http://kontan-harian.info/index.php?action=view&id=6705&module=newsmodule&src=%40random461b9fcfee020

PASAR KEUANGAN 
Indeks dan Rupiah Longsor Terseret Inflasi AS
Magdalena Sihite, Hari Widowati
posted by kontan on 12/18/07


JAKARTA. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia 
(BEI) dan rupiah terbakar hebat. Sejak awal perdagangan, IHSG terus menukik. 
Ujungnya, ketika perdagangan berakhir, IHSG merosot 2,74% ke angka 2.664,92. 
Aksi jual investor saham ini juga membuat kurs rupiah melemah dan kembali ke 
kisaran Rp 9.400 per US$.

Agaknya, indeks tak kuat menahan longsoran saham-saham blue chips. Misalnya, 
saham PT Telkom Tbk (TLKM) anjlok 3,37% menjadi Rp 10.050 per saham dan saham 
PT Astra International Tbk (ASII) rontok 3,28% menjadi Rp 26.550 per saham. 
Sepanjang perdagangan kemarin, hanya 19 saham yang harganya naik. Sementara 
harga 165 saham turun dan harga 172 saham lainnya tak berubah.

Menurut Kepala Riset Ciptadana Securities Franco Sutedjowidjojo, IHSG ikut 
terseret indeks bursa global yang juga meleleh. Sentimen negatif itu mulai 
muncul ketika bank sentral AS (The Fed) hanya menurunkan bunga acuannya sebesar 
0,25%. Ditambah lagi, infl asi AS di bulan November 2007 mencapai 0,8%. "Ini di 
atas ekspektasi pasar yang hanya memprediksi 0,6%," ujar Franco. Karena itu, 
para ekonom global mulai meramal bahwa AS menghadapi ancaman stagflasi, yaitu 
inflasi yang tinggi di tengah pertumbuhan ekonomi yang lambat.

Kepala Riset Mega Capital Indonesia Felix Sindunatha menilai, jika stagfl asi 
dan resesi melanda AS, dampaknya akan merembet ke ekonomi global.

Namun, Franco dan Felix tetap yakin bahwa IHSG masih memiliki potensi untuk 
terus menguat hingga akhir tahun nanti. Franco optimistis, akhir tahun, IHSG 
masih berada di atas 2.700. Felix malah lebih optimis lagi. Dia menargetkan 
IHSG akan berada di posisi 2.800 pada akhir tahun. "Tren window dressing akhir 
tahun akan membantu mendongkrak IHSG," tambahnya

Kirim email ke