Kita ambil manfaatnya saja, dengan adanya diskusi seperti ini kita jadi tahu siapa-siapa yang andil dalam perinternetan di indonesia walau dengan cara masing-masing entah andil beneran atau hanya sodok menyodok demi keuntungan atau kepentingan diri sendiri. Wallohu'alam... hanya tuhan dan pribadi masing-masing yang tahu hati seseorang. Tapi dalam forum diskusi seperti ini ya boleh-boleh saja berpendapat, pasti ada pro dan kontra.
-catur On 4/20/05, Batara Surya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hmn..... dialog pada dua postingan terkhir ini kelihatannya sudah > menunjukkan sikap masing-masing, > tetap berada pada idealisme masing-masing... > > > ----- Original Message ----- > From: "Budi Rahardjo" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Wednesday, April 20, 2005 6:45 AM > Subject: Re: Re: [ccTLD-ID] Peta internet (non) governance di Indonesia > > > On Wed, Apr 20, 2005 at 01:47:19AM +0700, [EMAIL PROTECTED] wrote: > >> sah-sah saja anda mengatakan itu apa adanya, menurut saya pendapat > >> itu pasti mewakili perpektif dimana anda berdiri. Kami juga punya > >> "pernyataan" apa adanya, yg mungkin tidak tersepakati oleh anda yg > >> berdiri pada perpektif yg berbeda dengan kami... > > > > Yup. Jadi biarkanlah kami berpendapat. Toh ini juga milis kami yang > > terbuka untuk umum. > > > > ... > >> Jadi, anda lah yg pertama menguak persoalan kepada publik.... > > > > Ya. Saya tidak menyangkal hal itu. Saya *sengaja* membuka hal ini ke > > publik agar publik tahu apa yang terjadi di belakang layar. Supaya > > komunitas tahu perlakuan apa yang kami terima dan dapat belajar dari > > pengalaman ini. Soalnya, bodohnya saya, tidak belajar dari pengalaman > > pak Samik ketika menghadapi APJII juga. > > > >> Nah tuh kan.. > >> ada istilah baru lagi: "nyodok di belakang....." > > > > Maaf pak Heru. Saya memang benar merasakan hal itu. Lihat saja > > kronologisnya dan langkah-langkah yang diambil. Itu langkah-langkah > > yang terlihat oleh umum. Masih ada banyak langkah lain yang tidak > > bisa saya ceritakan kepada publik yang intinya ingin mendongkel kami > > dari pengelolaan domain. (Ada yang kasak kusuk.) > > Perlakuan yang saya terima bukan hal yang biasa. > > > > [Bukan, saya tidak berbicara mengenai upaya2 yang dilakukan oleh EL6. > > Saya tidak berbicara tentang dia, meskipun yang dia lakukan juga sejalan > > dengan yang diinginkan oleh oknum APJII. Yang lucu bagi saya adalah > > entah sadar atau tidak, meskipun mereka saling bermusuhan, ternyata > > mereka sejalan. Mungkin pepatah "your enemy is my enemy?" ada benarnya.] > > > >> Kalau anda setuju, saya menawarkan diri untuk dialog. > > > > Saya menolak. Seperti sudah saya jelaskan ke pak Karno di LII. > > Untuk bertemu secara institusi, maka *semua dewan ketua APJII* > > harus hadir. Struktur di APJII membuat anda atau salah seorang dewan > > ketua tidak dapat membuat keputusan. (Sifatnya seperti, atau memang, > > berbentuk formatur.) Anda kan tidak bisa membuat keputusan. > > (Misalnya keputusan untuk menjadi registrar, keputusan untuk ini itu > > kan harus dari dewan ketua.) > > Jadi apa manfaat bertemu? > > > > Sebagai catatan, saya sudah banyak ketemu dengan rekan-rekan APJII, > > termasuk anggota dewan ketua. Secara individu, satu persatu. > > Tidak ada progres, tidak ada perubahan. Ya sekedar ngobrol2/makan2. > > Secara perorangan tidak masalah, tapi secara institusi nggak manfaat. > > Tidak ada keputusan2 yang dapat dibuat. > > > > Lagi pula seperti anda katakan, munas APJII tinggal sebulan lagi dan > > anda tidak mencalonkan diri lagi. Silahkan munas dulu lah. Silahkan > > diskusi secara *formal* di institusi anda, baru saya akan bicara dengan > > pimpinan berikutnya. > > > > Jangan anggap penolakan ini sebagai ego yang mau menang sendiri, atau > > merasa paling benar. Bukan itu. Saya hanya tidak melihat manfaatnya jika > > anda dan saya ketemu. Kalau ketemu dengan *seluruh dewan ketua*, nah itu > > baru mungkin baik karena kita bisa make decision. > > > >> >PS: saat ini ada request dari APJII untuk menggunakan nama domain > >> >idnic.net.id :( sigh... > >> >Bagaimana saya bisa menghargai dengan langkah2 seperti ini? > >> > > >> > >> Itulah salah satu sikap dari perspektif kami, sah-sah saja kalau > >> anda lalu menolak atau tidak sepakat. > > > > Ok. Ini merupakan salah satu move yang saya anggak "nyodok dari belakang" > > Ya samalah seperti kasus Ambalat. > > Sudah tahu domain tersebut tadinya kami pakai untuk mengelola domain kok > > sekarang diminta. Apa tidak membingungkan pengguna domain Indonesia? > > > >> Tidak perlu menghargai apa yg kami lakukan, seperti kami juga tidak > >> harus selalu menghargai apa yg anda lakukan... > > > > Ok. > > > >> Kalau pilihannya adalah membiarkan situasi tetap seperti ini atau > >> bergulir sebagaimana adanya, juga silahkan..... > > > > Yup. Kami punya program (registrar-registry) yang harus kami selesaikan. > > Urusan dengan APJII hanya merupakan distraction yang harus saya tangani. > > > > > > -- budi > > > > > >
