Refleksi: Mana berani KBRI menghadapi penguasa Araba Saudia dalam mempersoalkan 
kasus TKI, yang dibutuhkan  oleh para petugas NKRI hanya bakshishi. Apakah ada 
perbedaan antara  Deplu dan Depag?

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/01/14/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Keluarga Yanti Sukardi Tidak Tahu 

KBRI Teledor, TKI Dipancung di Arab
[JAKARTA] Lembaga Advokasi Buruh Migran Indonesia, Migrant Care, mengecam 
tindakan Pemerintah Arab Saudi, yang mengeksekusi tenaga kerja Indonesia, Yanti 
Sukardi, dengan hukuman pancung, Jumat (11/1) pekan lalu. Migrant Care 
menuding, Pemerintah Indonesia, khususnya personel Kedutaan besar RI (KBRI) di 
Arab Saudi, teledor melindungi warganya di luar negeri, sehingga pemerintah 
wajib melakukan investigasi atas kasus itu. 

Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah kepada 
wartawan di Jakarta, Sabtu (12/1). Dikatakan, perlindungan advokasi untuk 
Yanti, patut dipertanyakan, mengingat keluarga korban tidak tahu-menahu dengan 
eksekusi itu. "Yanti dieksekusi karena divonis terbukti membunuh majikannya,'' 
kata Anis. 

Dikemukakan, proses peradilan terhadap Yanti Sukardi selama ini, tidak pernah 
terpublikasi sehingga pihaknya mempertanyakan kinerja KBRI. Info awal 
dipancungnya Yanti itu diperolehnya dari sebuah situs internet. 

Pihaknya lalu mendapat konfirmasi kebenaran berita itu dari Konsulat Jenderal 
Republik Indonesia di Jedah (KJRI) Jedah. "Setelah kami tanya, Konsulat 
Jenderal Republik Indonesia di Jedah membenarkan berita itu,'' ujarnya. 

Satu hal yang dinilainya janggal, Departemen Luar Negeri mengaku baru menerima 
pemberitahuan dari Pemerintah Arab Saudi pada Kamis (10/1) malam, dan Jumat 
pagi Yanti sudah dieksekusi. "Keluarga Yanti sama sekali tidak tahu eksekusi 
itu. Mereka hanya pernah mendapat surat KBRI pada Juni 2006, bahwa Yanti 
tersangkut kasus pembunuhan majikan,'' ujarnya. Fakta itu menunjukkan betapa 
pemerintah tidak peduli pada nasib buruh migrant. [L-7] 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 13/1/08 

Kirim email ke