Salam olah raga... Saya yakin Liga Italia ngak mungkin Bubar.... Berapa kerugian yang diderita KLUB maupun Pemerintah Italia. Tapi Kalau ditunda mungkin....... banget....
Bravo INTER Pada tanggal 12/11/07, Arif Ikram <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Menurut gw sih memang harus suspend, pihak berwenang ambil keputusan > terbaik > secara hati2 banget untuk liat kelanjutan Calcio. Dibubarin mungkin gak, > karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan akan bikin tambah runyam. > Tapi pastinya harus diputusin yang terbaik supaya 'perang' gak berlanjut > karena sepertinya triggernya udah meletus bahwa darah Filippo Raciti > (polizia) udah dibayar darah Gabriele Sandy (ultras). > > Dua2 pihak sepertinya gak mau berhenti sampai sini. Konsekuensi ke timnas > gak terlalu pengaruh (kalo mereka lolos), karena jarak antara waktu akhir > Serie A dan start Euro masih sekitar sebulanan. > > Sepakbola Italia memang sangat kompleks dan carut marut, layaknya > sepakbola > dunia ketiga. Tapi hebatnya mereka bisa berprestasi luarbiasa. Jangan > komparasi administrasi Calcio dengan Liga Inggris deh, dengan Perancis, > Belanda atau Jerman saja masih kalah jauh. Infrastruktur juga kalah > memadai, > stadion masih rata2 gak individual-seater dan steward pertandingan bahkan > diambil dari tentara. > > Mungkin karena : > 1. Banyak pemilik klub yang rata2 keluarga kaya yang (pastinya) punya > hubungan dekat ke mafia kemudian juga jadi birokrat. Akibatnya klub dan > tifosi jadi dipolitisasi. > 2. Secara ekonomi rakyat Italia masih banyak yang lapar. Walau secara > pemerintahan mereka masuk negara maju Eropa, nyatanya kesenjangan sosial > masih sangat terasa. Persaingan utara-selatan gak selesai2, fanatisme > ideologi terus berlanjut. Sepakbola jadi salahsatu wacana pelampiasan. > 3. Entah kenapa di sebuah kota yang ada 2 klub atau lebih, tifosinya > terbagi > berdasarkan strata sosial. Salahsatunya pasti lebih didominasi kaum > marjinal > yang lain banyak kaum elitisnya. Lazio (nama daerah dimana kota Roma > berada) > adalah salah satu klub yang tifosinya adalah kebanyakan kaum pekerja > ibukota. Berbeda dengan Roma yang banyak didukung kaum elit dan mapan. > Kecemburuan sosial memungkinkan setiap derby berjalan sangat panas. > > Kita tunggu aja kelanjutan perang ini mudah2an gak merugikan semua pihak > termasuk penggemar Calcio. > Yang gw khawatir, kalo kemaren itu 'cuma' melibatkan tim sekelas Catania, > sekarang sudah masuk ibukota dan parahnya gerakan ini kelihatannya > didukung > habis para Ultras dari klub lain untuk perang melawan aparat. > Perlu diketahui, kelompok2 Ultras Lazio sangat punya pengaruh diluar > sepakbola sekalipun. > Masih ingat kita beberapa musim lalu saat derby ibukota, Lazio dalam > keadaan > tertekan. Tiga orang pentolan Ultras mendatangi wasit minta pertandingan > dihentikan, dengan berbagai alasan menyangkut keamanan. Saat half-time > pertandingan dinyatakan berhenti dan akan diulang lain waktu. > Ternyata alasan itu bohong, ketiga orang tersebut dinyatakan bersalah dan > dihukum pengadilan gak boleh masuk stadion seumur hidup. > Mereka banding dan menang. > Dan hakim yang menyatakan mereka bersalah kemudian divonis bersalah dan > dipecat! > > Forza Calcio! > > Ciao > . > > > [Non-text portions of this message have been removed]
