REFLEKSI: Megawati membutuhkan untuk  dipilih dan dinobatkan menjadi presiden,  
dan itulah yang dipikirkan Megawati. Apa itu survei? hehehhe

---
KOMPAS
Rabu, 19 Desember 2007 


 
Calon Presiden
Megawati Tak Peduli Hasil Survei 




BOGOR, KOMPAS - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P 
Megawati Soekarnoputri mengaku tidak peduli pada beberapa hasil survei yang 
menyatakan bahwa dirinya kalah populer dibandingkan Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono. 

"Lha, itu kan ya survei, biar aja survei ngomong," ujarnya, Selasa (18/12), 
seusai panen perdana padi dan pencanangan program nasional PDI-P "Mari 
Sejahterakan Petani" di Desa Sukajadi, Kecamatan Cariu, Bogor, Jawa Barat. 

Beberapa survei memang menempatkan Susilo Bambang Yudhoyono lebih unggul dari 
Megawati. Menurut survei Indo Barometer, misalnya, SBY lebih unggul dengan 36,5 
persen, sedangkan Mega 25,5 persen. 

Meski enggan mengomentari hasil survei, Mega mengatakan, berbagai survei yang 
ada tetap menjadi bahan masukan bagi partainya. "Terserah surveinya lah, nanti 
dipikir saya ngongkosin survei. Tapi, tentunya survei itu kami jadikan 
masukan," tambahnya. 

Mega juga menyatakan optimismenya untuk maju pada Pemilihan Presiden 2009. 
"Waktu saya kalah saja, saya enggak bilang kalah tapi kekurangan suara. Saya 
selalu menunjukkan (bahwa) saya optimistis," ujarnya. 

Calon wakil presiden 

Mengenai calon wakil presiden yang akan mendampinginya pada Pemilu 2009, Mega 
menjelaskan, hingga saat ini PDI-P belum membahas soal itu. 

Menurut dia, sebelum Pemilu 2009, PDI-P masih akan menyelenggarakan dua kali 
rapat kerja nasional (rakernas). Dalam forum rakernas itulah calon pendamping 
Mega akan dibahas. 

"Keputusannya itu bagaimana, apakah mau dipilih begitu saja atau tidak, itu 
tergantung hasil rakernas. Sebagai ketua umum saya akan mendengarkan suara dari 
rakernas," ujar Mega. 

Pada kunjungannya ke Cariu itu, Mega juga meluncurkan benih padi unggul lokal 
jenis emespe yang ditemukan oleh Surono Danu dari Serikat Tani Nasional 
(Sertani). 

Menurut Mega, peluncuran benih padi unggul itu merupakan salah satu bentuk 
tanggung jawab partai dalam menyejahterakan rakyat yang sebagian besar adalah 
petani. 

"Partai tidak hanya memikirkan politik saja, tetapi secara nyata menggerakkan 
ekonomi masyarakat," ungkapnya. (A09

Kirim email ke