Esklusif Interview Dengan Irfan Bachdim

Irfan Bachdim untuk pertama kali bermain di Eredivisi pada
pertandingan FC Utrecht - VV Venlo 17 Februari 2008. Saat ini Irfan
lah satu-satunya pemain keturunan Indonesia yang berlaga di liga
tertinggi Eropa. Sejauh mana penampilannya ini punya makna bagi
perkembangan karir bolanya, dan bagaimana peluangnya memperkuat timnas
Indonesia? Wawancara Djenol dengan Irfan Bachdim, Rabu sore 20.02.2008.

Djenol[DJ]: Selamat dengan penampilan perdana di Eredivisi?

Irfan Bachdim [IB]: Terima Kasih.. terima kasih

DJ : Gimana sejarahnya kamu dipangggil tim utama FC Utrecht?

IB : Itu karena banyak pemain FC Utrecht yang cedera, sehingga saya
dapat kesempatan main. Hari Jum'at lalu seperti biasa latihan di tim
FC Utrecht II. Pelatih kami, David Naschimento memiinta saya latihan
dengan tim utama. Jum'at dan Sabtu ikut latihan di tim utama. Usai
latihan Sabtu malam, saya lihat nama saya masuk dalam daftar pemain.
Hanya belum tahu apakah di tim inti atau di bangku cadangan. Minggu
paginya dibicarakan strategi permainan dan susunan pemain inti. Nama
saya ternyata ada di situ. Saya sangat gembira sekali, tentu saja.

DJ : Kamu dipasang di sayap kanan ya, padahal itu kan bukan posisi
favoritmu?

IB : Betul, memang bukan posisi nomor 10 kesukaan saya, tapi dengan
pola 4-3-3 tidak membutuhkan posisi nomor 10. Jadi dalam hal itu
posisi terbaik saya sayap kanan.

DJ : Apakah kamu menduga akan main penuh 2 x 45 menit?

IB : Sebenarnya tidak, apalagi ketika di menit 16 kami bermain dengan
10 orang, karena Tim Cornelisse kena kartu Merah. Saya sempat menduga
akan diganti, mungkin berubah ke pola kompak, berdekatan. Tapi tim
pelatih (Willem van Hannegem dan John van Loen red.) tetap
mempertahankan kecepatan di depan (Irfan punya nilai lebih di
kecepatan red.)

DJ : Kondisi fisik kamu, tampak mengalami perkembangan. Badan
kelihatan kekar dan kecepatan bertambah. Apa yang kamu lakukan selama ini?

IB : Selama ini saya menyadari bahwa tubuh saya tidak terlalu tinggi
(174 cm red.) tapi tetap ingin berprestasi di tingkat atas. Jadi saya
menguatkan fisik dengan fitness 3 kali seminggu di FC Utrecht Gym agar
otot membesar dan kuat.

DJ : Bagaimana dengan makanan. Apakah juga disesuaikan?

IB : Sudah tentu, selalu memperhatikan makanan. Tapi tidak dengan
skema yang ketat.

DJ : Kalau kemajuan ini terus dipertahankan maka tidak heran kalau
PSSI juga tertarik. Apakah sudah ada dari pihak PSSI yang menghubungi?

IB : Belum ada, sejak Asia Cup 2007, tidak ada lagi kontak. Kita
tunggu saja.

DJ : Syarat lainnya untuk terseleksi di timnas Indonesia kamu harus
pegang paspor Indonesia. Tahun lalu ketika mencapai usia 18 tahun,
kamu masih bisa memilih paspor Belanda atau Indonesia. Apakah kamu
masih pegang paspor Indonesia?

IB : Ya, itu masih tetap. Saya tidak berubah paspor, tetap Indonesia.

DJ : Lha itu kok di situsnya FC Utrecht tertulis kamu warga Belanda?

IB : Oh ya, saya malah tidak memperhatikan. Itu mungkin karena memang
FC Utrecht tidak pernah mendata pemain yang lahir di Belanda. Jadi
ditulis saja warga Belanda. Yang benar saya masih tetap warga Indonesia.

DJ : Jadi masih tetap mau dan ingin memperkuat timnas Indonesia?

IB : Iya itu tidak pernah berubah. Tentu harus memperhitungkan juga
jadwal main di FC Utrecht.

DJ: Makasih perbincangannya. Saya dan semua pencinta bola di Indonesia
berharap kamu lebih sering bermain di tim utama FC Utrecht. Agar suatu
saat bisa memperkuat timnas Indonesia.

Demikian wawancara dengan Irfan Bachdim dalam bahasa Belanda yang
dialihbahasakan. Djenol

Source : Djenol Blogspot
Posted by Oscar7 @UI Forum

Kirim email ke