sisi lain grebek besar tanggal 25 -28 Des yang lalu, pulkam ke Demak, pengen tahu perkembangan grebek besar, setelah sekian lama nggak ngelihat kondisi grebek besar ng Demak. ternyata di balik sepinya pengunjung tidak hanya dari faktor hujan, akan tetapi sepi karena memang yang berjualan/berdagang menurun, Lapangan tembiring yang biasanya rame pedagang pada saat opening, suepi...banyak lahan2 yang masih kosong. setelah saya nanya-nanya apa penyebab sepinya orang yang berdagang, ternyata faktor bea sewa yang mahal, bea sewa dibandingkan tahun kemaren naek 2 kali lipat. contoh orang jualan martabak yang biasa sewa 300K selama grebek naek jadi 700K. artinya kalau pedagang jualan 7 hari dengan keuntungan harian 100K baru bisa nutup bea sewa. makanya nggak heran banyak calon pedagang yang balik lagi karena bea sewa yang mahal, selain itu kecenderungan pedagang lebih memilih jualan di luar area tembiring seperti alon-alaon dan Jl Sultan Fatah. Kenapa mahal ??? bea operasionalkah ? lha pemerintah mung nyediakan lahan doang. ternyata bisnis lahan besaran sudah dipindahkan ke pihak ke-3 (baca calo). jadi kalau mau sewa nggak perlu dateng ke Bapeda, dateng aja ke pihak ke-3 (calo). berdasarkan info yang beredar lahan tembiring di outsource senilai 250jt.yah pemerintah cepet dapet uang dan nggak perlu repot-repot ngurusin. bea sewa yang mahal otomatis semakin menekan pedagang untuk menaikkan harga, kalau harga naek ujung-ujungnya pengunjung dapat harga yang lebih mahal dari semestinya.
dibalik itu semua grebek besar tetap saja dianggap sebagai ritual tahunan yang sudah semestinya ada. kita berdoa aja semoga masyarakat DEMAK mensikapi rituial ini secar bijak, mau pilih ngabisin duit utuk besaran atau lebih baik berkurban ? atau kalau mampu dua-duanya. Wassalam, Zaenal ====================================================== Hujan, Pengunjung Garebek Sepi DEMAK- Sepinya pengunjung di arena Garebek Besar De-mak dikeluhkan sejumlah pedagang yang memenuhi arena tersebut, di Tembiring Jogo Indah. Seringnya hujan turun pada sore hari diperkirakan menjadi penyebab sepinya pengunjung. Keramaian hanya terlihat saat pembukaan. Pada hari-hari sesudahnya, jumlah pengunjung sepi, apalagi hampir setiap hari Demak diguyur hujan. Seorang pedagang gerabah, Wahid (43) menuturkan, sejak membuka dasaran empat hari lalu ia hanya mendapat uang Rp 200.000. Padahal, tahun-tahun sebelumnya bisa lebih dari Rp 500.000. ''Memang tidak seramai tahun lalu. Jumlah pengunjung sedikit, pendapatan saya juga sedikit,'' kata Wahid yang mengaku dari Grobogan. Kendati pengunjung belum ramai, ia mengaku tidak tertarik menurunkan harga jual gerabahnya. Bapak tiga anak ini mengaku yakin akan ada peningkatan jumlah pengunjung pada hari-hari menjelang puncak garebek, apalagi berurutan dengan perayaan tahun baru. Pedagang lainnya, Nuryanto (51) mengatakan, apabila hujan masih terus turun malam hari, ia memperkirakan tidak akan ada kenaikan jumlah pengunjung. ''Ya, mudah-mudahan saja tidak turun hujan,'' harapnya. Di arena garebek terdapat berbagai hiburan. Di antaranya komedi roda putar, atraksi ketangkasan sejumlah hewan, dan tong setan. Berbagai permainan itu semestinya dapat memberikan hiburan segar bagi pengunjung. (H1-37) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
