REFLEKSI: Koq ancamannya gara-gara 1 orang wasit. Bagaimana dengan 
perlakuan terhadap ribuan TKW pahlawan devisa di gurun pasir selama kurang 
lebih 30 tahun? Jangan dilupakan bahwa ada kuralng lebih setengah juta  TKI di 
Malaysia.

      http://batampos.co.id/content/view/29370/1/

      Ancam ''Sweeping'' Warga Malaysia 


      Kamis, 30 Agustus 2007  
      JAKARTA (BP) - Solidaritas ganyang Malaysia meluas. Belasan organisasi 
kepemudaan dan 24 perguruan karate menggelar demonstrasi akbar ke kedutaan 
besar Malaysia dan Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta. Mereka men-deadline 
pemerintah Malaysia hingga 31 Agustus 2007 untuk meminta maaf kepada Indonesia. 
Jika tidak dilakukan, sweeping terhadap seluruh warga jiran akan dilakukan di 
seluruh nusantara. 
      Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto S Soerjosoemarno menegaskan seluruh 
pemuda Indonesia siap dipenjara jika sweeping yang akan dilakukan terhadap 
warga Malaysia dianggap sebagai tindakan kriminal. "Bahkan kita siap masuk ke 
liang lahat (mati,Red) kalau Indonesia harus konfrontasi dengan Malaysia," 
tegasnya. Ikut dalam massa aksi anggota Komisi I Yorris Raweyai, Pengamat 
Politik LIPI Hermawan Sulistiyo, serta sejumlah artis ibu kota seperti Marini, 
Hengky Tornando, dan Camelia Malik.


      Para pendemo juga menuntut agar Indonesia tidak mengirim delegasi apapun 
dalam undangan hari kemerdekaan Malaysia 31 Agustus mendatang. Bahkan pemuda 
Pancasila mengaku telah mendaftar 14 perusahaan milik Malaysia di seluruh 
Indonesia. Pendaftaran perusahaan jiran tersebut untuk menyita asset mereka 
ketika deadline yang diberikan terlewati.


      Sebelum mendatangi Senayan, para pendemo telah diterima Duta Besar 
Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin. Dalam pertemuan tersebut dubes Malaysia 
menegaskan pihaknya telah mengambil tindakan proporsional terhadap empat oknum 
polisi. Di antaranya memotong setengah gajinya dan memproses secara hukum para 
pelaku kekerasan tersebut.


      Menanggapi pernyataan dubes Malaysia tersebut, Yorris menegaskan siap 
dipotong gajinya sebagai anggota dewan 50 persen ketika melakukan sweeping 
terhadap warga jiran. 
      "Kami rela dipotong setengah gaji kalau kami nanti melakukan sweeping," 
tandas wakil rakyat asal Papua tersebut.


      Ketua DPR RI Agung Laksono yang menemui para pendemo menyatakan kemarahan 
masyarakat atas tindakan Malaysia sangat wajar. Karena pemerintah juga terkesan 
lamban dalam merespon masalah yang terkait harga diri bangsa tersebut. 


      "Pemerintah terkesan lembek," tegasnya. Wakil Ketua DPP Partai Golkar 
tersebut juga sepakat agar pemerintah tidak mengirim delegasi ke Malaysia dalam 
perayaan hari kemerdekaan.


      Akhirnya para pendemo yang diterima pimpinan Komisi I menyepakati lima 
hal. Wakil Ketua Komisi I Sidharto Danusubroto menyatakana mengecam keras 
tindakan empat oknum polisi Malaysia yang melakukan kekerasan terhadap warga 
Indonesia. Kedua menuntut pemerintah segera meminta maaf kepada Indonesia. 


      Ketiga mengkaji ulang konsep serumpun Indonesia- Malaysia. Keempat 
mengontrol seluruh proses hukum terhadap empat oknum polisi tersebut. Terakhir 
Indonesia tidak akan mengirim delegasi dalam perayaan ulang tahun kemerdekaan 
Malaysia. 


      Aktris senior Camelia Malik yang ikut dalam rombongan meminta agar semua 
agenda seni budaya Indonesia ke Malaysia dihentikan untuk sementara. 
      "Nggak usah kesana dulu," katanya.


      Dia menyatakan, aktivitas seni budaya tidak bisa dilepaskan begitu saja 
dari urusan politik dan pemerintahan. "Jadi, jangan bilang semua itu nggak ada 
hubungannya. Harus dipahami banyak proses diplomasi negara yang menggunakan 
media seni dan budaya," ujarnya.


      Camelia sangat mengecam tindakan pemukulan yang dilakukan aparat 
kepolisian Malaysia. Padahal, seorang tahananpun tidak boleh diperlakukan 
dengan sewenang-wenang. 


      "Ada HAM, ada aturan main. Ini benar-benar menyakitkan. Memang yang 
dipukul hanya satu orang, tapi seluruh bangsa Indonesia ikut merasakan," 
tegasnya.


      Menanggapi ancaman sweeping terhadap warga Malaysia di Indonesia, Kapolri 
Jenderal Pol Sutanto mengimbau agar semua pihak menahan diri dan tidak 
bertindak sewenang-wenang.  "Kita kan bangsa Indonesia yang ramah, jangan 
menunjukkan sikap-sikap  yang seperti itu," kata Sutanto usai menghadiri 
pelantikan Mendagri Mardiyanto  di Istana Negara kemarin. (jpnn)

     

Kirim email ke