- Copa America Group B - 
StandingsFinalGeneral Anzoátegui   Mexico  0 - 0  Chile 
    
- Copa America Group A - 
StandingsFinalEstadio Metropolitano de Mérida   Peru  2 - 2  Bolivia 
25'   0 - 1  J Moreno 
34' C Pizarro  1 - 1   
45'   1 - 2  J Campos 
78' J Herrera      
85' C Pizarro  2 - 2   

- Copa America Group C - 
StandingsFinalLa Carolina   United States  1 - 3  Paraguay 
30'   0 - 1  E Barreto 
40' R Clark  1 - 1   
56'   1 - 2  O Cardozo 
90'   1 - 3  S Cabañas 
 
FinalJosé Pachencho Romero   Argentina  4 - 2  Colombia 
10'   0 - 1  E Perea 
19' H Crespo (pen)  1 - 1   
34' J Riquelme  2 - 1   
45' J Riquelme  3 - 1   
73'   3 - 2  J Castrillón 
90'      F Vargas 
90' A Diego Milito  4 - 2   

- Copa America Group B - 
StandingsFinalMetropolitano de Maturín   Brazil  3 - 0  Chile 
34' Robinho (pen)  1 - 0   
84' Robinho  2 - 0   
88' Robinho  3 - 0   
   
FinalMetropolitano de Maturín   Mexico  2 - 1  Ecuador 

- Copa America Group A - 
StandingsFinalPueblo Nuevo   Bolivia  0 - 1  Uruguay 
59'   0 - 1  V Sánchez 
     
FinalPueblo Nuevo   Venezuela  2 - 0  Peru 

jawapos.com

Kamis, 05 Juli 2007,
SUGBK Siap untuk Piala Asia

JAKARTA - Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Nama itulah yang 
telah ditetapkan sebagai venue utama perhelatan Piala Asia 2007 yang 
dilangsungkan di Indonesia. Sebagai pendampingnya ada nama Gelora Sriwijaya, 
Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.
Memang dua nama itulah yang bakal dijadikan arena bertanding di Piala Asia. 
Tapi, sejatinya di Indonesia bukan hanya dua tempat tersebut yang akan menjadi 
"tuan rumah". Masih ada tiga lapangan lagi yang juga siap menjamu para 
kontestan-kontestan Piala Asia 2007. Ketiganya adalah Stadion Soemantri 
Brodjonegoro, Lapangan PTIK, dan Lapangan C Komplek Gelora Bung Karno.
Tak jauh beda dengan SUGBK dan Gelora Sriwjaya, tiga tempat tersebut pun 
dipermak demi kepentingan Piala Asia. Seperti halnya yang terjadi di Lapangan C 
Komplek Gelora Bung Karno. "Lapangan ini kan akan dipakai untuk latihan Timnas 
Indonesia. Kemungkinan juga untuk tim-tim lain yang lolos di semifinal. Jadi, 
sejak 17 April lalu lapangan ini kami rombak total," beber Yong Masri, 
penanggung jawab Lapangan C Komplek Gelora Bung Karno, kemarin siang.
Perombakan yang terjadi di lapangan tersebut memang tidak main-main. Bicara 
dari sisi lapangan. Di Lapangan C, telah dilakukan perubahan total terkait 
ruang ganti pemain, kamar mandi, maupun loker-loker tempat menyimpan peralatan 
pemain. Untuk lapangannya sendiri, rumput Lapangan C diganti seratus persen.
Rumput yang lama diambil dan diganti dengan rumput baru yang didatangkan dari 
Bogor. "Setelah melewati proses pengerjaan yang panjang, lapangan ini sudah 
siap untuk digunakan latihan kembali. Jadi, jika Timnas Indonesia akan 
memakainya tanggal 6 besok, kami rasa sudah tidak ada masalah," kata Yong 
Masri. "Selain Lapangan C, kami juga telah menyiapkan Lapangan A sebagai 
alternatif latihan Timnas," imbuh pria berusia 71 tahun tersebut.
Setelah dilakukan renovasi selama 2,5 bulan, Lapangan C kini memang terlihat 
lebih "merangsang" pemain untuk segera menjejakkan kakinya. Apalagi, Lapangan C 
juga dipercantik dengan terpampangnya beragam a-board sponsor Piala Asia di 
sisi selatan, timur dan barat lapangan. "Semoga penampilan baru ini bisa 
semakin menggelorakan semangat para pemain yang berlatih di sini saat berjuang 
di Piala Asia," harap Yong Masri. (fim)

Kamis, 05 Juli 2007,
Butuh Keajaiban 

Kolombia v AS
MARACAIBO - Dua kali kalah telak membuat posisi Kolombia dan Amerika Serikat 
(AS) terjepit. Dua jatah tiket babak delapan besar dari Grup C sudah digenggam 
Argentina dan Paraguay. Kolombia dan AS hanya bisa berharap lolos dari jatah 
tiket salah satu dari dua tim peringkat ketiga terbaik
Sialnya, mereka juga harus bersaing dengan Brazil, Cile, dan Ekuador (Grup B ). 
Selisih poin dan gol ketiga tim itu jauh lebih baik dari mereka. Meski begitu, 
Kolombia dan AS masih menyimpan asa untuk lolos. Mereka akan memaksimalkan duel 
terakhir babak penyisihan besok pagi. 
Kedua kubu akan saling bentrok untuk memperebutkan peluang yang sangat tipis 
itu (siaran langsung RCTI Kamis pukul 05.35 WIB). Untuk bisa lolos, mereka 
harus menang dengan jumlah gol yang besar (lihat klasemen). Tentu, mereka masih 
bergantung dari hasil laga di Grup B antara Brazil v Ekuador dan Cile v Meksiko 
Rabu pagi. 
Jika Brazil dan Cile sama-sama meraih satu poin, Kolombia dan AS otomatis 
tersingkir, meskipun salah satu di antaranya bisa menang telak. "Dalam sepak 
bola, segala sesuatu bisa terjadi. Kami tidak akan menyerah sebelum waktu 
benar-benar berakhir," koar Bob Bradley, pelatih AS sebagaimana dilansir 
website resmi Copa America.
Di pentas Copa America, tim juara dan runner-up dari tiga grup yang ada 
otomatis melangkah ke perempat final. Dua tiket tersisa menjadi jatah dua tim 
peringkat ketiga terbaik. Pada laga lain, Paraguay dan Argentina juga akan 
saling bentrok besok pagi. Pemenang dari partai ini akan berhak menyandang 
pimpinan klasemen. Jika berakhir seri, Paraguay yang berhak menghuni pucuk 
klasemen karena agregat gol lebih baik. (ali)

Perkiraan Pemain 
KOLOMBIA(4-4-2) :12- Zapata; 2-Cordoba, 3-Yepes, 4-Vallejo, 14-L Perea; 
15-Viafara, 13-Marin, 20-Torres, 8-Ferreira; 7-E Perea, 10-Chitiva.
Cadangan: 1- Calero, 19-Valoyes, 9-Dominguez, 5-Arilaza, 22-Zuniga.
Pelatih: Jorge Luis Pinto.
AMERIKA SERIKAT (4-4-2) : 18-Keller; 12-Conrad,13- Bornstein, 6-Pearce, 
7-Califf; 25-Nguyen, 19-Clark, 17- Beckerman, 21-Mapp; 20-Twellman, 8-Gomez.
Cadangan: 23-Howard, 3-Demerit, 9-Johnson, 15-Moor, 14-Olsen. 
Pelatih: Bob Bradley 

Kamis, 05 Juli 2007,
LOLOS DRAMATIS 

2 Peru v Bolivia 2
PUERTO LA CRUZ - Ketika pertandingan menyisakan enam menit, Bolivia masih 
unggul 2-1 atas Peru. Seluruh pendukung dan ofisial Bolivia sangat yakin tim 
kebanggaannya bakal lolos ke babak delapan besar. Tapi, petaka justru terjadi 
ketika laga memasuki menit ke-85. Itu setelah salah satu pemain Bolivia membuat 
pelanggaran hanya beberapa meter dari garis kotak penalti. 
Juan Carlos Marino yang mengambil peluang free kick berhasil mengirim umpan 
matang kepada striker Claudio Pizzaro. Meski mendapat pengawalan ketat dari 
para pemain Bolivia, striker baru Chelsea itu mampu memanfaatkan keunggulan 
skill "memetik" bola atas. Bola heading-nya pun masuk tertarah ke sudut kiri 
pojok gawang kiper Bolivia Hugo Suarez. 
Kedudukan pun menjadi imbang 2-2. Pemain Bolivia tertunduk lesu melihat mantan 
pemain Bayern Munchen itu berhasil mencetak gol. Mereka merasa harapan untuk 
memetik kemenangan tipis karena waktu laga tinggal menyisakan lima menit. 
Ketakutan itu akhirnya benar-benar terjadi. Bolivia tidak mampu memanfaatkan 
sisa waktu lima menit plus injury time itu dengan gol. 
Hasil seri itu sekaligus mematahkan ambisi Bolivia untuk melaju ke babak kedua. 
(Lihat klasemen). Sebaliknya, kubu Peru yang hanya membutuhkan seri untuk lolos 
sangat bergembira dengan hasil laga kemarin. Sebab, keberhasilan jawara Copa 
America dua kali ke babak delapan besar itu diraih tidak mudah. 
Mereka harus melewati momen dramatis. Sebab, di saat masih tertinggal 1-2, 
tepatnya pada menit ke-77, Peru harus bermain dengan 10 orang. Itu setelah 
Jhoel Alexander Herrera dihukum kartu merah oleh wasit Carlos Simon asal 
Brazil. 
Peru lolos ke perempat final dengan status runner-up Grup A, di bawah tuan 
rumah Venezuela. Bolivia harus menerima nasib menjadi tim pertama yang 
tereliminasi dari Copa America 2007. Di babak delapan besar, Peru akan 
berhadapan dengan jawara dari Grup C yang masih diperebutkan antara Argetina 
dan Paraguay. Kedua tim baru akan bertanding besok pagi. 
"Saya rasa tim ini belum bermain dalam peak performanya. Karena itu, kami harus 
bisa meningkatkan penampilan kami di babak selanjutnya. Kemampuan tim ini belum 
terlihat maksimal. Tapi, bagaimanapun kami tetap senang dengan hasil ini," kata 
pelatih Peru Julio Cesar Uribe sebagaimana dilansir Reuters. 
"Kami layak senang dengan hasil ini. Tapi, tim tidak boleh bermain seperti ini 
di perempat final. Kami tidak boleh mengulang begitu banyak kesalahan," timpal 
Pizzaro. Kemarin, Bolivia sepertinya bakal bisa menang mudah atas Peru di 
Stadion Estadio Metropolitano de Mérida.
Itu berawal dari sukses Jaime Moreno menaklukkan kiper Leao Butron dengan 
sontekan pelan pada menit ke-24. Tapi, Peru tidak tinggal diam. Mereka akhirnya 
membalas lewat tandukan Pizarro pada menit ke-34. Tim Bolivia kembali memimpin 
ketika Jhasmany Campos berhasil melesakkan tembakan keras kaki kiri pada menit 
ke-45. Bolivia unggul 2-1 hingga wasit meniup peluit tanda babak pertama usai. 
Pada laga ini, Peru terlihat semakin tertekan. Itu ketika pada menit terakhir 
babak pertama, penyerang andalan, Jefferson Farfan, mengalami cedera. Bahkan, 
dia harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. "Meski tersisih, kami 
sangat bangga dengan apa yang ditunjukkan para pemain. Mereka tampil luar 
biasa. Saya rasa, kami hanya kurang beruntung," kilah Erwin Sanchez, pelatih 
Bolivia. 
Kepastian tersingkirnya Bolivia dari kancah Copa America kali ini juga 
memperpanjang rekor mereka di even ini. Bolivia tidak pernah memetikan 
kemenangan sejak Copa America 1997. Pada edisi 2007 ini, jawara 1963 itu hanya 
meraih dua poin hasil. Bolivia pun terdampar di dasar klasemen Grup A. (ali)

Kamis, 05 Juli 2007,
Diklaim Partai Terburuk 

0 Venezuela v Uruguay 0
MERIDA - Duel Venezuela kontra Uruguay idealnya menjadi partai hidup mati bagi 
kedua tim untuk memperebutkan jatah satu tiket ke delapan besar. Namun, 
pertandingan berubah menjadi menjemukan. Pemain kedua tim seolah tampil tanpa 
spirit karena sebelum peluit kick off dibunyikan wasit, mereka sudah mengetahui 
sama-sama lolos ke perempat final. 
Itu setelah pada partai pertama Peru berhasil menahan imbang Bolivia 2-2. 
(lihat klasemen). Kubu Venezuela dan Uruguay sengaja bermain aman, tidak 
bernafsu untuk memenangkan pertandingan. Sebab, hasil seri sudah cukup bagi 
kedua tim untuk lolos ke babak kedua. 
Prediksi itu benar. Hingga peluit akhir dibunyikan wasit, kedudukan tetap 
imbang 0-0. Itu adalah kali pertama pertandingan di Copa America 2007 
berkesudahan tanpa gol. Media Latin pun ramai-ramai menyebutnya sebagai partai 
terburuk di Copa America 2007. Tambahan satu angka itu mengantarkan Uruguay di 
peringkat ketiga, membayangi Peru. Venezuela bertahan di puncak klasemen akhir 
Grup A. 
Venezuela, Peru, dan Uruguay mewakili Grup A lolos ke perempat final. Uruguay 
lolos karena sudah aman menempati posisi salah satu dari dua tim peringkat tiga 
terbaik dari tiga grup. Bolivia sudah pasti tersingkir.
"Kami bermain dengan cerdas. Kami tahu hasil seri saja sudah cukup untuk 
membawa kami menjadi pimpinan klasemen," kata Jose Torrealba, striker Venezuela 
sebagaimana dilansir Reuters. 
Ya, bertengger di posisi teratas klasemen Grup A adalah pretasi luar biasa bagi 
Venezuela. Sebab, ini adalah torehan kali pertama dalam sejarah keikutsertaan 
tuan rumah di Copa America. (ali) 

Jadwal Piala Asia 2007
Oleh : Badiyo 
29-Jun-2007, 13:58:46 WIB - [www.kabarindonesia.com] 
 
KabarIndonesia - Piala Asia 2007 sudah di depan mata. Sembilan hari lagi, Piala 
Asia 2007 akan segera bergulir. Tahun 2007, untuk pertama kalinya Piala Asia 
dilangsungkan di empat negara, yaitu Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.
Thailand dipercaya untuk menggelar partai pembukaan antara Thailand melawan 
Irak pada tanggal 7 Juli 2007. Sedangkan Indonesia dipercaya untuk menggelar 
partai final pada tanggal 29 Juli 2007.
Jadwal Putaran Final Piala Asia 2007 :
Sabtu, 7 Juli 2007
Grup A, Bangkok : Thailand vs Irak
Minggu,8 Juli 2007
Grup A, Bangkok : Australia vs Oman
Grup B, Hanoi : Vietnam vs Uni Emirat Arab
Senin, 9 Juli 2007
Grup B, Hanoi : Jepang vs Qatar
Selasa, 10 Juli 2007
Grup C, Kuala Lumpur: Malaysia vs China
Grup D, Jakarta : Indonesia vs Bahrain
Rabu, 11 Juli 2007
Grup C, Kuala Lumpur: Iran vs Uzbekistan
Grup D, Jakarta : Korea Selatan vs Arab Saudi
Kamis, 12 Juli 2007
Grup A, Bangkok: Oman vs Thailand
Grup B, Hanoi : Qatar vs Vietnam 
Jum'at, 13 Juli 2007
Grup A, Bangkok: Irak vs Australia
Grup B, Hanoi : UEA vs Jepang
Sabtu, 14 Juli 2007
Grup C,Kuala Lumpur: Uzbekistan vs Malaysia
Grup D,Jakarta : Arab Saudi vs Indonesia
Minggu, 15 Juli 2007
Grup C,Kuala Lumpur: China vs Iran
Grup D,Jakarta : Bahrain vs Korea Selatan
Senin, 16 Juli 2007
Grup A, Bangkok : Thailand vs Australia
Grup A, Bangkok : Oman vs Irak 
Grup B, Hanoi : Vietnam vs Jepang
Grup B, Hanoi : Qatar vs UEA
Rabu, 18 Juli 2007
Grup C, Kuala Lumpur: Malaysia vs Iran
Grup C, Kuala Lumpur: China vs Uzbekistan
Grup D, Jakarta : Indonesia vs Korea Selatan
Grup D, Palembang: Arab Saudi vs Bahrain 
Sabtu, 21 Juli 2007
Perempat-final 1, Bangkok: Juara grup A vs runner-up grup B
Perempat-final 2, Hanoi :  Juara grup B vs runner-up grup A
Minggu, 22 Juli 2007
Perempat-final 3, Kuala Lumpur: Juara grup C vs runner-up D 
Perempat-final 4, Jakarta: Juara grup D vs runner-up grup C
Rabu, 25 Juli 2007
Semi Final 1,Pemenang Perempat-final 1 vs pemenang perempat-final 2
Semi Final 2,Pememang perempat-final 3 vs pemenang perempat-final 4
Sabtu, 28 Juli 2007
Perebutan peringkat 3-4 Palembang: Kalah semi final 1 vs kalah semi final 2
Minggu, 29 Juli 2007
Jakarta : Pemenang semi final 1 vs pemenang semi final 2
(Sumber : www.pssi-football.com)


      
____________________________________________________________________________________
Luggage? GPS? Comic books? 
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz

Kirim email ke