Setiap orang punya ‘cara’ sendiri2 dalam
  mengekspresikan sesuatu. Selama itu tidak 
  melanggar Norma, selama itu pula dituntut 
  pengertian dan kesabaran Manusia lain.
  Dan hrs disadari memang semua hal
  selalu ada batasnya.
   
  Dan yakinlah bahwa tidak semua insinyur
  Seperti itu gagagagagagag … 
  Contohnya saya wakakakakakak
  Ya gak, Foed … 
   
  Ir. didit


nur riana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:              

  ----- Forwarded Message ----
From: shofi maulidia <[EMAIL PROTECTED]>
To: AE 37 <[EMAIL PROTECTED]>; mz akbar <[EMAIL PROTECTED]>; erwin <[EMAIL 
PROTECTED]>
Sent: Thursday, November 23, 2006 3:59:06 PM
Subject: [Agricultural Engineering 37] good story........

          Dear My beloved friends….
  Please read the story below...
  It's really really good story...


Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya 
menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di 
bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya 
harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu 
telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan 
halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang 
menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan 
ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami 
telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, 
bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa ?", tanya suami saya dengan terkejut.

"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab 
saya.

Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak 
seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin 
bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, 
apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?

Dan akhirnya suami saya bertanya," Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah 
pikiran kamu ?"

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya 
pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya 
akan merubah pikiran saya:
Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung. Kita 
berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan 
memetik bunga itu untuk saya ?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." 

Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas 
dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang 
bertuliskan. ..

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk 
menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk 
membacanya.

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, 
dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi aneh'.

Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau 
meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."

"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan 
itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar 
ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan 
mencabuti uban kamu."

"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, 
menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga 
yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."

"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung 
itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir 
menangisi kematian saya."

"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya 
mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, 
kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk 
mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, 
tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas 
dengan semua jawaban ini dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah 
ini, tolong bukakan pintu
rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."

"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk 
membereskan barang-barang saya dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. 
Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan 
wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia 
mencintai saya.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari 
perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud 
yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain 
yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita 
dan bukan mengharapkan wujud tertentu.



  
---------------------------------
  Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business. 





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com   

         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke