http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/8/30/b1.htm
Warung Global--------------------- Rakyat Kecil Selalu Jadi Objek Penderita Adanya rencana pemerintah menaikkan gaji PNS sebesar 20% menjadi angin yang tidak segar bagi kalangan lain. Kenaikan ini memicu naikknya harga sembako di pasaran. Rakyat selalu menjadi objek penderita. Ada kesan pemerintah tidak memperhatikan rakyat kecil. Harapan besar kepada elite politik dan pemerintah seharusnya mampu mengendalikan harga pasar. Harga sembako yang murah adalah kerinduan rakyat kecil yang merasa terwakilkan. Sampai kapankah pemerintah tidak mampu mengendalikan harga sembako tersebut? Demikian pendapat masyarakat dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global FM Bali, Singaraja FM dan Radio Genta Suara Sakti Bali, Rabu (29/8) kemarin. ====================================================== Jujur di Sanglah berpendapat belum naik 20% gaji PNS harga-harga sembako sudah naik. Kenaikan gaji 20% bersyukur bagi PNS tapi bagaimana dengan petani? Yang sakit adalah yang menengah ke bawah. Sehingga seolah-olah pemerintah tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat. Dan, yang menyakitkan lagi adalah harga bahan pokok yang mahal bahkan langka sehingga harganya mahal. Jadi kalau sudah begini peran pemerintah sebatas mana? Ngurah Setiawan di Mas Ubud mengharapkan, tiap unit atau instansi serta perusahaan mewajibkan memenuhi sembako sehingga karyawannya fokus bekerja agar tidak berbelanja ke luar. Sehingga perusahaan benar-benar melindungi karyawannya. Sementara itu, Pekak Raka di Mengwi menilai bahwa ini sudah biasa kira-kira 5 hingga 6 kali semodel begini. Baru rencana diumumkan, apalagi sudah diputuskan, maka harga-harga sudah merangkak naik. Bahkan biasanya bagi yang gajinya naik akhirnya tidak merasakan. Sedangkan yang tidak menerima ada rasa iri. Gaji PNS tidak naik malah lebih bagus. Lebih baik diberikan tambahan pada momen yang insidensiil kepada PNS. Kalaupun ada kenaikkan gaji PNS tidak usah diumumkan seperti memberikan insentif hari raya. Sudira di Gianyar menjelaskan bahwa dari pedagang mempertanyakan peran dari partai politik. Dulu zaman orba hanya ada tiga partai, setelah reformasi ada banyak partai yang mengatakan akan mensejahterakan wong cilik. Buktinya mana? Mereka enak-enak saja duduk di legislatif. Sekarang yang telah mampu meletakan kadernya di parlemen, sampai di mana peran mereka mensejahterakan rakyat kecil? Sehingga jangan salahkan rakyat kecil bila di pemilu 2009 tidak akan peduli bahkan kemungkinan besar akan golput. Kak Dita di Pejaten menyatakan kita jalani saja apa yang sedang berlangsung di masyarakat. Keberhasilan pembangunan sekarang adalah cermin dari keberhasilan pemerintah dan orang-orang yang duduk di kekuasaan. Jika mereka tak berhasil, maka pemilu sudah dekat. Pada Pemilu tahun 2009 kita pilih pemimpin yang tidak berbisnis yang duduk di pemerintahan. Ketut Sadam menjelaskan inilah yang kita lihat adanya perbedaan prinsip dalam perekonomian negara. Naiknya Sembako di Bali untuk beras belum berimbas. Petani di Bali berhasil panen di kantong-kantong pertanian. Sementara secara umum di Jawa mengalami gagal panen karena kekeringan. Untuk itu diharapkan kepada pemerintah, bagaimana petani menyikapi kebutuhan pokok agar jangan sampai membeli beras. Kebijakan pemerintah untuk melakukan operasi pasar untuk kepentingan petani. Para politikus jangan hanya cuap-cuap saja saat kampanye mensejahterakan rakyat tapi janji-janjinya harus direalisasikan. Sementara Ketut Nasir berpendapat dengan diumumkannya kenaikan gaji PNS maka secara otomatis dan seketika harga sembako naik. Kalau bisa, jika tahun depan gaji dinaikkan lebih baik pemerintah tidak mengumumkan. Walupun gaji PNS naik, tidak dirasakan oleh PNS yang bersangkutan. Apalagi harga sembako naik, maka kenaikkan gaji sampai 20 persen tak ada gunanya. Ngurah Kapah di Denpasar menjelaskan kalau demikian adanya maka pemerintah kita masih menyanyikan lagu lama dan kita bisa menyimpulkan sendiri-sendiri. Pemerintah tidak mampu membuat sistem. Pemerintah tidak mampu merubah moral bangsa seluruh alam baik manusia dan alamnya. Bagaimana kalau kita meniru sistem negara lain saja. Kita saat ini mengarah berbangsa dan bernegara "gamang". Ini semestinya dicermati oleh orang-orang yang memegang kekuasaan. Sehingga tiap perubahan tidak menimbulkan konotasi negatif tetapi membangun keharmonisan. Made karya di mengwi menjelaskan, kenaikkan gaji PNS ini sangat berbenturan dengan kebutuhan pokok. Seharusnya ada kesadaran, penyadaran, dan tanggung jawab para elite politik, pemerintah dan juga konglomerat, LSM dan lainnya. Mereka harus duduk bersama. Sehingga masalah bisa dipecahkan dan ada rasa tanggung jawab. Gede Biasa di Denpasar merasakan, bahwa dari dulu harga-harga sembako terus naik, tidak ada yang turun sehingga wajar-wajar saja. Sebenarnya sebagai masyarakat kecil betul-betul sebagai objek penderita. Harga-harga menggeliat karena pengaruh sejumlah kebijakan pemerintah. Ini sebenarnya bisa dipelajari pemerintah. Agar sebelum dan sesudahnya kebijakan tidak menimbulkan dampak. Dan yang mengherankan kenapa pemerintah tidak memperhatikan rakyat kecil. Arta Negara di Negara mengatakan ini adalah mekanisme pasar, sehingga sulit mengharapkan pemerintah. Seharusnya departemen perdagangan dan juga dinas-dinas perdagangan di daerah memperhatikan. Sejauh ini apa saja yang diatur oleh pemerintah? Bisa dikatakan tidak ada manfaatnya.(panca
