Senior Komando Jihad Berhasil Dibunuh Israel di West Bank Selamat sukses kita ucapkan kepada Israel atas keberhasilannya membunuh penjahat besar didunia ini yaitu Al Abidi pemimpin senior Komando Jihad Hammas.
Keberhasilan ini membuktikan kepada kita dan dunia bahwa Jihad Islam terus menerus akan dikejar sepanjang masa untuk membayar segala kejahatan2 yang telah diperbuatnya kepada semua korban2 manusia yang tidak berdosa. Kejahatan tidak akan bisa bebas meskipun kejahatan itu atas kewajiban dari Allah sekalipun. Mengatas namakan Arab Palestina sama sekali tidak ditanggapi dunia karena ARAB PALESTINA BUKANLAH BANGSA PALESTINA bahkan mereka inilah yang dalam sejarah memusnahkan bangsa Palestina karena dianggap menyembah berhala dewa Phillistine. Mereka adalah orang2 Arab yang datang mencari nafkah ke tanah Palestina yang pada akhirnya menjarahi dan membunuhi orang2 Palestina aseli. Sebagian besar orang2 Palestina dulu, sekarang ini sudah turun temurun convert menjadi umat Yahudi sehingga dinamakan orang2 Yahudi. Namun orang2 Yahudi ini juga dibunuhi dan dimusnahkan oleh pendatang/ penjajah Arab yang beragama Islam sehingga banyak yang melarikan diri keluar tanah Palestina ini. Namun dengan gigih pejuang2 kemerdekaan Yahudi ini berhasil mengambil kesempatan pada akhir perang dunia kedua dengan memerangi tentara Inggris yang membackingi bonekanya Raja Palestina yang adalah orang Arab Islam ini. Perjanjian damai akhirnya digelar, dan Inggris menyetujui tekanan PBB untuk mengadakan referendum yang adil sehingga berdirilah negara Israel yang Demokratis. Namun dengan bantuan Inggris secara rahasia, orang2 Arab Palestina melakukan pemberontakan bersenjata membunuhi dan menjarah orang2 Yahudi. Namun kesemuanya ini berhasil diatasi pemerintah baru Israel yang didukung penuh oleh rakyatnya. Waktu telah berlalu lebih dari 60 tahun dan Israel membuktikan dirinya berhasil memberi kemakmuran kepada bangsanya, menyumbangkan perdamaian sebagai pengabdian mereka kepada dunia Internasional dengan membuka perwakilan2nya diseluruh dunia. Hanya sebagian negara2 Islam saja yang masih mencoba untuk memusuhinya, namun sama sekali tidak ada artinya. Demikianlah, Arab Palestina yang adalah orang Arab yang bukan orang Palestina telah melakukan teror2 biadab kepada bangsa Israel yang cinta damai ini, namun sejarah telah membuktikan, kejahatan dimanapun akan gagal dan ditumpas melalui kerja sama diseluruh dunia. Sikap damai Israel inilah yang berhasil menyadarkan banyak negara yang sebelumnya membantu terorist Hammas ini akhirnya menghentikan bantuannya. Tumpasnya terrorist Hammas hanyalah masalah waktu karena operasi militer bukan pilihan Israel karena jauh lebih murah biayanya apabila dilakukan boikot total untuk seluruh wilayah Hammas yang sudah dipagar betis oleh pasukan Israel ini. Operasi2 Militer hanya dilakukan terbatas apabila ada serangan bersenjata dari pihak Hammas. Demikianlah serangan2 roket Hammas baru2 ini yang berusaha menarik perhatian dan simpati dunia dalam menembus blokade ekonomi ini mengalami kegagalan total bahkan harus dibayar sangat mahal dengan kematian pemimpin senior terorist ini sehingga makin melemahkan posisi terorist Hammas. Israel membalas serangan2 roket ini dengan serangan2 tank maupun pasukan Infantri yang bisa lebih selektif sasarannya katimbang tembakan2 roket yang menyebabkan terbunuhnya rakyat yang tidak berdosa. Dikabarkan banyak sekali korban2 yang jatuh dipihak Hammas. Semua pengikut Hammas yang mengangkat senjata dipastikan mati terbunuh oleh ulahnya sendiri. Kampanye Hammas yang menyatakan bahwa Israel membunuhi rakyat tidak berdosa telah gagal, dunia sudah tahu bahwa wilayah Gaza sudah tidak ada lagi rakyat yang tidak berdosa, karena kalo tidak berdosa tentunya sudah mengungsi ke West Bank yang berada dibawah kekuasaan Abbas. Gaza sudah merupakan wilayah pagar betis yang berisi terorist2 dan keluarganya, dan Israel tidak merencanakan pembunuhan massal kepada terrorist dan keluarganya, cukup memboikotnya sehingga mereka menyerahkan diri kepihak Abbas untuk menerima hukuman. Israel tidak berminat untuk menghancurkan Hammas karena biayanya terlalu besar, untuk apa mengeluarkan biaya besar menghancurkan Hammas untuk keuntungan Abbas ???? Biarkanlah Abbas saja yang menghancurkan Hammas dan membantainya sampai Habis, dan Israel cukup memboikot, memblokade, dan mempagar betis ruang gerak Hammas saja yang tentunya tidak banyak perlu mengeluarkan biaya. Apalagi dunia keseluruhannya sudah 100% menolak membantu Hammas. Usaha Hammas berkeliling dunia untuk meminta bantuan tidak berhasil alias zero. Situasi di Gaza makin mencekam bukan takut terhadap serangan Israel tetapi serangan rampok karena pengikut2 Hammas sudah tidak lagi terkendali, tidak ada gaji, tidak ada air, tidak ada makanan, satu2nya jalan yang masih terbuka adalah merampok rakyatnya sendiri dimalam hari untuk kemudian dipagi harinya menuduh agen2 Israel yang melakukannya. Gaza menjadi chaos, Hammas mata gelap, menyerang Israel dengan roket2 dan hasilnya pemimpin Hammas mati ditembak dikandangnya sendiri. Tidak ada listrik, tidak ada air, tidak ada lapangan kerja, tidak ada polisi, tidak ada makanan......... Pilihannya tidak banyak, mau mati kelaparan/kehausan, mati sakit tanpa bisa diobati, atau mati karena saling merampok antar sesamanya. Apakah Israel kejam ??? Sama sekali tidak, bangsa ini justru membela dirinya dari kekejaman. Hammas masih punya pilihan yang manusiawi, yaitu menyerahkan dirinya dan bersedia diadili oleh Abbas di West Bank untuk mempertanggung jawabkan terror2-nya dalam menggulingkan pemerintahan resmi Abbas yang diakui Internasional karena Abbas adalah presiden yang terpilih secara Demokratis. Berita lengkap aselinya bisa anda baca sendiri dibawah ini: http://www.chinadaily.com.cn/world/2008-01/16/content_6399178.htm Beritanya didapatkan dari kantor berita resmi Xinhua. Berita ini patut mendapatkan perhatian untuk bangsa Indonesia yang mayoritas Islam. Berita ini harus jadi pelajaran yang berharga untuk bagaimana seharusnya politik pemerintah dalam menegakkan HAM dan Demokrasi dimana nasib Hammas merupakan contoh yang tidak cocok untuk kita tiru. Ny. Muslim binti Muskitawati. Senior Islamic Jihad commander killed in West Bank (Xinhua) Updated: 2008-01-16 16:11 RAMALLAH -- Israeli army on Wednesday assassinated a senior Islamic Jihad commander near the West Bank city of Jenin and arrested four of his colleagues, security sources and witnesses said. According to residents, more than 60 Israeli army vehicles, backed by bulldozers, stormed Qabatia town, to the south of Jenin, and surrounded a house where Walid al-Abidi, 40, and his colleagues were holed up. Clashes sparked between the militants and the Israeli soldiers. The witnesses said that al-Abidi refused to surrender, opened the door of the house and came out to attack the soldiers who directly hit him. Two of al-Abidi's colleagues were injured and arrested alongside two unharmed gunmen. Al-Abidi is the leader of the al-Quds Brigades, the movement's armed wing, in the West Bank and he has been wanted by Israel since more than seven years ago. Meanwhile, the Israeli army detained 25 Palestinians from various West Bank cities, mainly Nablus, saying they were also wanted for participating in attacks against Israel. In the Gaza Strip, 19 Palestinians were killed on Tuesday during an Israeli army operation in eastern and northern Gaza City.
