> In [email protected], INDRA QONYEK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > hehehhe...mulai dari TKI dan TKW du pukuli hingga Delegasi...pesan buat > paspampres dong, hati-hati tuh, Presiden kita, kalo ke Malaysia, di > pukulin juga. > > Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Refleksi: Meminta maaf saja tidak mau! Mungkin sikap ini menunjukkan > pandangan pemerintah dan rakyat Malaysia terhadap NKRI yang dianggap > berposisi rendah.
Seharusnya pemerintah RI menyelidiki dulu alasan pemukulan ini baik dari yang dipukul maupun pemukulnya. Bukan hal yang tidak mungkin bahwa pihak yang salah itu justru adalah pimpinan team RI itu sendiri yang akhirnya mengundang pemukulan ini. Kalo hal ini terjadi justru pemerintah RI inilah yang wajib meminta maaf kepada pemerintah dan rakyat Malaysia. Belum juga diselidiki sudah paksa2 Malaysia itu untuk meminta maaf, janganlah kayak Sukarno yang menganggap dirinya sama dengan Gajah Mada dan Malaysia hanyalah dianggap keturunan Hang Tuah yang membajak diselat Malaka. Kenyataan sekarang justru berbalik, orang2 Indonesia dan Pemerintah Indonesia inilah yang sesungguhnya merupakan maling2, terorist, maupun bajak2 laut yang merugikan kapal2 dagang dunia Internasional yang melalui wilayah tsb. Kalo saja kita mau mengkaitkan dengan tingkah laku pejabat, dan preman2 jagoan baik dibawah ABRI maupun dibawah kumpulan2 beladiri yang dilindungi ABRI, waaah.... lagaknya memang bukan lagi rahasia, sering keterlaluan, main gebuk dijalanan meskipun dipihak yang salah. Apalagi jagoan Karate yang jadi pimpinan kontingen Karate Indonesia ke Malaysia, masa sih bisa kalah digebukin polisi Malaysia???? Enggak gampang2 begitu keadaannya. Kalo sampai jagoan Karate Indonesia bisa babak belur digaplokin polisi Malaysia, maka saya yakin polisi Malaysia itu juga paling tidak juga karateka yang tahu kalo lawannya itu juga jago karate. Jagoan Karateka Indonesia ini tak mungkin jalan sendirian dan waktu digebukin juga cuma sendirian, yang pasti mereka jalan berombongan petantang petenteng dan dicegat oleh polisi Malaysia, apalagi suasana di Malaysia sedang hangat2nya ada kejuaraan karate sedunia. Kontingen RI ini pasti petantang petenteng pakai umbul2 dibajunya untuk menunjukkan jagoan karateka dari Indonesia. Begitu digebukin polisi Malaysia, teman2nya tak ada yang berani membela, mungkin teman2nya juga sadar kalo si kepala kontingen ini melakukan kesalahan sehingga tak mau ikut campur urusannya. Enggak mungkin kalo enggak ada salah bisa digebukin begitu memalukan, kenapa bukan si unyil saja yang digebukin??? Kenapa harus ketua kontingen Karate??? Tentu ada sebabnya, si Unyil itu khan cuma pekerja baik2 yang tidak petantang petenteng seperti halnya jagoan karate dari Indonesia !!!! Ny. Muslim binti Muskitawati.
