Refleksi: Apakah ada pembunuh yang mau disebut pembunuh?

http://www.suarapembaruan.com/News/2007/05/03/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Kerusuhan Timor Timur 1999 

Anggota TNI Tak Setuju Disebut Pelaku Pembunuhan 
 

 

SP/Ruht Semiono 

Mantan Komandan Pleton Morse Kompi Bantuan 745 Lospalos Kapten Camilo dos 
Santos (tengah) bersiap meninggalkan ruangan seusai memberikan kesaksian 
terkait kerusuhan di Timor Timur pada 1999, didampingi Ketua KKP Benjamin 
Mangkoedilaga (kiri) dan anggota KKP, Jacinto Alves (kanan) di Jakarta, Rabu 
(2/5). KKP juga mendengarkan kesaksian Sersan Simao Coreia dan Sersan Luis dos 
Santos. 

[JAKARTA] Sersan Simao Coreia menyatakan dirinya tidak senang terhadap undangan 
yang disampaikan Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia-Timor Leste. 
Sebab, dalam undangan itu dinyatakan bahwa dirinya sebagai pelaku pembunuhan 
terhadap korban Mauhudo. Hal itu dikatakannya saat dengar pendapat terbuka 
ketiga Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) di Hotel Borobudur, Jakarta, 
Rabu (2/5). 

Sebetulnya dia merasa bangga diundang KKP. Namun yang membuat hatinya tidak 
senang, dalam undangan dirinya dinyatakan sebagai pelaku pembunuhan. Melalui 
dengar pendapat ini diharapkan nama baiknya dapat dipulihkan, karena dirinya 
tidak merasa melakukan dan tidak terlibat pembunuhan terhadap Mauhudo. 

Dia pun bersedia dikonfrontasi dengan saksi yang menyatakan dirinya terlibat 
dalam pembunuhan Mauhudo. Setelah jajak pendapat, Simao mengaku berangkat ke 
Jakarta untuk mengikuti turnamen voli pantai. "Saya mengetahui pengumuman jajak 
pendapat dari televisi. Pada saat mendegar pengumuman hasil jajak pendapat yang 
dimenangkan prokemerdekaan, saya merasa sangat sedih," katanya. 

Terkait hal itu, Jacinto Alves, anggota KKP mengatakan, dalam undangan yang 
disampaikan kepada Sersan Simao Coreia, dia tidak dikategorikan sebagai pelaku 
pembunuhan, tetapi diundang sebagai orang yang diduga terlibat pembunuhan. 

Hal yang sama juga dikatakan Sersan Luis dos Santos. Dia juga tidak menerima 
jika dituduh melakukan pembunuhan terhadap Mauhudo. Sebab, dirinya tidak 
mengenal dan tidak penah melakukan pembunuhan terhadap Mauhudo. Dia ingin nama 
baiknya dipulihkan karena semua tuduhan terhadap dirinya tidak benar. 

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan harapan agar tali silaturahmi sesama 
orang Timor Timur, baik yang tinggal di Timor Leste maupun yang tinggal di 
Indonesia dapat dijalin kembali. [146] 


Last modified: 2/5/07 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke