Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    hehehe, perlu dipilah2 nih 
masalahnya sebelum ambil judgement. 
Prinsip utamanya adalah "Never Jump to Conclusion". (halah opo maneh iki :p) :

1. Apakah benar Astro yg memonopoli? 
2. Kalaupun benar Astro yg melakukan praktek monopoli diluar klausul kontrak, 
apakah benar proses monopolinya yg dipermasalahkan para pendemo tsb. 
3. Sampai skr masih belum ada satupun TV Terestrial yg secara resmi memberikan 
konfirmasi sekaligus justifikasi ke rekan2 kita yg demo tersebut bahwa kalaupun 
Pemerintah turun tangan dan mewajibkan Astro re-sell hak tayangnya, maka ada yg 
bakal bersedia membeli. 
  4. Saya kok tidak terlalu terbuai dgn analogi bahwa demo ini juga 
mengusung bendera buat penggemar2 bola selain EPL apalagi dgn embel2 monopoli. 
Skr malah juga dikait2kan dgn kekhawatiran monopoli Piala Dunia, Piala Eropa, 
Serie A dll. 
  5. Sangat benar sekali bahwa kalau mereka protes itu hak individu 
masing2, yg disayangkan kenapa dalam argumennya baik yg disampaikan dilapangan, 
fwd email atau petisi selalu membawa bendera rakyat miskin. Tetap sampai skr 
saya pertanyakan itu rakyat miskin yg  mana ? jadi jelas khan bro kl point of 
demo kali ini bukan di praktek monopolinya, karena end goal yg diharapkan ya 
tetap : EPL for free.

Diluar itu bisa ditiru solusi cerdas dan kompromi yg dijalin beberapa rekan 
kita yg justru bisa menggelar nonton bareng EPL tiap minggu nun jauh di Lampung 
Tengah.
  =================
   
  Alk, gue gak jump to conclusion atau memperlebar masalah dengan isu monopoli 
atau Piala Dunia dll. gini awalnya gue ikut2an bahas demo EPL karena simpel 
alasannya, gue ngliat ada kecenderungan beberapa temen disini yang kok jadi 
apriori. beberapa point yang bisa disebut: soal bola aja didemo, kurang 
kerjaan, ngapain juga ngrepotin pemerintah dan dpr soal bola mending demo biar 
pendidikan gratis, napa juga demo ke kedubes malaysia, napa juga ngatasnamain 
orang miskin padahal bisa nginternet (yg ini ente nih Alk..hehehe..), dll. don 
kagem malah bilang ini nurunin martabat bangsa...halah.
   
  gini bos, gue berusaha ngliatnya dari yang positif dulu dalam nilai apapun, 
termasuk mereka yg demo ini. gue setuju kalo end goal-nya sebenernya simpel, 
biar EPL gratis. bagus khan kalo EPL gratis, minimal ini milis rame kayak dulu, 
apalagi kalo MU nyungsep..:). EPL gratis khan juga lebih baik dari patungan 
nyewa Astro yang gimanapun kecilnya uang patungan tetep aja ada pos pengeluaran 
tambahan. 
   
  tapi gue nggak lagi memperlebar masalah kalo gue ngomong kemungkinan Piala 
Dunia dimonopoli, dll. gue cuma sedang berupaya melihat sisi positif demo ini, 
bahwa sadar atau tidak sadar mereka yang demo itu, tujuan mereka biar EPL 
gratis juga bisa berdampak positif. minimal sekarang isu ini terangkat ke 
permukaan, bahwa gimanapun kecil jumlahnya, ada sekelompok warga yang merasa 
dirugikan dengan hilangnya EPL. jadi sekarang khan pihak yang berwenang 
(whoever that is, be it pemerintah, dpr, media) jadi "ngeh", dan kedepannya 
bisalah jadi bahan referensi dalam, misalnya, meregulasi peraturan ttg Pay TV, 
monopoli, dll. 
   
  soal make nama rakyat miskin, atau demo ke dpr dan kedubes asing, gue udah 
bilang sebelumnya bahwa ini rasanya (gue bilang "rasanya" nih, karena gue nggak 
ikut demo) lebih merupakan pilihan metode dalam mengangkat isu ini ke 
permukaan. lagian ya tugas pemerintah dan dpr donk ngedengerin suara rakyat, 
gimanapun "ecek-ecek" urusannya. soal mereka tutup mata, tutup telinga, itu 
urusan lain, punish them at the election!. soal hasilnya bakal nol besar, gue 
yakin sebagian pendemo juga yakin bakal kandas "perjuangannya", tapi mereka 
tetep demo juga karena yakin ini harus disuarakan. kalo ditanya kenapa kudu 
demo urusan "ecek-ecek" gini padahal ada isu yg lebih besar (you name 
it-lah)...well, gue punya pendapat gak ada urusan "ecek-ecek" kalo nyangkut 
"kecanduan" atas sesuatu, plus bukan hak kita untuk bikin batasan urusan kecil 
atau gede, masing2 yang merasa kepentingannya terganggulah yg berhak bilang 
besar atau kecil. kalo ada puluhan orang demo nutup jalan tol karena ganti
 rugi kecil, apa kita berhak bilang: "rese nih bikin macet" ???. rasanya 
nggaklah, buat mereka itu urusan besar kok.
   
  soal solusi a la Lampung Tengah...(btw, lampung tengah gak nun jauh disana 
Alk, ke merak 4 jam, naik ferry 1 jam, naik bus ke Metro (ibukota kabupatennya) 
paling  jam, jauhan kampung gue di Menggala, Tulangbawang atau dulunya lampung 
utara), atau pengalaman jeng clara dan bosnya yang kedatangan teman dan 
keluarga buat nonton EPL, ya baguslah itu. emang hikmah kayak gitu yang kudu 
diambil dari EPL di Astro. itu udah gue positng tgl 8 agaustus kemarin, nih gue 
kutip lagi ya:
  ======================
  "rakyat miskin, kaum pinggiran, orang2 di kampung anda" ya tetep nggak mampu 
nyewa Indovision dan Vision2 lain...:). agak "kontroversial" juga nih himbauan 
cara "nentang" Astro kok dengan nyewa Pay TV lain. lebih jadi mirip salesman 
aneka Vision itu...:)
   
  anyway, ngomong serius nih: idealnya semua kesukaan rakyat (mau miskin kaya, 
kampung kota, pinggiran tengahan) harusnya gratis. 
   
  tapi di zaman sepakbola sudah jadi industri (baca: dagang) ya permasalahan 
monopoli kayak gini memang gak bisa terhindarkan. itu juga jalan bagi sepakbola 
itu sendiri untuk hidup. sudah nggak zamannya lagi klub-klub sepakbola 
bergantung pada tiket penonton. sekarang kait mengkait antara sepakbola dengan 
ekonomi pasar.itu konon kata orang pandai. memang pahit, tapi mau gimana lagi, 
sudah ada kontrak. tapi bagus jugalah dengan aksi2 protes, lama2 juga terdengar 
banyak pihak, hopefully all will end happily for all.
   
  ambil hikmahnya saja, dengan uang yang dibayar Astro ke EPL, maka nafas klub2 
favorit kita (Pool kek, MU kek, Gunners kek, Chelsea kek, dll kek) jadi makin 
panjang, bisa beli pemain bagus, dll.
   
  hikmah lainnya, pergaulan kudu diperluas. gue yakin di satu RT/RW atau 
kelompok suporter klub pasti ada yang langganan Astro. ya sekali2lah nonbar 
dengan tetangga/rekan/famili yang punya Astro, kata orang memperkuat tali 
silaturahmi adalah pahala tersendiri, betul???!! malah lebih enak nonbar 
begini. waktu masih di Bekasi dulu, pernah kok gue nonbar Piala Dunia dengan 
tetangga se-RT, bakar ikan, makan nasgor...hemmmm....maknyus!!
   
  hikmah lain, ya nikmatilah Serie A yang gratis...sekali2lah kita nikmati 
"Liga Para Juara Dunia"....hehehehe....
  ===========
   
  tuh Alk, jelas khan posisi gue. kalo gue "ngebela" mereka yang demo, simpel 
aja, karena gue punya opini apapun kerja atau kegiatan orang ya kita kudu 
nghargailah, jangan buru2 sinis atau apriori, lihat sisi posistifnya dulu.
   
  okeh bro, ngantuk nih, masih dinihari disini, anak gue rewel, malem2 gini 
malah mau nonton discovery kids jadi terpaksa melek nemenin...hehehe..ada di 
Astro nggak nih channel?
   
  -omar-       

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke