juga menghadapi
periode sulit di pentas Eropa. Gol ke gawang AEK
Athens pada November lalu (Milan menang 4-1) merupakan
gol pertama Gila di pentas Eropa selama dua musim
bergabung dengan Milan.

Gila berharap, spirit lewat gol ke gawang Roma, bisa
menjadi solusi untuk mengakhiri krisis gol di Eropa.
"Yang terpenting, dalam sepak bola Anda tak boleh
mudah menyerah. Anda harus terus berusaha, meski
kesempatan jarang Anda peroleh,"tandasnya. (bas)

Selasa, 03 Apr 2007,
Modal Tamu Bikin Silau

PSV Eindhoven v Liverpool
EINDHOVEN - Ronald Koeman merupakan sosok yang dibenci
publik Inggris. Itu ada kaitannya dengan kegagalan
wakil Inggris di Liga Champions musim lalu. Koeman
yang saat itu menangani Benfica, berhasil
menyingkirkan Manchester United dan Liverpool. Nah,
berkaca dari fakta tersebut, sudah cukup untuk
membuktikan kalau Koeman sangat berpengalaman
menghadapi tim-tim Inggris.

Tapi anehnya, saat PSV Eindhoven menjamu Liverpool di
Stadion Philips dini hari nanti (tayangan langsung
ESPN pukul 01.45 WIB), mantan bek Timnas Belanda itu
tiba-tiba saja dilanda kecemasan. Koeman tak yakin PSV
bisa mengikuti jejak Benfica. Pasalnya, dini hari
nanti dia tak bisa menurunkan dua pemain kunci. Alex
da Costa, bek asal Brazil yang menjadi penentu
lolosnya PSV ke perempat final, mengalami cedera paha.

Arouna Kone masih menjalani pemulihan cedera lutut.
Ibrahim Afellay yang membuat debut buat Timnas Belanda
di Kualifikasi Euro 2008 bulan lalu juga berjuang
untuk pulih dari cedera hamstring. "Kami tak bisa
menurunkan skuad terbaik saat ini. Tapi, kami tak
boleh menyerah meski kami harus menghadapi Liverpool
dua kali dalam sepekan," tandas Koeman seperti dikutip
Reuters.

Wajar jika Koeman panik. Selain banyak pemain kunci
yang cedera, tim tamu juga tengah dalam kondisi on
fire setelah sukses membantai Arsenal 4-1 akhir pekan
lalu. Padahal, dalam laga tersebut, Benitez sengaja
mengistirahatkan Steve Finnan dan Sami Hyypia. "Kami
memutuskan untuk tidak memainkan beberapa pemain yang
tampil di laga internasional ketika menghadapi
Arsenal. Nah, saat menghadapi PSV, saya harus
menurunkan pemain yang benar-benar fresh dan siap,"
papar Rafael Benitez, arsitek Liverpool kepada
Sportinglife.

"PSV telah mengirim mata-mata di Anfield. Mereka tentu
mencatat skor kemenangan kami lawan Arsenal, tim yang
mereka singkirkan di babak 16 besar. Saya harap,
kemenangan telak itu membuat mereka makin
cemas,"ujarnya.

Liverpool bukannya tanpa masalah. Dini hari nanti
Benitez tak bisa menurunkan Momo Sissoko yang terkena
skorsing.

Sementara, Craig Bellamy terancam tak bisa tampil
karena cedera engkel yang diderita ketika membela
Wales. Tapi, Benitez yakin kondisi Bellamy bakal
segera membaik. "Bellamy bakal segera pulih. Dia
cedera ketika membela Wales, itu sebabnya dia tak saya
mainkan lawan Arsenal. Kami tak diperkuat Sissoko,
namun Finnan dan Hyypia siap menggantikan tugasnya,"
tandasnya.(bas)


Head to Head :
22-11-2006 Liverpool v PSV Eindhoven 2-0 (Babak Utama
Liga Champions)
12-09-2006 PSV Eindhoven v Liverpool 0-0 (Babak Utama
Liga Champions)

Perkiraan Pemain
PSV Eindhoven (4-4-2) : 1-Gomes (g); 2-Kromkamp, 14-Da
Costa, 13-Alcides, 23-Salcido (kk); 20-Afellay, 11-E.
Mendes, 6-Simons, 8-P.Cocu; 17-Farfan, 9-Kluivert
Pelatih: Ronald Koeman
Cadangan : 21-Moens, 18-Addo, 22-Feher, 7-Vayrynen,
26-Tardelli,27-Zeefuik
Liverpool (4-4-2): 25-Reina (g); 3-Finnan, 23-
Carragher, 5-Agger, 2-Arbeloa; 16-Pennant (kk),
8-Gerrard, 14-Alonso, 6-Riise; 15-Crouch, 17-Kuyt (kk)
Pelatih: Rafael Benitez
Cadangan: 1-Dudek, 12-Aurelio, 11-Gonzalez,
20-Mascherano, 9-Fowler, 17-Bellamy


 
____________________________________________________________________________________
Food fight? Enjoy some healthy debate 
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367

Kirim email ke