CARUT MARUT FFI 2006
   
  Akhir-akhir ini perfilman Indonesia dikejutkan oleh sebuah hentakan yang 
mengejutkan para sineas film. Bukan! Bukan! Bukan, hentakan bahwa perfilman 
Indonesia akan go International. Melainkan hentakan kontroversi yang menyangkut 
sineas film muda untuk  memperlakukan lembaga FFI bersikap untuk berlaku 
adil,khususnya.
   
  Yup, gara-gara film ESKUL yang dibintangi oleh aktor muda yang aktingnya 
patut diperhitungkan Raymond F Tungka yang juga diproduksi oleh Indika 
Entertaiment punyanya Shanker RS sebagai film terbaik dalam FFI 2006 lalu 
mengalami kontroversi. Salah satunya kontroversi yang paling mencolok adalah 
hal hak cipta. Kononnya, dalam film tersebut banyak mengambil atau mengadopsi 
dari film hollywood dan korea. Baik dari segi ilustrasi musik maupun 
ceritanya.. Entahlah!
   
  Tapi bagi saya soal benar atau tidaknya film tersebut produk epigon saya 
nggak terlalu ambil dan ikut memperkeruh suasana apalagi terprovokasi. Apalagi 
akan merubah UU Perfilman dan membuat award tandingan segala.  Jangan sampai 
deh! Jangan sampai kesitu. Kalau pun itu terjadi, saya harap bisa dirundingkan 
dengan kepala dingin. Boleh hati panas asal pikiran dingin. Diri sama tegak, 
duduk sama rendah! Jangan emosi yang dikedepankan, nanti hasilnya tidak akan 
mendapatkan titik terang dan benang merahnya? Kalau kita mengedepankan emosi 
sesaat saja! 
   
   
  Kalau saya mau bicara memangnya saya apaan sih? Pemerhati film juga bukan, 
kritukus film apalagi! Tapi saya sebagai pencinta perfilman Indonesia dan hobby 
nonton film sepantasnya dunk memberikan “curhat” untuk perfilman Indonesia 
untuk masa akan datang lebih baik dan lebih maju. Hidup perfilman inddoesia!
   
  Nggak pus hasil dari film ESKUL sebagai film terbaik FFI tahun 2006? Its 
okay!  Itu wajar saja kok sebagai para pelaku film, sineas maupun kritukus film 
muda yang tidak puas hasil panitia FFI 2006 atas dinobatkan film tersebut. Tapi 
apakah tidak ada jalan keluarnya selain memboikot, membuat award tandingan, dan 
merubah UU perfilman Indonesia dan memulangkan semua piala Citar yang didpat. 
Kan sayiang? Memang sih ini juga untuk perbaikan perfilman Indonesia juga serta 
agar lembaga FFI kebih teliti dalam melihart kwalitas, kwatitas dan 
originalitas sebuah film saya sih setuju saja! Namun sungguh disayangkan kalau 
sampai perfilman Indonesia ini matii suri lagi. Ayo, kita cari jalan yang tepat 
dan dan jalan keluaranya agar perfilman Indonesia lebih maju daripada perfilman 
asaing. Hanya satu harapan bagi saya: najaulah perfilman Indonesia, Majulah 
para sineasa muda. Terus maju untuk perfilman Indonesia…Semoga! 
   
   

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke