http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=190402

 PEMBARUAN 
Reformasi TNI Belum Capai Hasil Maksimal 

SALAM KOMANDO - KSAD Letjen TNI Agustadi SP (tengah) melakukan salam komando 
dengan Mayjen TNI Agus Soeyitno (kiri) dan Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro 
(kanan) seusai sertijab Pangdam IV/Diponegoro, di Lapangan Parade Makodam 
IV/Diponegoro, Semarang, Jateng, Senin (14/1). Mayjen TNI Darpito 
Pudyastungkoro merupakan Pangdam IV/Diponegoro ke-30 menggantikan Mayjen TNI 
Agus Soeyitno yang memasuki masa pensiun. (Ant/Anis Efizudin) 

Selasa, 15 Januari 2008
SEMARANG (Suara Karya): Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Letjen TNI 
Agustadi Sasongko Purnomo mengakui, sampai saat ini reformasi di tubuh TNI 
belum mencapai hasil maksimal. KSAD memastikan, reformasi internal di 
lingkungan TNI akan berlanjut, termasuk penindakan hukum bagi anggota TNI yang 
melanggar hukum. 

"Secara kualitas, reformasi internal TNI selama ini belum maksimal, meskipun 
telah diupayakan. Kita akan membangun pola-pola reformasi yang lebih baru dan 
segar," ujar KSAD saat acara serah terima jabatan Pangdam IV/Diponegoro dari 
Mayjen TNI Agus Soeyitno kepada penggantinya, Mayjen TNI Darpito 
Pudyastungkoro, di Makodam IV/Diponegoro, Senin (14/1). 

Dalam kaitan reformasi di tubuh TNI, KSAD menjelaskan, prajurit dan perwira TNI 
aktif yang akan ikut pemilihan kepala daerah (pilkada) harus pensiun. 

Menurut KSAD, Mayjen TNI Agus Soeyitno hingga sekarang belum mengajukan pensiun 
berkaitan dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jateng periode 2008-2013. 

"Dia belum mengajukan pengunduran diri, dan saya belum tanda tangan. Kalau 
belum ada tanda tangan saya, tidak bisa," katanya. 

Agustadi mengatakan, keikutsertaan semua prajurit dan perwira TNI dalam bursa 
bakal calon gubernur harus melalui prosedur yang berlaku. 

"Kalau belum pensiun juga tidak boleh. Paling tidak sudah mengajukan pensiun, 
itu sudah bisa memenuhi syarat mencalonkan dirinya sebagai gubernur," katanya. 

Di samping itu, juga harus ada persetujuan dari atasan. "Kalau sudah mengajukan 
(pensiun--Red), ada tanda tangan (KSAD--Red), baru bisa mendaftarkan diri 
sebagai calon gubernur," katanya. 

Sesuai dengan reformasi internal TNI, kata dia, komitmen terhadap netralitas 
TNI terus dilakukan. "Saya berharap masyarakat ikut melakukan pengawasan yang 
ketat dan melaporkan dengan bukti yang kuat atas pelanggaran dan penyimpangan 
yang terjadi seiring dengan berlangsungnya pilkada di Jateng," katanya. 

Sebelum dilaksanakan serah terima jabatan, Darpito terlebih dulu menjalani 
upacara tradisi penerimaan prajurit Kodam IV/Diponegoro yang digelar pada Jumat 
sore (11/1). Upacara diwarnai parade dan defile yang melibatkan 3.187 personel 
TNI. 

Turut hadir sekitar 700 undangan dari jajaran Pemprov Jateng seperti Gubernur 
Jateng, bupati/walikota se-Jateng. Tampak pula pangdam dari berbagai provinsi 
di Indonesia, serta para mantan Pangdam IV/Diponegoro. 

Berbagai pendidikan militer telah diikuti perwira dari kecabangan kavaleri 
tersebut. Antara lain Sussarcab Kavaleri 76, Suspatih Kav 1978, Suspa Harsat 
Kav 1981, Sesko ABRI 1997, dan Lemhanas 2002. (Pudyo Saptono/Wahyudi 

Attachment: news_icon.html?id=190402
Description: Binary data

Kirim email ke