SUARA MERDEKA
Selasa, 07 Agustus 2007

Kapolri: Sistem Perekrutan Bersih
  a.. Taruna dari Keluarga Miskin Gratis 
       
      SM/Budi Winarto DI KAMPUS AKPOL: Kapolri Jenderal Sutanto memberikan 
sambutan dalam Pembukaan Seleksi Taruna Akpol Tingkat Pusat 2007 di Kampus 
Akpol Semarang, Senin (6/8).(30)   
     
SEMARANG- Untuk menjawab berbagai kritikan terhadap perekrutan Polri belakangan 
ini, Kapolri mengutamakan transparansi dan keterlibatan pihak luar. Sistem yang 
bersih, transparan, dan akuntabel ini untuk menekan secara maksimal pelanggaran 
atau permainan curang.

"Laporkan saja pada kami bila ada yang melakukan itu. Kami akan beri tindakan 
tegas," kata Kapolri Jenderal Pol Sutanto usai membuka Seleksi Taruna Akpol 
Tingkat Pusat Komisi Persiapan Penetapan Peserta Pendidikan (KP4) 2007, di 
Kampus Akpol Semarang, Senin (6/8). 

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan yang ikut dalam acara 
itu menyambut positif semangat reformasi di tubuh Polri. Khususnya mekanisme 
proses seleksi taruna Akpol. 

"Jangan sampai perbaikan yang telah dilakukan Polri ini, tercemar dengan 
munculnya perbuatan cela selama proses pendidikan di Akpol. Ini menjadi 
tantangan ke depan bagi pimpinan Polri untuk mengawalnya. Sebab, 10 atau 20 
tahun ke depan, angkatan pertama inilah yang akan melakukan reformasi di tubuh 
Polri," tandas Trimedya. 

Pendidikan Gratis

Lebih lanjut Kapolri mengatakan lulusan SMA atau sederajat yang diterima 
sebagai taruna Akademi Kepolisian (Akpol), akan dibiayai pendidikannya hingga 
menjadi sarjana oleh Polri. Kebijakan itu merupakan bentuk komitmen Polri untuk 
mencetak perwira muda yang profesional, bermoral, dan modern di masa mendatang. 

Polri juga telah menyiapkan anggaran itu selama proses perekrutan calon taruna 
Akpol dengan pendidikam terendah S1 dan S2. "Pendidikan sarjana itu khusus bagi 
mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu, namun mempunyai tingkat 
kecerdasan tinggi.''

Taruna yang masuk ke dalam golongan itu, kata dia, jumlahnya ada sepertiga dari 
kuota tiap Polda yang berjumlah 300 orang. ''Jadi, yang masuk tingkat 
kecerdasan tinggi jumlahnya ada sekitar 100 orang." Biaya pendidikan gratis 
untuk sarjana itu untuk memenuhi asas keadilan bagi para calon taruna dari 
keluarga kurang mampu. Terlebih, pada proses seleksi taruna Akpol tahun 2008, 
syarat administrasi pendidikan mengharuskan peserta minimal bergelar sarjana. 

Sedangkan kebijakan yang diambil Polri dalam proses penerimaan taruna Akpol 
tahun 2007, diutamakan yang telah lulus S1, meski disyaratkan cukup dengan SMA 
atau sederajat. 

"Kita tak ingin Polisi hanya sebagai pemadam kebakaran saja. Ada masalah baru 
bertindak. Kita ingin sejak awal sudah melakukan penanganan hingga bisa 
melakukan analisa dan pencegahan. Untuk mewujudkannya tentu harus ditunjang 
kemampuan SDM yang benar-benar siap," ungkap Kapolri. 

Taruna Bermasalah 

Sementara itu, terkait dengan proses hukum yang masih berjalan terhadap lima 
taruna, Satriya Dwi Dharma, Afrito Marbaro, Aditya Oktorio Putra, Herly Purnama 
dan Septa Firmansyah dalam kasus penganiayaan mantan taruna Hendra Saputra, 
pihak Akpol belum berani melakukan putusan jadi tidaknya pelantikan mereka 
Desember mendatang. 

Akpol masih menunggu putusan tetap dari hakim atas pengajuan kasasi yang 
ditempuh Hendra Saputra. 

Kepala Bagian Publikasi Akpol, Kombes Bambang Purwoko, mengatakan, pihaknya 
tidak bisa langsung melakukan putusan tentang nasib dari kelima anak didiknya 
itu. 

Pasalnya, secara kelembagaan, Akpol harus mentaati peraturan. Apalagi 
menyangkut soal dilantik tidaknya seorang taruna. 

"Itu harus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Kita masih menunggu 
sampai ada proses hukum yang tetap," ujarnya. 

Sedangkan ketika ditanya, kalau putusan kasasi keluar pascapelantikan, Bambang 
Purwoko, menjawab diplomatis. 

"Ya nanti mendekati hari pelantikan, masalah itu akan dibahas Dewan Akademik. 
Di situ akan diputuskan apakah mereka dilantik, ditunda, ataupun tak jadi 
dilantik," ungkap dia. (H21,D21, H13-77


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke