Utrect saat in berada di peringkat 10 Eredivisie... sementara VVVenlo
yang diperkuat pemain jepang KAISUKE HONDA berada diposisi 3 dari
bawah.. ^ ^

Pertanidngan ini berakhir 4-1 untuk kemenangan VVV...
Tapi IRFAN BACHDIM berhasil membuat timnya mendapatkan Pinalti
meskipun eksekusi oleh rekan setimnya gagal... Doi main full 90 menit
pulak....

*masih nyari Videonya... 

Berikut Reviewnya dari Soccernet :

FC Utrecht 1-4 VVV Venlo

UTRECHT, February 17 (Eredivisie) - VVV Venlo took a step towards
safety as they soundly thrashed 10-man FC Utrecht on Sunday.

Utrecht's aim of consolidating their place in the hunt for European
football took a blow when Tim Cornelisse was sent off in the 16th
minute and Sandro Calabro dispatched the resulting penalty.

A Jason Oost brace either side of half-time put VVV firmly in control,
although Utrecht missed a chance to get back into the game when Kevin
Vandenbergh saw his spot-kick saved.

Calabro sealed the win in the 80th minute to send his side into 14th
in the table before Randy Wolters netted a consolation goal on his debut.

Utrecht were heavily hampered by a mixture of injuries and suspensions
which ruled out 10 of their first-team players.

But they could have taken the lead in the eighth minute as Tom Caluwe
put a tantalising cross into the box which VVV keeper Danny Wintjens
did very well to claim at the near post.

It all started to go wrong for the hosts in the 16th minute.

Goalkeeper Wesley De Ruiter made an excellent save but could only
parry away and in trying to clear the ball Cornelisse committed a
professional foul which saw the referee immediately reach for the red
card.

Calabro stepped up to the spot and fired a textbook penalty into the
bottom-right corner to give his side the lead.

VVV had several chances to double their advantage but finally did so
on 39 minutes as Oost headed in Nordin Amrabat's searching cross.

The visitors could have gone in at the break even further ahead but De
Ruiter pulled off an excellent save to deny Edwin Linssen whose
20-yard screamer had seemed destined for the top-right corner.

But four minutes after the restart Oost added to the home fans' misery
as he headed Edwin Linssen's brilliant lofted pass into the top-right
corner.

The hosts could have got back into the game when they were awarded a
penalty after Irfan Bachdim was brought down by Wintjens.

But the VVV keeper redeemed himself by saving Vandenbergh's spot-kick.

And there was more bad news for Utrecht as Calabro doubled his tally
with 10 minutes to go, heading home Micheal Timisela's pass at the
near post.

The only bright moment of an otherwise dismal afternoon for the hosts
came when Wolters drilled a 20-yard shot into the top-left corner to
score on his debut.


--- In [email protected], "Mas Boy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Esklusif Interview Dengan Irfan Bachdim
> 
> 
> Irfan Bachdim untuk pertama kali bermain di Eredivisi pada
> pertandingan FC Utrecht - VV Venlo 17 Februari 2008. Saat ini Irfan
> lah satu-satunya pemain keturunan Indonesia yang berlaga di liga
> tertinggi Eropa. Sejauh mana penampilannya ini punya makna bagi
> perkembangan karir bolanya, dan bagaimana peluangnya memperkuat timnas
> Indonesia? Wawancara Djenol dengan Irfan Bachdim, Rabu sore 20.02.2008.
> 
> Djenol[DJ]: Selamat dengan penampilan perdana di Eredivisi?
> 
> Irfan Bachdim [IB]: Terima Kasih.. terima kasih
> 
> DJ : Gimana sejarahnya kamu dipangggil tim utama FC Utrecht?
> 
> IB : Itu karena banyak pemain FC Utrecht yang cedera, sehingga saya
> dapat kesempatan main. Hari Jum'at lalu seperti biasa latihan di tim
> FC Utrecht II. Pelatih kami, David Naschimento memiinta saya latihan
> dengan tim utama. Jum'at dan Sabtu ikut latihan di tim utama. Usai
> latihan Sabtu malam, saya lihat nama saya masuk dalam daftar pemain.
> Hanya belum tahu apakah di tim inti atau di bangku cadangan. Minggu
> paginya dibicarakan strategi permainan dan susunan pemain inti. Nama
> saya ternyata ada di situ. Saya sangat gembira sekali, tentu saja.
> 
> DJ : Kamu dipasang di sayap kanan ya, padahal itu kan bukan posisi
> favoritmu?
> 
> IB : Betul, memang bukan posisi nomor 10 kesukaan saya, tapi dengan
> pola 4-3-3 tidak membutuhkan posisi nomor 10. Jadi dalam hal itu
> posisi terbaik saya sayap kanan.
> 
> DJ : Apakah kamu menduga akan main penuh 2 x 45 menit?
> 
> IB : Sebenarnya tidak, apalagi ketika di menit 16 kami bermain dengan
> 10 orang, karena Tim Cornelisse kena kartu Merah. Saya sempat menduga
> akan diganti, mungkin berubah ke pola kompak, berdekatan. Tapi tim
> pelatih (Willem van Hannegem dan John van Loen red.) tetap
> mempertahankan kecepatan di depan (Irfan punya nilai lebih di
> kecepatan red.)
> 
> DJ : Kondisi fisik kamu, tampak mengalami perkembangan. Badan
> kelihatan kekar dan kecepatan bertambah. Apa yang kamu lakukan
selama ini?
> 
> IB : Selama ini saya menyadari bahwa tubuh saya tidak terlalu tinggi
> (174 cm red.) tapi tetap ingin berprestasi di tingkat atas. Jadi saya
> menguatkan fisik dengan fitness 3 kali seminggu di FC Utrecht Gym agar
> otot membesar dan kuat.
> 
> DJ : Bagaimana dengan makanan. Apakah juga disesuaikan?
> 
> IB : Sudah tentu, selalu memperhatikan makanan. Tapi tidak dengan
> skema yang ketat.
> 
> DJ : Kalau kemajuan ini terus dipertahankan maka tidak heran kalau
> PSSI juga tertarik. Apakah sudah ada dari pihak PSSI yang menghubungi?
> 
> IB : Belum ada, sejak Asia Cup 2007, tidak ada lagi kontak. Kita
> tunggu saja.
> 
> DJ : Syarat lainnya untuk terseleksi di timnas Indonesia kamu harus
> pegang paspor Indonesia. Tahun lalu ketika mencapai usia 18 tahun,
> kamu masih bisa memilih paspor Belanda atau Indonesia. Apakah kamu
> masih pegang paspor Indonesia?
> 
> IB : Ya, itu masih tetap. Saya tidak berubah paspor, tetap Indonesia.
> 
> DJ : Lha itu kok di situsnya FC Utrecht tertulis kamu warga Belanda?
> 
> IB : Oh ya, saya malah tidak memperhatikan. Itu mungkin karena memang
> FC Utrecht tidak pernah mendata pemain yang lahir di Belanda. Jadi
> ditulis saja warga Belanda. Yang benar saya masih tetap warga Indonesia.
> 
> DJ : Jadi masih tetap mau dan ingin memperkuat timnas Indonesia?
> 
> IB : Iya itu tidak pernah berubah. Tentu harus memperhitungkan juga
> jadwal main di FC Utrecht.
> 
> DJ: Makasih perbincangannya. Saya dan semua pencinta bola di Indonesia
> berharap kamu lebih sering bermain di tim utama FC Utrecht. Agar suatu
> saat bisa memperkuat timnas Indonesia.
> 
> Demikian wawancara dengan Irfan Bachdim dalam bahasa Belanda yang
> dialihbahasakan. Djenol
> 
> Source : Djenol Blogspot
> Posted by Oscar7 @UI Forum
>


Kirim email ke