KONTROVERSI FILM EKSKUL DI FFFI 2006
        Akhir-akhir ini perfilman Indonesia dikejutkan oleh sebuah hentakan 
yang mengejutkan para sineas film. Bukan! Bukan! Bukan, hentakan bahwa 
perfilman Indonesia akan go International. Melainkan hentakan kontroversi yang 
menyangkut sineas film muda untuk  memperlakukan lembaga FFI untuk  bersikap 
berlaku adil,khususnya.
   
  Yup, gara-gara film EKSKUL yang dibintangi oleh aktor muda yang aktingnya 
patut diperhitungkan Raymond F Tungka yang juga diproduksi oleh Indika 
Entertaiment milik Shanker RS sebagai film terbaik dalam FFI 2006 lalu 
mengalami kontroversi. Salah satunya kontroversi yang paling mencolok adalah 
hal hak cipta. Kononnya, dalam film tersebut banyak mengambil atau mengadopsi 
dari film hollywood dan Korea. Baik dari segi illustrasi musik maupun 
ceritanya. Dari bukti yang diperlihatkan oleh para sineas muda film Korea itu 
berjudul Taekgukgi film Korea produksi tahun 2005. Entahlah!
   
  Tapi bagi saya soal benar atau tidaknya film tersebut produk epigon saya 
nggak terlalu ambil dan ikut memperkeruh suasana apalagi terprovokasi. Apalagi 
akan merubah UU Perfilman no.8/tahun 1992 dan membuat award tandingan segala.  
Jangan sampai deh! Jangan sampai kesitu. Kalau pun itu terjadi, saya harap bisa 
dirundingkan dengan kepala dingin. Boleh hati panas asal pikiran dingin. 
Berdiri sama tegak, duduk sama rendah! Jangan emosi yang dikedepankan, nanti 
hasilnya tidak akan mendapatkan titik terang dan benang merahnya? Kalau kita 
mengedepankan emosi sesaat saja! Lebih baik must go on sajalah.... 
   
   
  Kalau saya mau bicara memangnya saya ini apa sih? Pemerhati film juga bukan, 
kritikus film apalagi! Tapi saya sebagai pencinta perfilman Indonesia dan hobby 
nonton film sepantasnya dunk memberikan “curhat” untuk perfilman Indonesia 
untuk masa akan datang lebih baik dan lebih maju. Hidup perfilman indonesia!
   
  Nggak puas hasil dari film EKSKUL sebagai film terbaik FFI tahun 2006? It's 
okay!  Itu wajar saja kok sebagai para pelaku film, sineas maupun kritikus film 
muda yang tidak puas hasil panitia FFI 2006 atas dinobatkan film tersebut. Tapi 
apakah tidak ada jalan keluarnya selain memboikot, membuat award tandingan, dan 
merubah UU perfilman Indonesia dan memulangkan semua piala Citra yang didapat 
sebagai simbolik ketidakpuasan. Kan sayang? Memang sih ini juga untuk perbaikan 
perfilman Indonesia juga serta agar lembaga FFI kebih teliti dalam melihat 
kwalitas, kwatitas dan originalitas sebuah film saya sih setuju saja! Namun 
sungguh disayangkan kalau sampai perfilman Indonesia ini mati suri lagi. Ayo, 
kita cari jalan yang tepat dan dan jalan keluarnya agar perfilman Indonesia 
makin lebih maju daripada perfilman asing. Hanya satu harapan bagi saya: 
majulah perfilman Indonesia. Majulah para sineas muda. Terus maju untuk 
perfilman Indonesia. Semoga! 
   
  Cheers,
  Fiyan Arjun
  
  http://sebuahrisalah.multiply.com
   
   
   
  ____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail. yahoo.com 

  


  
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
  

  __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke