Bagus nih buat case study...
 
----- Original Message -----
From: Iskandar Z
Sent: Friday, October 06, 2006 1:43 AM
Subject: [Manager-Indonesia] Fw: BenQ, Kasus Pailit Dalam Ekonomi Global

hallo kawan-kawan,
maaf bagi kawan-kawan yang sudah tahu, saya sekedar ingin berbagi info.
terimakasih
 
----- Original Message -----
From: Iskandar Z
Sent: Thursday, October 05, 2006 9:09 PM
Subject: BenQ, Kasus Pailit Dalam Ekonomi Global
 
BenQ, Kasus Pailit Dalam Ekonomi Global
oleh: Peter Phillipp

Merjer bisnis telepon genggam perusahaan BenQ dan Siemens menjadi BenQ-Mobile awalnya bagai angin harapan, terutama bagi para pekerja pabrik di Jerman. Setelah BenQ menyatakan bangkrut, semua pihak saling tuding.

Kamis pekan lalu perusahaan elektronik Taiwan, BenQ yang tahun lalu mengambil alih bisnis telepon genggam perusahaan Siemens, menyatakan bangkrut. Pagi hari Jum’at, BenQ mengajukan berkas pernyataan pailit itu ke pengadilan München.
 
Kucuran dana dari Taipei telah dihentikan, pabrik BenQ di Jerman akan ditutup. Tidak ada informasi positif tentang pengaturan masa depan pegawai yang bekerja di situ, yang diketahui hanya, mendatang telefon selluler merek BenQSiemens akan diproduksi di Asia.

Sebelum dijual ke BenQ pada tahun 2005, bisnis ponsel Siemens sudah megap-megap. Mencari jalan keluar, Siemens yang berpusat di München, kemudian menjual bisnis ponsel ini ke BenQ dengan harga murah.

Sebelum diberikan kepada pemilik barunya, disebutkan Siemens telah menginvestasi 250 juta Euro ke dalam sektor ponselnya dan mengambil alih kerugian sebanyak 100 juta Euro. Pun dikatakan, sebagai imbalan BenQ berjanji akan meneruskan produksi ponsel di Jerman sekurangnya selama lima tahun. Ketika itu bos Siemens, Klaus Kleinfeld mempromosi tindakannya sebagai suatu keberhasilan.

Klaus Kleinfeld: "Penting diingat, bahwa BenQ mengambil alih semua pegawai, lokasi produksi dan semua kesepakatan yang ada dalam kontrak-kontrak dengan kami. Selain itu semua pegawai mengetahui bahwa ada peluang baru dengan pengambilalihan ini. BenQ berkewajiban mengintegrasi bisnis telefon genggamnya ke dalam bisnis kami dan lokasi kantor pusatnya berada di München.“

Nyatanya, secara tertulis jaminan untuk melanjutkan produksi di Jerman hanyalah satu tahun dan berakhir tahun ini. Sekarang bukan saja 1.400 tempat kerja di kantor pusat München yang terancam, melainkan pekerjaan dari 200 orang di Bocholt dan 1.650 orang di pabrik BenQ di Kamp-Lintfort, dua lokasi di Nord-Rhein Westfallen. Dalam keterangan pers, pihak menejemen BenQ Mobile menyatakan masih akan mengambil sejumlah tindakan agar bisnis sehari-hari tetap berjalan.

Namun siapa sangka perusahaan Taiwan ini akan bangkrut? Awal tahun ini, Direktur Eksekutif BenQ Mobile, Clemens Joos masih sangat optimis. Ia melihat keuntungan besar karena sumber penyanggah perusahaan tidak di satu lokasi.

Clemens Joos: 'Menurut saya, kinerja perusahaan berawal dengan sangat positif. Pemilik di Taiwan sangat hati-hati dan teliti, dan berusaha keras untuk menjaga struktur di dalam perusahaan. Kami tidak punya dua pabrik di Jerman, dua perkembangan yang berbeda dan karena itu tidak ada kebutuhan restrukturisasi yang besar. Inilah yang membantu kami meluncurkan produk-produk baru ke pasar dan saya kira dalam setengah tahun sudah bisa mencatat keberhasilan.“

Tampaknya waktu itu Joos berharap, neraca perusahaan sudah bisa dibukukan dengan tinta hitam tahun depan. Namun awal musim panas ini, berita bahwa banyak tempat kerja di Jerman yang terancam, sudah terdengar. Ketika membeli Siemens bulan Juni tahun lalu, BenQ mengambil alih sekitar 6.000 orang pegawai.

Saat ini, pegawainya tinggal sedikit lebih dari separuhnya. Itupun untuk menjamin pekerjaannya, para pegawai ini telah memberikan berbagai konsesi tahun lalu, khususnya dalam urusan gaji. Namun semua upaya penghematan tampaknya tidak berguna.

Hasil penjualan tidak menunjang, banyak HP yang dipulangkan oleh pembelinya karena bermasalah. Usaha BenQ meningkatkan imej produknya, kurang berhasil. Sehingga model-model baru yang diluncurkan tidak begitu laku.

Sementara itu, di Kamp Lintfort para buruh pabrik mendapat dukungan dari politisi. Perdana Menteri Nord Rhein Westfallen, Jürgen Rüttgers dari partai Kristen Demokrat, CDU, melontarkan kritik keras kepada BenQ. Kepada konstituennya, ia mengatakan:

Jürgen Rüttgers: "Anda dulu bersama dengan serikat buruh IG metal menahan diri soal gaji, karena diberitahu bahwa bila tidak menuntut maka tempat kerja itu akan terjamin. Dan banyak orang yang memuji sikap Anda. Bila sekarang orang yang memuji itu dan yang menjanjikan bahwa akan menetap lima tahun di Jerman untuk memproduksi telepon genggam, secara gampang kini ingin menutup lokasi di sini, itu sebuah kelancangan. Semoga ini jelas!“

Kritik terhadap BenQ datang dari berbagai arah. Partai Sosial Demokrat, SPD menuntut adanya konsekwensi politis, disebabkan pekerja dijadikan bahan mainan perusahaan yang tidak serius.

Demikian Sekretaris Jenderal SPD, Hubertus Heil di Berlin. Ia menyebut situasi ini sebagai skandal besar dan mempertanyakan pilihan perusahaan untuk mem-PHK pekerja dan bukannya memperbaiki kinerja perusahaan. Seperti sejumlah pihak lainnya, ia mempertanyakan sikap perusahaan Siemens.

Walaupun secara hukum tidak tersangkut lagi dalam kasus pailit ini, Siemens masih dituntut tanggung jawab sosialnya. Sekjen partai SPD, Hubertus Heil menuding, Siemens berusaha melarikan diri dari tanggung jawab hubungan kerjanya melalui pernyataan bangkrut ini.

Tuduhan terhadap Siemens memang banyak. Banyak pihak menduga, Siemens lempar batu sembunyi tangan. Sejumlah buruh menilai, Siemens sengaja memperalat BenQ untuk menutup sektor telepon genggamnya dengan biaya murah.

Sebuah perusahaan asing tidak harus memenuhi hukum perburuhan di Jerman. Detlev Wetzel, Kepala Serikat Buruh IG Metall untuk wilayah Nord Rhein Westfallen, menuduh BenQ dan Siemens menyalahi hak pegawainya.

Detlev Wetzel: "Menurut saya, apa yang terjadi dengan Siemens dan BenQ merupakan kesalahan besar. Khususnya karena Siemen telah melakukan restrukturisasi, begitu juga BenQ. Satu-satunya yang dirugikan hanyalah para buruh di pabrik. Ini merupakan ketidak adilan, dan kami punya alasan kuat untuk bertindak agar hal ini tidak menjadi kenyataaan.“

Tuduhan ini disangkal keras oleh Janos Gönczöl, Kepala bagian Corporate Communications perusahaan Siemens.

Janos Gönczöl: "BenQ dulu dipilih karena orang percaya, bahwa sebuah merger antara perusahaan Eropa dan Asia merupakan persyaratan ideal untuk secara jangka panjang menjamin pekerjaan di Jerman.“

Sementara Ketua Dewan Komisaris perusahaan Siemens, Heinrich von Pierer menyatakan bahwa tindakan BenQ bukan bagian dari kesepakatan kedua perusahaan itu.

Di pihak lain, BenQ juga membela diri. Di Taipei, juru bicara BenQ, Eric Yu mengatakan, perusahaannya sudah berusaha sejauh mungkin untuk menghentikan kerugian. Namun gagal. Disebutkan, kerugian ini terjadi terutama karena permasalahan di bidang penelitian dan pengembangan.

Sejak mengambil alih bisnis ponsel Siemens, BenQ sudah merugi 840 juta Euro. Akibatnya dua pabrik BenQ, di Meksiko dan Taiwan, terpaksa ditutup. Selain di kedua tempat itu, BenQ masih memiliki pabrik di Shanghai, Suzhou dan Brasil. Disamping itu, tiga pusat penelitian dan pengembangan di Taiwan, Beijing dan Brasil.

Saling tuding terus berlanjut. BenQ juga menuduh Siemens tidak membantu, ketika dimintai pertolongan untuk mengatasi krisis dana yang terjadi. Oleh sebab itu, BenQ memutuskan untuk melepaskan bisnis merugi di Jerman ini. Kenyataannya, keputusan BenQ disambut di pasar bursa Taipei, yang mencatat kenaikan harga saham BenQ sebanyak 6%.

Saat ini berkas pernyataan pailit yang diajukan BenQ kepada pengadilan München sedang diteliti oleh Administrator kasus Pailit, Martin Prager. Mungkin seperti yang disebutkan Dewan Pengurus Perusahaan, ia akan menemukan bahwa sisa modal BenQ sebesar 25.000 Euro tidak cukup untuk membayar satu hari gaji seluruh pegawai Jerman perusahaan itu.

Namun sementara ini Martin Prager beranggapan, produksi BenQ Mobile masih mungkin dilanjutkan sampai akhir tahun. Sesudah itu, bagaimana masa depan para buruh pabrik yang di PHK, masih belum diketahui.
.

__._,_.___

To subscribe e-mail to: [EMAIL PROTECTED]






SPONSORED LINKS
Indonesia phone card Indonesia tour Indonesia travel
Indonesia flower Indonesia diving

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke