--- In [email protected], "Yan Walando" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> On 9/23/07, kardus.basah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> yW~> wah, baru gw mau ngomong soal ini. Indah memang relatif. Indah
> buat fans Valladolid dan Madrid tentu berbeda. Ada tuntutan berbeda
> untuk setiap tim. Untuk standar Italia mungkin ada keindahan yg 
lain:
> keindahan bertahan. Buat gw pribadi, melihat Nesta, Maldini, 
Cannavaro
> atau bek2 Italia lainnya menghentikan bola dengan stylish sama 
asiknya
> dengan melihat pemain2 Brasil menggocek bola
> 
> Meski hasil akhir tetap penting, toh tradisi permainan indah akan
> tetap di kenang. Memang Belanda ga pernah juara. Tapi konsep Total
> Voetball mereka selalu dikenang bukan? Bahkan permainan sepakbola
> modern sekarang sudah memakai konsep ini. Brasil adalah contoh 
paling
> bagus. Tim terbaik dunia dengan 5 gelar juara dunia, sekaligus tim
> yang paling ditunggu penampilannya karena sangat menghibur. Tim 
lain
> yang punya prestasi+keindahan begitu tentu saja Milan :D
> 
> Yunani adalah contoh terakhir bahwa prestasi bukanlah segalanya.
> Yunani juara, memang tercatat dalam sejarah. Tapi sekaligus juga 
bikin
> pertanyaan, bagaimana proses mereka menjadi juara? Sama sekali 
tidak
> mengesankan (buat kebanyakan orang yang benar2 menyukai permainan
> sepakbola). Gw yakin selain orang Yunani (dan bandar judi :p), ga
> bakal ada orang yang mengharapkan tim dengan permainan seperti 
mereka
> menjadi juara lagi :p 20 tahun lagi mungkin akan banyak yang cari
> video Euro 2004, penasaran kenapa Yunani bisa juara. yang pasti 
yang
> bermain bukan para dewa :p

kok standar ganda yan ?? 
kalau pemain italia yg melakukan permainan defensif disebut sebagai 
seni, keindahan, teknik dll.
Tapi kalau Yunani or tim lain yg melakukannya dibilang tidak 
mengesankan, bukan seni & jauh dari indah.

Apakah permainan indah itu dinilai dari siapa yg melakukannya, punya 
portfolio gelar Juara Dunia banyak atau tidak ? Tentunya tidak 
obyektif kalau kita bilang spt itu.

proses yunani menjadi juara ? menahan Spanyol, menekuk Prancis, 
mulangin Ceko & terakhir men-double Portugal. Kurang berat seperti 
apa lagi lawan-lawan yg mereka taklukkan ?

gw yg dari sejak babak awal selalu jagoin Yunani (main random pick 
dari para kuda hitam karena gw sangat2 malas untuk jagoin tim 
unggulan saat itu) sebenarnya lihat mereka bisa lolos dari grup 
neraka juga udah surprise (segrup ama Portugal, Spanyol & Rusia)

Jujur kalo boleh bilang permainan Yunani pada saat itu 
lebih "Italia" dari Italia. Gw bisa lihat ekspresi kecewa para 
pendukung lawan dari Yunani, tiap kali serangan tim mereka 
dipatahkan sebelum sampai dimulut gawang. Dan tiap kali pemain-
pemain Yunani melakukan tackling2 critical gw yg selalu nobar ama 
temen2 gw langsung girang sendirian hehehe...

Dalam hal ini gw bukan bilang bahwa kemenangan dgn skor yg lebih 
besar atau more offensive play tidak lebih indah. Tapi saat kita 
bilang bahwa indah itu relatif, ya harus berlaku sama ke semuanya 
donk.

Cukup Fair bukan :)

Alkaizer

Kirim email ke