----- Original Message -----
From: "Budi Rahardjo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, July 18, 2005 11:18 PM
Subject: Re: [ccTLD-ID] pendaftaran domain bigraf.co.id
On Mon, Jul 18, 2005 at 05:19:45PM +0700, Mustafa Ramadhan wrote:
Contoh kasus, bagaimana dengan domain depdikbud.go.id atau
depdiknas.go.id?. Kalau konsisten bukankah "seharusnya" ddb.go.id atau
ddn.go.id?.
Begini. Di .ID, setiap second level domain (SLD) memiliki aturan
sendiri-sendiri. Misalnya co.id ribet seperti anda sebutkan.
Untuk go.id, beda sendiri. Tapi mereka memiliki aturan juga.
Demikian pula ac.id juga ada aturannya sendiri.
or.id dan web.id juga, hanya lebih lunak saja.
Beberapa tahun yang lalu, dibuat sebuah kelompok kecil untuk membahas
masalah domain co.id. Hasilnya, ya seperti sekarang ini.
Catatan:
Ya sudah kalau begitu. Hanya "lucu" dan "aneh" saja!
Saya lagi mau usul untuk membahas pembaharuan tentang domain sch.id.
Ada beberapa masalah seperti SMU atau SMA? Singkatan nama kota? dsb.
Kalau ada yang mau memulai?
Wah, susah juga ya untuk mencoba jadi NASIONALIS?!
Maksudnya?
Beberapa tahun yang lalu ada orang asing yang mau "membeli" semua
pengelolaan domain .ID. Dia bisa generate revenue, tapi dia akan
membebaskan aturan. Semuanya boleh. Dapat dibayangkan, akan berantakan
struktur .ID. Apakah ini yang disebut nasionalisme?
Catatan:
Wah, nasionalis kok dihubungkan dengan orang asing!. Saya orang Indonesia,
bahkan paling tidak 5 turunan saya dan pendahulu-pendahulu saya asli orang
Indonesia. Tidak ada keturunan Cina, Arab, India atau Eropa (baca: bule).
Oleh karena itu, biarpun sudah punya domain .com dan .net (yang katanya
lebih "bergengsi" dan mengglobal), saya mau juga pakai yang Indonesia. Masak
orang Indonesia tidak "juga" pakai/punya domain .ID?. Sederhanakan?. Tapi
kalau urusannya seperti ini ya tidak jadi dong!.
Oh ya, saya pernah juga "berurusan" dengan domain go.id. Ya, sama ribetnya.
-- budi