hehehhe...mulai dari TKI dan TKW du pukuli hingga Delegasi...pesan buat 
paspampres dong, hati-hati tuh, Presiden kita, kalo ke Malaysia, di pukulin 
juga.

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            Refleksi: Meminta maaf saja tidak 
mau! Mungkin sikap ini menunjukkan pandangan pemerintah dan rakyat Malaysia 
terhadap NKRI yang dianggap berposisi rendah. 
   
  http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/8/29/n1.htm
   
   
  Kasus Pemukulan Wasit --
Malaysia Tolak Minta Maaf
   
  Jakarta (Bali Post) - 
Pemerintah Malaysia menolak meminta maaf atas insiden pemukulan wasit karate 
asal Indonesia oleh anggota Kepolisian Diraja Malaysia. Dalam kasus itu, 
Malaysia lebih mengedepankan proses hukum yang sedang berjalan. ''Saya pikir 
yang paling penting adalah sikap pemerintah Malaysia terhadap kejadian itu. 
Sikap kami adalah memberikan pengadilan yang secukupnya. Dan, pemerintah 
Malaysia tidak ingin kasus yang terjadi mengganggu hubungan baik kedua 
negara,'' ungkap Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Seri Syed Hamid Albar usai 
bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (28/8) kemarin.
  Dalam pertemuan itu, Menlu Malaysia didampingi Duta Besar Malaysia Dato 
Zainal Abidin dan Kepala Polisi Malaysia Tan Sri Musa Hassan. Sementara 
Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan 
Widodo AS, Menseskab Sudi Silalahi dan Kapolri Jenderal Sutanto.
  Menlu Malaysia melanjutkan, Malaysia memandang serius kasus-kasus yang 
menimpa rakyat Indonesia. Pemerintah Malaysia akan mengambil tindakan bagi 
mereka yang bertanggung jawab. Terhadap masalah penganiayaan Ketua Delegasi 
Karate Indonesia, akan diselesaikan secara hukum. Mereka yang terlibat sudah 
diambil tindakan skorsing yaitu tidak dibayarkan gaji secara penuh dan 
investigasi dijalankan. ''Apabila investigasi selesai, mereka yang bersalah 
akan dibawa ke pengadilan,'' ungkapnya.
  Dato Seri Syed melanjutkan, Malaysia tidak akan menunjukkan sikap angkuh, 
sombong yang secara sengaja melukai rakyat Indonesia. Ada lima juta rakyat 
Indonesia yang tinggal di Malaysia, dan mungkin ada saatnya terjadi hal-hal 
yang tidak diinginkan. ''Rakyat Indonesia telah menyumbangkan tenaganya untuk 
perkembangan ekonomi Malaysia dan kita merasa senang membantu rakyat Indonesia 
mencari rezeki di Malaysia,'' tambahnya. 
  Menanggapi belum adanya permintaan maaf dari pemerintah Malaysia atas insiden 
pemukulan itu, Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa permintaan maaf tidak bisa 
dipaksakan. Permintaan maaf merupakan bagian dari kepribadian. ''Dalam konteks 
itu saya serahkan kepada pihak Malaysia. Bagi saya hukum dan keadilan 
ditegakkan dan tentunya semangat persahabatan harus kita pelihara,'' kata 
Presiden. 
  Presiden menambahkan, Indonesia menghargai komitmen yang disampaikan 
pemerintah Malaysia membawa penyelesaian masalah ini ke proses hukum. 
Mengingat, masalah ini cukup serius. (034
  

                         


Ketika Nurani Harus di Korbankan, 
Ketika Ideologi Harus di Lupakan, 
Ketika Tujuan Mulia Tak Lagi Mampu Menjadi Pelurus Jalan, 
Lalu Apa yang akan di Perjuangkan?
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke