Tidak banyak yang bisa dilakukan pemerintah apabila TKW dilakukan
tidak wajar di Arab Saudia.

Namun banyak yang bisa dilakukan pemerintah apabila ada umat beragama
seperti Kristen, Ahmadiah, Hindu Buddha, dan kepercayaan2 lain yang
diperlakukan tidak wajar oleh institusi pemerintah sendiri.

Janganlah kita memperlakukan manusia secara tidak wajar, apalagi
bangsa kita sendiri, padahal kita juga tidak suka kalo diperlakukan
tidak wajar oleh bangsa lainnya.

Bagaimana kita bisa berdamai dengan negara2 didunia kalo kita sendiri
tidak bisa berdamai dengan sesama bangsa sendiri???  tidak bisa
berdama dengan sesama umat Islam sendiri ???

Ny. Muslim binti Muskitawati.










--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> HARIAN ANALISA
> Edisi Kamis, 17 Januari 2008
> 
> Presiden: 
> Lakukan Protes jika TKI Diperlakukan Tak Wajar 
> Jakarta, (Analisa) 
> 
> Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Departemen Luar Negeri
(Deplu) melakukan protes melalui nota diplomatik apabila ada perlakuan
tidak wajar terhadap warga negara Indonesia di luar negeri, khususnya
para tenaga kerja Indonesia (TKI). 
> 
> "Apabila ada hal yang tidak wajar, kita protes, lakukan nota
diplomatik," katanya dalam jumpa pers usai sidang kabinet di Kantor
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) Jakarta, Rabu. 
> 
> Presiden juga meminta Deplu dan Depnakertrans untuk terus
berkomunikasi dengan keluarga TKI yang mempunyai masalah hukum di
tempat kerjanya di luar negeri. 
> 
> "Pastikan hak-hak mereka (TKI yang bermasalah di luar negeri-red)
diberikan. Keadilan harus bisa ditegakkan," katanya. 
> 
> Terkait dengan TKI di Arab Saudi bernama Yanti Irianti (35) yang
telah dihukum mati, Presiden mengaku telah menerima laporannya dari
Menakertrans mengenai langkah yang sudah dilakukan pemerintah. 
> 
> Mengenai keinginan agar jenazahnya dibawa ke Indonesia, menurut
Presiden, sesuai hukum di Arab Saudi, jenazah bisa diambil untuk
dibawa pulang (ke Indonesia-Red) jika pihak keluarga ingin membawanya. 
> 
> "Kita selalu melakukan langkah perlindungan, pembelaan kepada
saudara kita yang terlibat masalah hukum di mana mereka bekerja,"
katanya. 
> 
> Presiden mengatakan, dalam kasus Yanti, menurut hukum Arab Saudi,
apabila ada pemberian maaf dari pihak keluarga atau lembaga tertentu
maka hukuman bisa diubah, tetapi pemberian maaf ternyata tidak
diberikan sampai akhir sehingga dijatuhkan hukuman mati. 
> 
> Gagal Temui Presiden 
> 
> Sebelumnya, Gino, suami Yanti, bersama dua anaknya dan sejumlah
pengurus LSM "Migrant Care" gagal menemui Presiden Yudhoyono di Kantor
Depnakertrans. 
> 
> Mereka yang sudah menunggu sejak sidang dimulai sekitar pukul 12.00
WIB, harus meninggalkan gedung Depnakertrans sebelum jumpa pers
dimulai karena tidak mendapat izin dari aparat keamanan. 
> 
> Rapat kabinet tersebut diikuti Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah
menteri kabinet seperti Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian
Boediono, Menneg BUMN Sofjan Djalil, Kepala Bappenas Paskah Suzetta,
Menhut MS Kaban, Menkop UKM Suryadharma Ali, Mendiknas Bambang
Sudibyo, Mendagri Mardiyanto. 
> 
> Selain itu, Menlu Hassan Wirajuda, Menhub Jusman Sjafii Djamal,
Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto, Menteri PAN Taufik Effendi, Menpera
Yusuf Asyari, Meneng PDT Lukman Edy, Menakertrans Erman Soeparno,
Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mentan Anton
Apriyantono, dan Mensesneg Hatta Radjasa. 
> 
> Rapat itu juga dihadiri para pejabat eselon 1 Depnakertrans, Kepala
BNP2TKI Jumhur Hidayat, Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga, Direktur
Pelayanan Operasional PT Jamsostek Ahmad Anshori, dan sejumlah gubernur. 
> 
> Dalam rapat tersebut, Presiden menerima laporan mengenai kinerja
Depnakaertrans tahun 2007 dan rencana kerja pada 2008. 
> 
> Kemudian rapat membahas rumusan langkah-langkah terpadu, bersama,
baik pusat maupun daerah, yang menyangkut ketenagakerjaan dan
transmigrasi.
>


Kirim email ke