On 9/23/07, kardus.basah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > MAsih ada contoh satu lagi, Milan!! > Ingat, Berlusconi menganut sepak bola menyerang.. > Anda lihat di UCL kemaren, lihat cara Milan dalam mengalahkan MU > Lihat cara Milan memenangkan Piala Super Eropa... > Indah memang sangat relatif, tapi tidak adil kata indah > disematkan pada proses penyerangan saja. Dalam bertahan juga > terdapat nilai-nilai keindahan. > > Coba anda lihat cara-cara Nesta, Maldini dalam merebut bola. > Pernahkah dalam merebut bola > dari kaki lawan, mengakibatkan lawan cedera serius... > Kalaupun ada, biasanya dari cedera kambuhan, bawaan ... > Berbeda dengan EPL,atau La Liga.. > Lihat perlakuan Owen dulu oleh bek-bek Inggris > Lihat pula cara Salgado semasih membela Celta Vigo > dalam menghentikan laju Juninho...
yW~> wah, baru gw mau ngomong soal ini. Indah memang relatif. Indah buat fans Valladolid dan Madrid tentu berbeda. Ada tuntutan berbeda untuk setiap tim. Untuk standar Italia mungkin ada keindahan yg lain: keindahan bertahan. Buat gw pribadi, melihat Nesta, Maldini, Cannavaro atau bek2 Italia lainnya menghentikan bola dengan stylish sama asiknya dengan melihat pemain2 Brasil menggocek bola Meski hasil akhir tetap penting, toh tradisi permainan indah akan tetap di kenang. Memang Belanda ga pernah juara. Tapi konsep Total Voetball mereka selalu dikenang bukan? Bahkan permainan sepakbola modern sekarang sudah memakai konsep ini. Brasil adalah contoh paling bagus. Tim terbaik dunia dengan 5 gelar juara dunia, sekaligus tim yang paling ditunggu penampilannya karena sangat menghibur. Tim lain yang punya prestasi+keindahan begitu tentu saja Milan :D Yunani adalah contoh terakhir bahwa prestasi bukanlah segalanya. Yunani juara, memang tercatat dalam sejarah. Tapi sekaligus juga bikin pertanyaan, bagaimana proses mereka menjadi juara? Sama sekali tidak mengesankan (buat kebanyakan orang yang benar2 menyukai permainan sepakbola). Gw yakin selain orang Yunani (dan bandar judi :p), ga bakal ada orang yang mengharapkan tim dengan permainan seperti mereka menjadi juara lagi :p 20 tahun lagi mungkin akan banyak yang cari video Euro 2004, penasaran kenapa Yunani bisa juara. yang pasti yang bermain bukan para dewa :p -- [Yan Walando]
