Udah biarin aja mas,orang ini dimana-mana selau kurang klop sama yang
lain awas...! jangan kena propokatornya...!
 
Wassalam
 
Jeje S
 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of irwank
Sent: Thursday, 30 August 2007 12:05 PM
To: [email protected]
Subject: Re: CiKEAS> Malaysia Tolak Minta Maaf



Tukang ngarang loe mus.. udah berapa novel/cerpen buatan loe?
Udah laku dijual?

Sudah ada sharing/curhat turis Indonesia si msia aja masih 
ngarang" norak kaya gitu mus.. Dasar rese' loe.. :-|

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K



Tanpa bermaksud memanas"i soal msia.. 
Silahkan hati" kalau jalan" di negeri orang..

Ternyata 'indon' memang dipandang jelek oleh mereka.. :-| 
CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

---------- Forwarded message ----------
From: Satrio Arismunandar < [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
Date: Aug 29, 2007 5:35 PM
Subject: Kekerasan pada WNI di Malaysia (hati-hati Promosi Wisata
Malaysia!)


(dari milis Pantau):
==========================

Nama saya Budiman Bachtiar Harsa, 37 tahun,
WNI asal Banten, karyawan di BUMN berkantor di
Jakarta.

Kasus pemukulan wasit Donald Peter di Malaysia, BUKAN
kejadian pertama. Behubung sdr Donald adalah seorang
"Tamu Negara" hingga kasusnya terexpose besar-besaran.
Padahal kasus serupa sering menimpa WNI di Malaysia.
BUKAN HANYA TKI Atau Pendatang Haram, tapi juga
WISATAWAN.

Tahun 2006, bulan Juni, saya dan keluarga (istri, 2
anak, adik ipar), pertama kalinya kami "melancong" ke
Kuala Lumpur Malaysia. (Kami sudah pernah berwisata ke
negara2 lain, sudah biasa dengan berbagai aturan
imigrasi). 
Hari pertama dan kedua tour bersama Travel agent ke
Genting Highland, berjalan lancar, kaluarga bahagia
anak-anak gembira.
..
Saat berjalan santai, tiba2 sebuah mobil Proton
berhenti, 2 pria turun mendekati saya dan istri.
Mereka tiba-tiba meminta identitas saya dan istri,
saya balas bertanya apa mau mereka. Mereka bilang
"Polis", memperlihatkan kartu sekilas, lalu saya
jelaskan saya Turis, menginap di Nikko hotel. Mereka
memaksa minta passport, yang TIDAK saya bawa. (Masak
sih di negeri tetangga, sesama melayu, speak the same
language, saya dan istri bisa berbahasa inggris,
negara yg tak butuh visa, kita masih harus bawa
passport?). Salah satu "polis" ini bicara dengan HT,
entah apa yg mereka katakan dengan logat melayunya,
sementara seorang rekannya tetap memaksa saya
mengeluarkan identitas. Perliaku mereka mulai tak
sopan dan Istri saya mulai ketakutan. Saya buka
dompet, keluarkan KTP. Sambil melotot, dia tanya
:"kerja ape kau disini?" saya melongo... kan turis,
wisata. Ya jalan-jalan aja lah, gitu saya jawab. Pak
polis membentak dan mendekatkan mukanya ke wajah saya:
KAU KERJA APE? Punya Licence buat kerja? 

Wah kali dia pikir saya TKI ilegal. Saya coba tetap
tenang, saya bilang saya bekerja di Jakarta, ke KL
untuk wisata. Tiba-tiba salah satu dari mereka mencoba
memegang tas istri, dan bilang: "mana kunci Hotel?
"... wah celakanya kunci 2 kamar kami dibawa anak dan
ipar saya yg pulang duluan ke hotel. 

Saya ajak mereka ke hotel yang tak jauh dari lokasi
kami. Namun pak Polis malah makin marah, memegangi
tangan saya, sambil bilang: Indon... dont lie to us.
Saya kurung kalian...
..


On 8/30/07, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > wrote: 

        > In [email protected] <mailto:CIKEAS%40yahoogroups.com> ,
INDRA QONYEK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
        > hehehhe...mulai dari TKI dan TKW du pukuli hingga
Delegasi...pesan
        buat > paspampres dong, hati-hati tuh, Presiden kita, kalo ke
        Malaysia, di 
        > pukulin juga.
        > 
        > Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        > Refleksi: Meminta maaf saja tidak mau! Mungkin sikap ini
menunjukkan 
        > pandangan pemerintah dan rakyat Malaysia terhadap NKRI yang
dianggap 
        > berposisi rendah. 
        
        Seharusnya pemerintah RI menyelidiki dulu alasan pemukulan ini
baik
        dari yang dipukul maupun pemukulnya. Bukan hal yang tidak
mungkin
        bahwa pihak yang salah itu justru adalah pimpinan team RI itu
sendiri
        yang akhirnya mengundang pemukulan ini. Kalo hal ini terjadi
justru
        pemerintah RI inilah yang wajib meminta maaf kepada pemerintah
dan
        rakyat Malaysia.
        
        Belum juga diselidiki sudah paksa2 Malaysia itu untuk meminta
maaf,
        janganlah kayak Sukarno yang menganggap dirinya sama dengan
Gajah Mada
        dan Malaysia hanyalah dianggap keturunan Hang Tuah yang membajak
        diselat Malaka. Kenyataan sekarang justru berbalik, orang2
Indonesia
        dan Pemerintah Indonesia inilah yang sesungguhnya merupakan
maling2,
        terorist, maupun bajak2 laut yang merugikan kapal2 dagang dunia
        Internasional yang melalui wilayah tsb.
        
        Kalo saja kita mau mengkaitkan dengan tingkah laku pejabat, dan
        preman2 jagoan baik dibawah ABRI maupun dibawah kumpulan2
beladiri
        yang dilindungi ABRI, waaah.... lagaknya memang bukan lagi
rahasia,
        sering keterlaluan, main gebuk dijalanan meskipun dipihak yang
salah.
        
        Apalagi jagoan Karate yang jadi pimpinan kontingen Karate
Indonesia ke
        Malaysia, masa sih bisa kalah digebukin polisi Malaysia????
Enggak
        gampang2 begitu keadaannya. Kalo sampai jagoan Karate Indonesia
bisa
        babak belur digaplokin polisi Malaysia, maka saya yakin polisi
        Malaysia itu juga paling tidak juga karateka yang tahu kalo
lawannya
        itu juga jago karate. Jagoan Karateka Indonesia ini tak mungkin
jalan
        sendirian dan waktu digebukin juga cuma sendirian, yang pasti
mereka
        jalan berombongan petantang petenteng dan dicegat oleh polisi
        Malaysia, apalagi suasana di Malaysia sedang hangat2nya ada
kejuaraan
        karate sedunia. Kontingen RI ini pasti petantang petenteng pakai
        umbul2 dibajunya untuk menunjukkan jagoan karateka dari
Indonesia. 
        Begitu digebukin polisi Malaysia, teman2nya tak ada yang berani
        membela, mungkin teman2nya juga sadar kalo si kepala kontingen
ini
        melakukan kesalahan sehingga tak mau ikut campur urusannya.
        
        Enggak mungkin kalo enggak ada salah bisa digebukin begitu
memalukan,
        kenapa bukan si unyil saja yang digebukin??? Kenapa harus ketua
        kontingen Karate??? Tentu ada sebabnya, si Unyil itu khan cuma
        pekerja baik2 yang tidak petantang petenteng seperti halnya
jagoan
        karate dari Indonesia !!!!
        
        Ny. Muslim binti Muskitawati.


--------------------------------------------------------

This email and any files transmitted with it are confidential, may contain 
privileged information and intended solely for the use of the individual or 
entity to whom they are addressed. If you have received this email in error, 
you may not copy or deliver this message to anyone and you should destroy this 
message and kindly notify the sender by reply email. Please note that any views 
or opinions presented in this email are solely those of the author and do not 
necessarily represent those of the company. Finally, the recipient should check 
this email and any attachments for the presence of viruses. The company accepts 
no liability for any damage caused by any virus transmitted by this email.
 
If you would prefer not to receive any further communications from us via 
email, please telephone +61-7-5537-0862 and ask to be added to our anti-spam 
mail group.
--------------------------------------------------------

Kirim email ke