gagagaag ...
  wit ... kayaknya baru kali ini pake kosakata
  " lu " ya?
  hehehehehe ... gaul nich.
  kemana aja ? di LAB ???
   
  didit

ayu armanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  lu kayaknya butuh dengerin album seismic sama temen sejatinya brothers..


>From: Raditya Eka Permana 
>Reply-To: [email protected]
>To: [email protected]
>Subject: Re: [cahdemak] Fw: [Agricultural Engineering 37] good 
>story........
>Date: Sat, 23 Dec 2006 00:42:44 -0800 (PST)
>
>Ha hahahahaha gagagag
> itu mah gampang, Put.
> kalo soal nikah ... anak SMP jg bs gagagagagk.
> ya gak?
>
> didit
>
>
>ifud wrote:
> pantesan .....kamu sampai skr belum nikah nikah.........
>
>
>
>Raditya Eka Permana wrote:
> Setiap orang punya ‘cara’ sendiri2 dalam
> mengekspresikan sesuatu. Selama itu tidak
> melanggar Norma, selama itu pula dituntut
> pengertian dan kesabaran Manusia lain.
> Dan hrs disadari memang semua hal
> selalu ada batasnya.
>
> Dan yakinlah bahwa tidak semua insinyur
> Seperti itu gagagagagagag …
> Contohnya saya wakakakakakak
> Ya gak, Foed …
>
> Ir. didit
>
>
>nur riana wrote:
>
> ----- Forwarded Message ----
>From: shofi maulidia 
>To: AE 37 ; mz akbar ; 
>erwin 
>Sent: Thursday, November 23, 2006 3:59:06 PM
>Subject: [Agricultural Engineering 37] good story........
>
> Dear My beloved friends….
> Please read the story below...
> It's really really good story...
>
>
>
>Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan 
>saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya 
>bersandar di bahunya yang bidang.
>
>Tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya 
>harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya 
>dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
>
>Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta 
>berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak 
>yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
>
>Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. 
>Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam 
>pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
>
>Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, 
>bahwa saya menginginkan perceraian.
>
>"Mengapa ?", tanya suami saya dengan terkejut.
>
>"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," 
>jawab saya.
>
>Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, 
>tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan 
>saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat 
>mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?
>
>Dan akhirnya suami saya bertanya," Apa yang dapat saya lakukan untuk 
>merubah pikiran kamu ?"
>
>Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya 
>pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, 
>saya akan merubah pikiran saya:
>Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung. 
>Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu 
>akan memetik bunga itu untuk saya ?"
>
>Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya 
>besok."
>
>Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.
>
>Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar 
>kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu 
>hangat yang bertuliskan. ..
>
>"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya 
>untuk menjelaskan alasannya."
>
>Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk 
>membacanya.
>
>"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap 
>bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu 
>yang pegal."
>
>"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi aneh'.
>
>Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau 
>meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."
>
>"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, 
>dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya 
>agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku 
>kamu dan mencabuti uban kamu."
>
>"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, 
>menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna 
>bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."
>
>"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing 
>gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata 
>kamu mengalir menangisi kematian saya."
>
>"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari 
>saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan 
>tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa 
>menahan kamu untuk mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat 
>membahagiakan kamu."
>
>Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, 
>tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.
>
>"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu 
>puas dengan semua jawaban ini dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di 
>rumah ini, tolong bukakan pintu
>rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."
>
>"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk 
>untuk membereskan barang-barang saya dan saya tidak akan mempersulit hidup 
>kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."
>
>Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu 
>dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan 
>saya.
>
>Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari 
>dia mencintai saya.
>
>Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang 
>dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta 
>dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir 
>dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
>
>Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan 
>kita dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
>
>
>
>
>---------------------------------
> Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
>
>
>
>
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
>http://mail.yahoo.com
>
>
>
> __________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
>http://mail.yahoo.com
>
>
>
> __________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
>http://mail.yahoo.com
>
>
>
> __________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
>http://mail.yahoo.com

_________________________________________________________________
FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! 
http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/



Silakan kunjungi website milis di http://groups.yahoo.com/group/cahdemak

Berdiskusi seputar Demak di forum www.s14.invisionfree.com/demak

Arsip-arsip berita seputar demak, mengenai Bupati, DPRD, pendidikan, sosial dan 
budaya, serta lainnya dapat dilihat di 
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/files/

Data base anggota milis dan tokoh masyarakat demak dapat dilihat di 
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/database

Photo seputar demak dapat dilihat di 
http://photos.groups.yahoo.com/group/cahdemak/lst

Link ke website tentang demak dapat dilihat di 
http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/links 
Yahoo! Groups Links





 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke