http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007082902020016
Rabu, 29 Agustus 2007
BURAS
Suka 'Mengadali' Rakyat!
H.Bambang Eka Wijaya:
LEWAT tengah malam istri terbangun, mimpi seorang tua berjenggot
putih mengatakan di rumput pojok pagar belakang ada tiga butir telur, setiap
butir jika dipecahkan akan jadi apa pun yang ia sebutkan saat itu!
"Mimpi saja kok dipikirin!" ujar suami ketika dibangunkan dan
diberi tahu impian aneh itu.
"Apa salahnya kita lihat sebentar ke belakang mumpung masih gelap,
tak ada tetangga yang melihat!" tegas istri. "Kalau tak ada, tidur lagi! Tapi
kalau ada, kan sayang!"
Dengan bersungut-sungut suami ikut ke kebun belakang rumah.
Ternyata tiga butir telur itu benar ada! "Nah, impianmu terwujud!" bisik suami.
"Karena kau yang diberi isyarat, kau saja yang menyebut permohonan, minta uang
tunai Rp100 miliar!"
Si istri pun mengambil sebutir telur, ketika mulutnya bersiap
menyebut permohonan tiba-tiba suara daun-dan kering berkerasak! Sang istri yang
latah pun secara spontan berteriak, "Kadal...!"
Seketika kebun dipenuhi kadal, tubuh suami-istri itu juga
dikerubuti kadal! "Bagaimana ini? Tolong aku, Kang!" teriak istri.
"Pecahkan sebutir lagi telurnya, minta semua kadal ini
dihilangkan!" jawab suami.
Istri pun segera melakukannya. Tapi, ketika hal itu ia lakukan,
bukan hanya semua kadal menghilang. Suaminya juga ikut hilang! "Ke mana Akang?"
keluhnya ketakutan sendirian di malam gelap. Ia pun buru-buru memecahkan telur
terakhir, "Minta suamiku dikembalikan!"
Seketika suaminya muncul di tempat semula.
"Dasar lelaki suka 'mengadali' istri, ikut hilang ketika semua
kadal dihilangkan!" ujar istri memukuli tubuh suaminya.
"Sssttt...! Bukan 'mengadali' kau!" sambut suami. "Tapi suka
'mengadali' rakyat!"
"'Mengadali' rakyat bagaimana?" kejar istri.
"Kami sekolega pejabat negara, eksekutif dan legislatif, sering
jalan-jalan membawa kalian para istri ke luar negeri pakai uang rakyat dengan
judul study tour!" jelas suami. "Itu sering kami tertawakan sendiri 'mengadali'
rakyat karena manalah betul study atau belajar kalau ke Bangkok tak tahu bahasa
Thailand, ke Vietnam tak tahu bahasa Vietnam, ke Korea apalagi, siapa yang bisa
bahasa Korea! Jadi yang betul cuma cuci mata dan shopping, yang tanpa bicara
dan mendalami bahasa lokal pun bisa dinikmati!"
"Boro-boro bahasa Thailand, Vietnam atau Korea!" timpal istri.
"Bahasa Inggris saja kami ibu-ibu yang setiap hari mengantar anak ke play group
bawa Majalah Time, News Week, Fortune, Forbes, saat ada turis bule tersesat
bertanya tak satu pun yang bisa menjawab!"
"Itu sih menipu diri sendiri, tak tahu bahasa Inggris saja berlagak
membawa majalah luar negeri!" tegas suami. "Tapi kurasa kejadian malam ini ada
hikmahnya! Mengingatkan kita jika 'mengadali' rakyat terus, bisa jadi kadal!"
"Mending kalau kadal yang terlihat!" sambut istri. "Kau tadi ikut
menghilang bersama kadal-kadal lain! Berarti, sesungguhnya kalian itu kadal
siluman! Itu lebih buruk karena terlihatnya manusia, tapi esensi sikap dan
perilakunya sejenis kadal!"
"Ngono yo ngono, ning ojo ngono!" ujar suami. "Begitu ya begitu,
tapi jangan katakan pada orang begitu! Tolong ya, Sayang!"
<<bening.gif>>
<<buras.jpg>>
