http://www.sinarharapan.co.id/berita/0708/29/nus04.html

Harga Kebutuhan Pokok Naik hingga 50 Persen
  


Serang - Para ibu rumah tangga dan para penjual makanan di Serang mengeluh 
dengan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar. Harga 
kebutuhan pokok tersebut naik berkisar antara 10 hingga 50 persen.


Di Pasar Induk Rau, Serang kenaikan tertinggi terjadi pada harga cabai merah 
keriting. Dalam dua minggu terakhir, harga cabai merah naik dari harga awal 
sebesar Rp 6.000 per kilogram, menjadi Rp 12.000-15.000 per kilogram.


Syamsul, seorang pedagang cabai merah mengatakan, kenaikan harga cabai merah 
terjadi setiap hari. "Dua pekan lalu harganya masih Rp 6.000. Tiap hari naik Rp 
1.000 sampai Rp 2.000 per kilogram, hingga sekarang harganya sampai Rp 
12.000-15.000, tergantung kualitas barangnya," ujarnya, baru-baru ini. 


Harga sayur-mayur juga mulai naik rata-rata 10-30 persen. Salah satunya harga 
kacang buncis, yang naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000 per kilogram. Begitu 
pula, harga berbagai jenis bumbu dapur, naik sekitar 10-50 persen dari harga 
sebelumnya.


Kenaikan juga terjadi pada harga daging ayam dan daging sapi. Harga daging ayam 
naik sekitar 40 persen, dari Rp 13.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram. Adapun 
harga daging sapi naik rata-rata sekitar 20 persen, dari Rp 40.000-42.000 per 
kilogram, menjadi Rp 48.000-50.000 per kilogram. 


Sementara itu, harga telur ayam hanya naik sekitar 5 persen, dari Rp 10.500 
menjadi Rp 11.000 per kilogram. Harga minyak goreng curah juga tidak beranjak 
naik, masih berkisar antara Rp 10.500-11.000 per kilogram.
Menurut para pedagang, kenaikan harga itu terjadi akibat berkurangnya pasokan 
sejumlah barang kebutuhan pokok. Kenaikan juga dipicu naiknya permintaan 
barang, menjelang bulan puasa tiba. "Sekarang karena mau bulan puasa, 
permintaan barang naik. Sementara itu, stok barang sedikit. Makanya harga jadi 
naik," kata Nurul, salah seorang pedagang sayuran.
Lonjakan harga barang kebutuhan pokok itu dikeluhkan para ibu rumah tangga, 
serta para pedagang makanan. Mereka mengaku keberatan kenaikan harga kebutuhan 
pokok tidak disertai dengan kenaikan pendapatan. Akibatnya, para ibu rumah 
tangga terpaksa mengurangi pembelian bahan kebutuhan pokok.


"Biasanya sehari cukup Rp 10.000 buat beli sayur dan daging ayam. Sekarang uang 
segitu, enggak bisa lagi buat beli ayam. Jadi ya kepaksa cuma beli tempe dan 
tahu," ujar Suci, seorang ibu rumah tangga asal Trondol, Serang.


Nining, pedagang bubur ayam yang mangkal di Royal, Serang juga mengeluhkan 
kenaikan harga daging ayam dan bumbu. "Saya terpaksa mengurangi porsi bubur 
ayam, karena tidak bisa menaikan harga jual," ujarnya.(iman nur rosyadi)

Kirim email ke