Met masuk pinal deh. Buat: MU (versi Om Yon) Manu (versi tipi) Manyoo (versi insult) Munyuk, munyet, (versi chat room non United fans)
dll.dll.dll. Ga usyah marah. Dah masuk pinal ini. Tapi ada catatannya. Walo masuk pinal, MU mainnya ga branjak jauh dari leg1. Klo leg1 ibarat ibu2 arisan, leg2 lumayan sih, ibarat ibu2 lagi demo masak, semangat tapi masih ga yakin klo masakannya enak. Cuma karna faktor semangat penonton yg sudah susah payah masuk OT dan bayar mahal yg membuat pemain2 MU tetep semangat. Klo tetep main spt ini di final, bakal jadi makanan empuk Chelsea ataupun LIVERPOOL. Barca, spt leg1 kembali telat memasukan Henry dan Bojan. Akan lain hasilnya klo mereka berdua masuk sejak babak kedua mulai. Dua partai SF UCL tsb, jelas membuktikan siapa yg lebih bagus antara Messi dan Ronaldo, Messi ibarat anak yg lagi seneng2nya manjat pohon, sementara Ronaldo bagai seorang anak takut2 klo manjat pohon bisa luka lecet sedikit. Wokeh. Sekali lagi slamet. Brarti All EPL Final donk. Josss. *SIKATTT chelsit, ... eh Chelsea !!! --- In [email protected], "Daniel Vero" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Congrats buat MU dan fans! Setelah sembilan tahun akhirnya kembali ke > final Champion. > > Lolosnya MU menjadi bukti bahwa terkadang sepakbola itu sangat kejam. > Melawan Barca dalam dua leg, MU teramat jelas didominasi oleh > permainan lawan. Ada yang bilang bahwa itulah strategi dan kepintaran > SAF. Benarkah? > > NO! > > DNA MU adalah sepakbola menyerang. Jadi jika selama pertandingan > mereka selalu bertahan, apakah itu taktik atau memang karena dipaksa > lawan untuk bertahan? > > Gue bilang karena MU memang hanya bisa bertahan. Lihat formasi > starting line up MU di lini tengah. Ronaldo, Nani, Scholes, Carrick, > Park Jing Sung. Kecuali Carrick, semuanya pemain bernaluri menyerang. > Naif kalo ada yang bilang SAF sengaja memasang strategi bertahan. > > Tetapi poin positifnya adalah pemain-pemain menyerang tersebut > ternyata mampu membantu lini pertahanan dengan amat baiknya. Teves, > sebagai contoh. Gue melihat udah kayak Gatusso. Sibuk banget di > seputaran garis tengah lapangan, ngejar bola ke sana kemari. > > Tersingkirnya Barca adalah kebodohan mereka sendiri. Mereka menguasai > bola 60% dari waktu pertandingan tetapi tak satupun bikin peluang > emas. Cuma satu pemain yang menonjol yaitu Messi. Pemain-pemain MU > dibuatnya seperti anak kemarin sore. Sayang dia lupa kalo sepakbola > adalah permainan tim. > > Andai saja tadi malam Barca bisa mencetak 1 gol, pasti pertandingan > akan jauh lebih hidup. SAF akan menyuruh anak buahnya main lebih > terbuka dan agresif menyerang. Dan penonton dapat menyaksikan bola > masuk gawang lebih dari 2 kali. >
