Refleksi: TKI mengirim tiap tahun kurang lebih US$ 5 milyar memperkaya kas devisa Jakarta, dan oleh karena itu diberi gelar "pahlawan devisa". Berapa banyak wasit memasukkan ke kas negara? Tetapi, sekalipun demikian nilai manusia dari seorang wasit lebih berharga 1000 kali dari jutaan TKI.
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=301632 Jumat, 31 Agt 2007, Dubes Malaysia Temui Agung Laksono Deeply Regret Boleh Diartikan Maaf JAKARTA - Pemerintah Malaysia tetap pelit meminta maaf. Penganiayaan empat oknum polisi terhadap wasit karate Donald Peter Luther Kolobita belum menggugah Kuala Lumpur untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia. Kemarin (30/8) Dubes Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Mohammad Zaid memang menemui pimpinan DPR RI. Tetapi, Zainal hanya menyampaikan informasi kepada Ketua DPR Agung Laksono bahwa Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Seri Syed Hamid Albar telah menyatakan deeply regret (penyesalan mendalam). Menurut Zainal, deeply regret terhadap kasus penganiayaan itu bisa diartikan sebagai permintaan maaf pemerintah Malaysia. Tetapi, anggota Komisi I DPR Arif Mudatsir Mandan dari Fraksi PPP yang ikut dalam pertemuan itu menegaskan bahwa sikap Zainal mencerminkan arogansi diplomasi Malaysia. Jika memang berniat untuk minta maaf, seharusnya dilakukan dengan kata apologize (maaf). "Urut-urutannya seharusnya meminta maaf dulu, baru menyesalkan kejadian tersebut. Bukan sebaliknya," tanggap pria yang akrab dipanggil AMM itu. Kedatangan Dubes Malaysia ke DPR memang terkesan mendadak. Agung mengatakan, pemberitahuan kedatangan Zainal baru diterimanya pagi hari. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 11.00. Selain Agung Laksono dan Arif Mudatsir, Zainal ditemui anggota lain komisi I, yakni Yusron Ihza Mahendra. Hadir pula Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Abdillah Toha. Dalam pembicaraan tertutup sekitar 45 menit, disepakati agar Dubes Malaysia mau menjelaskan kepada publik Indonesia soal sikap pemerintahnya atas insiden yang melibatkan aparat hukum Negeri Jiran. Kesempatan yang diberikan digunakan Zainal untuk mengklarifikasi bahwa sebenarnya pihaknya telah menyatakan penyesalan atas kejadian tersebut. "Saat bertemu dengan presiden (SBY, Red) menteri luar negara Malaysia telah menyatakan sangat sesalnya bahwa peristiwa itu telah terjadi. Karena itu, proses hukum akan dijalankan. Hari ini saya mengharapkan kerja sama pers untuk menyampaikan deeply regret atas insiden itu. Jadi, buatlah interpretasi sendiri, deeply regret boleh juga diartikan maaf," ujar Zainal. Menurut dia, rasa sesal yang mendalam tersebut terlewatkan pers Indonesia sehingga pemberitaan yang berkembang cenderung negatif. Menanggapi pernyataan Zainal, Agung mengaku bisa memahami niat baik pemerintah Malaysia. "Kita hargai keinginan dan niat baik itu. Beliau (Dubes Malaysia, Red) sudah hadir ke DPR. Dari penjelasannya, ada niat baik pemerintah Malaysia untuk memperbaiki sistem," tambahnya.(cak
1188493394b
Description: Binary data
