http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2008011600543316

      Rabu, 16 Januari 2008 
     

      BURAS 
     
     
     

'Die Hard, Matine Angel Tenan!' 


       
      H.Bambang Eka Wijaya:

      SAMBIL menunggu laporan terakhir dari Jakarta, para wartawan di 
Paramaribo memutar DVD Bruce Willis, pakai terjemahan bahasa Jowo-Suriname, 
"Die Hard"--matine angel, matinya sukar! Usai itu dilanjutkan "Die Hard II"-- 
matine angel tenan®MDUL¯, matinya betul-betul sukar! Dan "Die Hard III"--kok 
ora mati-mati, kok tak kunjung mati!

      "Soal kematian itu sepenuhnya ketentuan Kanjeng Sinuwun Moho-Agung!" ujar 
Parmo, senioren mereka. "Ungkapannya, sebelum ajal berpantang mati! Maka itu, 
diapa-apakan pun Bruce Willis tak mati juga!"

      "Itu juga tak terlepas dari semangat hidupnya yang tinggi, sehingga ia 
berusaha keras untuk bertahan tetap hidup bahkan mengatasi tantangan yang 
menyergapnya!" sambut Parmin, junioren.

      "Semangat hidup yang tinggi mampu mendorong orang untuk berjuang maksimal 
mangatasi tantangan dari luar seperti dilakukan Bruce Willis atau juga secara 
internal mengatasi gangguan pada organ-organ tubuhnya sendiri pada orang yang 
berbaring sakit keras! Dengan itu, orang yang sudah koma--mati suri--pun bisa 
kembali hidup normal! Sebab, justru saat ia koma itu, semangat hidupnya yang 
amat kuat mampu menggerakkan kembali seluruh organ tubuhnya untuk kembali 
bekerja optimal!"

      "Tapi sekarang, peralatan medis yang serbacanggih juga cukup berperan 
dalam membantu organ-organ tubuh yang sempat terganggu untuk berfungsi 
kembali!" tegas Parmo. "Jadi, seperti Bruce Willis yang secara fisik berjuang 
keras untuk bertahan hidup, ia juga butuh peralatan apa saja yang bisa 
digunakan membantunya lolos dari sergapan maut! Dengan teknologi kedokteran 
yang kian canggih itu pula, melengkapi tingkat kesejahteraan yang tinggi, 
selain bisa mendukung orang yang punya semangat hidup tinggi untuk bertahan 
lebih lama di masa kritis, juga bisa memperpanjang usia kaum tua hingga angka 
harapan hidup di negara maju bisa mencapai di atas 70 tahun!"

      "Tapi kecenderungan jumlah orang tua makin membengkak terus itu menjadi 
masalah baru, seperti di Jepang!" timpal Parmin. "Negara terbebani jumlah 
pembayaran pensiun yang amat besar, hingga pajak yang harus ditanggung kaum 
muda menjadi terasa kian berat! Apalagi pertumbuhan angkatan kerja baru relatif 
lamban dengan keengganan kaum muda negeri itu berkeluarga dan punya anak, suatu 
krisis ketimpangan beban kaum muda terhadap makin besarnya jumlah kaum tua yang 
harus mereka tanggung jadi fade in--gambarannya makin lama kian tampak lebih 
nyata!"

      "Jadi, kasus 'Die Hard III'--kok ora mati-mati--itu juga bisa menjadi 
masalah serius di negara semaju Jepang!" tegas Parmo. "Sedang di negara sedang 
berkembang, kasus 'Die Hard III' bisa membuat orang salah tingkah melanggar 
tabu ndisiki kerso--mendahului kehendak (Ilahi). Contohnya, ada yang membagikan 
kartu pas 'Upacara Pemakaman' kepada wartawan, ada pula yang menyiapkan upacara 
militer pemakaman jenderal bintang lima lengkap dengan kehadiran panglima 
nasional didampingi ketiga kepala staf angkatan!"

      "Padahal, bisa saja yang terjadi seperti dalam semua sequel 'Die Hard!" 
timpal Parmin. "Dengan semangat hidup yang tinggi, Bruce Willis selalu lolos 
dari sergapan maut!" ***
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke