Senin, 14/01/2008 19:17 WIB

"Kebebasan pers harus dipertahankan"
oleh : Hilda Sabri Sulistyo

JAKARTA (Bisnis): Kebebasan pers harus dijaga dan dipertahankan dengan 
melibatkan peran serta masyarakat. 

Hal itu terungkap dalam Dialog Refleksi Tiga Tahun Perhimpunan Jurnalis 
Indonesia (PJI) bertajuk Quo Vadis Kebebasan Pers yang digelar di Puri Putri, 
Hotel Sahid, hari ini.

Acara ini diikuti sejumlah pembicara dari kalangan politisi, anggota legislatif 
dan kalangan pers. Mereka a.l. Ketua MPR Hidayat Nurwahid, La Ode Ida, Anas 
Urbaningrum, anggota DPR seperti Effendie Choirie, Yuddy Crisnandi, Prijo Budi 
Santoso serta dari kalangan akademisi hadir Yudhi Latief dari Universitas 
Paramadina. 

Dari kalangan pers pembicaranya adalah Ahmad Djauhar, Pemimpin Redaksi Harian 
Bisnis Indonesia,  Sabam Leo Batubara, Wakil ketua Dewan Nasional. Acara 
dipandu Wahyu Muryadi, redaktur Senior Majalah Tempo diselingi pembacaan puisi 
oleh Sekjen PJI, Fikar W Eda mengenai kondisi politik dan masyarakat di tanah 
air. 

"Kebebasan pers justru harus di jaga dan dipertahankan karena itu perlu 
partisipasi aktif masyarakat. Jika masyarakat menilai kebebasan pers di 
Indonesia sudah kebablasan, laporkan secara resmi ke Dewan Pers  agar bisa 
ditindaklanjuti," kata Sabam Leo Batubara, wakil . 

Dalam hal tayangan infotainment, misalnya, masyarakat mengecam bahwa dalam 14 
jam sehari semua televisi yang ada  menayangkan berita gosip tak berdasar dan 
sifatnya gibah. 

"Masyarakat mengecam tayangan infotainment yang mengeksploitasi Sekwilda 
(sekitar wilayah dada) maupun bupati alias buka paha tinggi-tinggi tapi tidak 
mau melaporkan media tersebut secara resmi ke Dewan Pers," tandasnya. 

Dalam hal ini masyarakat harus berperan aktif apalagi dalam pemerintahan  
sekarang pemerintah tidak akan lagi melakukan pengawasan dan pembredelan pers 
namun harus tetap ada kontrol dari pers sendiri. 

Pemred Bisnis Indonesia Ahmad Djauhar mengatakan kebebasan pers adalah 
kebutuhan dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Justru kebebasan itu harus 
dimanfaatkan oleh dunia pers dan masyarakat untuk hidup lebih sejahtera. 

"Hidup di era Internet sudah mendorong kita menikmati kebebasan pers. Kebebasan 
pers yang sesungguhnya adalah yang bertanggungjawab dan pers jangan menzalimi 
orang lain," tambahnya. (tw) 


bisnis.com
URL : http://web.bisnis.com/umum/sosial/1id38789.html 

© Copyright 1996-2008 PT Jurnalindo Aksara Grafika

 

<<logo-bisnis-small.jpg>>

Kirim email ke