Mayoritas Umat Islam Indonesia Dulunya Penganut Islam Tiga Waktu

Satu hal yang sangat penting dalam kaitannya ajaran agama Islam yang
masuk ke Indonesia.

Islam yang masuk ke Indonesia ada 3 kategori yang berbeda asal dan
latar belakangnya.

Pertama adalah Islam yang masuk ke Jawa melalui Walisongo yang berasal
dari Asia tenggara terutama dari Champa yang sangat berbeda dari Islam
yang dikenal sekarang ini.  MUI memaksakan versi Islam yang berbeda
dari Islam Walisongo.  Islam Walisongo itu juga terpecah dalam
berbagai aliran, yang terbesar adalah NU, Muhammadiah, dan Kejawen. 
Islam Walisongo juga berpartisipasi membentuk Islam di Sumatra dan
Kalimantan dalam bentuk yang berbeda tetapi tetap sumbernya dari Jawa.

Kedua adalah Islam yang masuk melalui Aceh yang berasal dari Arab,
Pakistant, dan India.  Kelompok Islam ini lebih ekstreem, lebih buas,
lebih kejam dan lebih jahat.

Ketiga adalah Islam yang masuk kewilayah Indonesia bagian Timur,
kelompok aliran Islam inilah yang paling halus, paling manusiawi,
paling toleransi yang bisa berakulturasi dengan semua agama2 yang ada
sebelumnya.  Kelompok Islam ini adalah yang dikenal dengan nama ISLAM
TIGA WAKTU, karena mereka hanya shalat 3 waktu bukan 5 waktu.  Semua
umat Islam diwilayah Indonesia bagian Timur, mulai dari Bali hingga ke
Papua adalah penganut Islam aliran ini.  Namun malapetaka yang tak
pernah dicatat dalam sejaran dan dilarang untuk ditulis dalam sejarah,
adalah kelompok Islam aliran 3 waktu ini mengalami genocide oleh MUI,
sekarang semua penganut Islam 3 waktu ini sudah punah.  Orang suku
sasak yang sangat terkenal sebagai penduduk aseli yang tinggal
sepanjang wilayah Indonesia bagian timur adalah pemeluk Islam tiga
waktu yang paling setia.  Namun sekarang tidak banyak orang Indonesia
yang tahu bahwa pemerintah RI melalui MUI-nya telah melakukan
pembantaian massal hingga punahnya pemeluk Islam tiga waktu ini. 
Dalam penelitian saya, Islam tiga waktu ini sesungguhnya merupakan
aliran Islam yang dianut oleh raja2 Mataram yang kemudian terdesak
hingga hanya tersisa diwilayah Indonesia bagian Timur.

Besar kemungkinannya, pengiriman komando jihad kewilayah Indonesia
bagian Timur merupakan usaha pembersihan sisa2 Islam tiga waktu yang
akhirnya berakibat konflik dengan umat lainnya seperti Kristen dan Hindu.

Dalam kaitan ini, Islam yang dianut oleh raja2 di Tidore, dan pulau2
sekitarnya termasuk masyarakat ambon yang beragama Islam juga adalah
penganut Islam tiga waktu.  Jadi sejak zaman dulu termasuk dizaman
Pattimura, tidak dikenal Islam yang kita kenal di Indonesia sekarang
ini, karena mereka semua merupakan penganut Islam tiga waktu.  Islam
tiga waktu masuk ke Indonesia jauh sebelum masuknya bangsa Belanda dan
sebelum masuknya walisongo ke Indonesia dan tidak ada agama Islam
lainnya yang dikenal di Indonesia ini

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke