Senin, 24/03/2008 15:22 WIB

Pertumbuhan ekonomi-infrastruktur timpang
oleh : John Andhi Oktaveri



JAKARTA (Bisnis): Bank Dunia menilai Indonesia masih mengalami ketimpangan 
antara pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur sehingga dibutuhkan dana investasi 
yang sangat besar untuk menutupinya. 

Menurut Country Director Bank Dunia untuk Indonesia, Joachim von Almberg, 
pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini bisa mencapai 6% sampai 7,5%. Namun 
akibat diterpa krisis pada satu dekade lalu, pertumbuhan infrastruktur menjadi 
terhenti. 

"Pertumbuhan sektor infrastruktur tidak secepat pertumbuhan ekonomi. Masih 
banyak peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan investasi di sektor 
infrastruktur," kata Joachim seusai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla 
didampingi Vice President Bank Dunia untuk Asia Timur James Adams hari ini. 

Menurut dia, sejauh ini Bank Dunia terus menjaga komitmennya untuk bermitra 
dengan Indonesia untuk mendukung pembangunan sektor infrastruktur tersebut. 
Pertumbuhan ekonomi yang baik sangat tergantung dari pertumbuhan sektor 
infrastruktur. 

"Dibutuhkan ratusan juta dolar untuk investasi di sektor infrastruktur, bahkan 
jauh lebih besar lagi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi maupun potensi 
ekonomi lainnya," kata Adams pada acara konferensi pers bersama Almberg. 

Menurut dia, Bank Dunia selama ini selalu menyediakan pendanaan yang atraktif 
dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan harga pasar untuk berbagai sektor, 
termasuk sektor energi di samping sektor infrastruktur. 

"Makin banyak investasi di sektor infrastruktur akan mendorong bertumbuhan 
investasi dan lapangan kerja di samping akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan 
penurunan angka kemiskinan," tambahnya. (tw)


bisnis.com


URL : http://web.bisnis.com/keuangan/ekonomi-makro/1id50201.html 

© Copyright 1996-2008 PT Jurnalindo Aksara Grafika

<<logo-bisnis-small.jpg>>

Kirim email ke