> - Italia itu udah termasuk negara maju, GDP nomor 7 di dunia, nomor 4 di 
> eropa..jadi rada ragu kalo dibilang
> rakyat italia masih banyak yang lapar. jadi mustinya menurut gue ada sebab 
> lain dari kerusuhan ini selain cuma
> masalah pelampiasan karena perut lapar. ya mungkin saja ada perbedaan 
> jatah "kue" yang selatan (roma, napoli, > dll) dengan yang utara (milan, 
> dll), tapi rasanya alasan selalu ribut itu mustunya lebih kompleks lagi 
> (toh sekarang > kue pembangunan udah mulai merata khan?).

Utara vs selatan memang bedanya jauh banget. Orang utara menghina orang 
selatan bodoh, orang selatan mencurigai orang utara (kata mereka, selatan 
menghasilkan lebih banyak daripada utara, tapi hasilnya dinikmati utara). 
Menurut gue, kerusuhan bukan soal utara vs selatan (karena toh yang ribut 
bukan melulu tim utara vs selatan). Alasan politik lebih masuk akal. Gue 
juga berpikir Candido Cannavò (mantan pemred La Gazzetta) benar. Dia melihat 
ini masalah pendidikan, katanya semua bermula dari pola pendidikan dasar 
yang salah di Italia. Di sekolah, anak-anak tidak diajarkan tentang 
nilai-nilai moral dan sportivitas. Dia juga bilang dulu tidak ada istilah 
tifosi ultra. Lama-kelamaan, prilaku kolektif mereka semakin keras. Dulu 
orang datang ke stadion untuk bersenang-senang, sekarang sebagian tifosi 
ultra datang untuk berperang. Tidak semua kelompok tifosi ultra keras dan 
brutal, ada juga yang baik-baik tapi mereka juga kena imbasnya.

Italia lolos... whoohooooo!! \:D/


Aya


Kirim email ke