sungguh ironis memang...
melihat cabang olahraga ini seakan2 telah menjadi citra diri bangsa
Indonesia di dunia Internasional...
siapa yg tidak kenal dengan atlit2 bulu tangkis Indonesia yg meraih
serangkaian prestasi di masa lalu...
hal itu telah membuat bangsa2 yg lain merasa iri dan berusaha mengalahkan
kita...
hasilnya... mereka berhasil mengalahkan kita...
dari segi pembinaan pemain muda, kita jauh tertinggal dari negara2 kuat (dlm
bulu tangkis) seperti China, Korea, maupun negara2 baru sprti Malaysia,
Thailand, dll...
Apa yg salah dgn bangsa kita???
tidak lain dan tidak bukan adalah karena pengalokasian dana untuk pembinaan
pemain muda yg kurang memadai...
banyaknya korupsi di badan KONI Pusat maupun daerah disinyalir menjadi salah
satu kandidat kuat penyebab gagalnya regenerasi atlit2 muda...
Mana ada atlit yg mau berjuang demi bangsanya, bila nasib mereka sendiri
tidak diperhatikan oleh pemerintah.. Sedangkan untuk latihan saja, harus
seadanya... bagaimana bisa kemampuan mereka berkembang??? Pastilah hanya
akan stagnan saja... Syukur2 klo tidak menurun kemampuannya... :p
kedua adalah kesalahan pengalokasian dana... seperti kita tahu bahwa KONI
memberikan dana pembinaan yg lebih besar kepada cabang olahraga sepakbola...
padahal prestasi timnas dlm cabang olahraga ini terbilang kurang baik
dibandingkan dengan bulu tangkis... harusnya dana lebih diprioritaskan
kepada cabang olah raga yg lebih memberikan prestasi...

begitu menurut saya...
thx...


-- 
ARSENAL ONLY AND FOREVER...
Salam Damai Selalu...
k3nb0yz +_+

Pada tanggal 14/05/07, Adi Bagus <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>   Lama sekali rasanya sudah berlalu, masa-masa dimana Merah-Putih selalu
> berkibar apabila ada turnamen bulutangkis. Siapa tak kenal Rudi
> Hartono. Siapa yang tidak tahu ungkapan King's smash. Masa-masa itu
> siaran turnamen bulutangkis menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu.
> Menjadi pelepas dahaga, di tengah himpitan masalah sehari-hari.
> Sinar gemilang bulutangkis Indonesia terus berlanjut ke era Icuk,
> kemudian Alan dan Susi. Tetapi kemudian meredup, walau masih ada
> setitik cahaya dari sebuah lilin bernama Taufik.
> Pukulan terakhir terhadap bulutangkis Indonesia, adalah gagalnya
> Indonesia untuk meraih gelar di turnamen yang diadakan di tanah
> tercinta ini.
>
> Apanya yang salah? Kita yang berjalan mundur, atau negara lain yang
> berlari lebih kencang dari kita?
> --
> ~~ ADI B ~~
> ----------------------------------------
> UNITED!!! SAJA!!!
> ----------------------------------------
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke