Refleksi: Dikatakan bahwa berhubung harga sembako menjadi lebih mahal dari 
tahun lalu sedangkan upah tidak dapat dinaikan sesuai perubahan harga, maka 
menurut sumber-sumber tertentu diberitakan bahwa  pemerintah NKRI akan 
mengeluarkan dekret dengan dilengkapi fatwa pakar ilmu surgawi dalam mana 
disarankan kepada rakyat berpendapatan rendah dan kaum miskin lainnya agar 
makan satu kali sehari sudah lebih dari cukup. Untuk melengkapi dekret tsb  
akan dibagi ikat pingang sebagai alat menahan lapar. Benar atau dongeng berita 
ini, belum ada kepastian dari pihak berwajib intermezzo.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0712/19/sh06.html

Jelang Idul Adha dan Natal
Harga Sembako Mulai Naik

Tangerang-Menjelang perayaan Idul Adha pada Kamis (20/12) dan Natal pada Selasa 
(25/12), harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional dan modern di 
Tangerang mulai beranjak naik. Kenaikan rata-rata antara 20 hingga 30 persen.


Pantauan SH di Pasar Induk Tanah Tinggi dan Pasar Babakan, Kota Tangerang, 
beras IR 64 yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 3.800/liter, kini naik 
menjadi Rp 4.400/liter. Beras IR 42 dari Rp 4.500/liter, naik menjadi Rp 
5.400/liter. Sedangkan beras jenis lain rata-rata juga mengalami kenaikan 
antara 600 hingga Rp 900/liter.


Untuk tepung terigu yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 5.500 per kilogram, 
naik menjadi Rp 6.300/kg. "Kenaikan harga barang sudah terjadi sejak berada di 
tangan pemasok," kata Winardi, salah seorang pedagang beras di Pasar Tanah 
Tinggi, kemarin.


Kenaikan harga serupa juga berlangsung di Pasar Kelapa Dua dan Pasar Modern 
Sinpasa, Sumarecon, Serpong. Telur yang tadinya dijual Rp 9.000/kilogram, kini 
naik menjadi 9.700/kilogram. Cabai merah keriting dari Rp 12.000/kilogram naik 
menjadi Rp14.000/kilogram. Tomat dari Rp 4.000/kilogram naik menjadi Rp 
5.000/kilogram. 


Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pariwisata 
(Perindagkopar) Kota Tangerang Dafiar Eliyadi Hardian mengatakan, kenaikan 
harga itu adalah hal biasa menjelang hari-hari besar keagamaan seperti 
sekarang. Dan, kenaikan kali ini juga masih berada pada batas kewajaran. 
"Kenaikan harga kebutuhan pokok sudah biasa dan wajar," katanya 
(parluhutan gultom

Kirim email ke