Harian Analisa
Edisi Sabtu, 3 Mei 2008 

Warga Korban Lumpur Mengemis Massal Pasca Dihentikan Jatah Makanan 

Sidoarjo, (Analisa) 

Ratusan warga korban lumpur yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo 
Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak), Jumat melakukan aksi mengemis di sepanjang 
jalan Raya Porong, Sidoarjo, tepatnya di depan pintu masuk lokasi pengungsian 
Pasar Baru Porong (PBP). 

Aksi warga yang bertahan di Pasar Baru Porong (PBP) ini dilakukan menyikapi 
dihentikannya jatah makan mereka oleh Lapindo Brantas Inc terhitung per 1 Mei 
kemarin. 

Sulasmi, salah satu warga Pagar Rekontrak yang ikut mengemis mengatakan, aksi 
warga yang diikuti para bapak, ibu dan anak ini dilakukan sebagai upaya untuk 
mengetuk perhatian pihak LBI dan pemerintah untuk bertanggung jawab atas nasib 
mereka. 

"Kami ingin pihak terkait dalam hal ini Lapindo maupun Pemerintah untuk 
memperhatikan nasib kami yang sekarang ini tak bisa makan, setelah jatah makan 
yang sebelumnya diberikan Lapindo mulai kemarin distop," kata Sulasmi. 

Menurut dia, jika tak mengemis warga yang berjumlah 600 KK atau sekitar 2.000 
jiwa bisa kesulitan mempertahankan hidupnya. 

"Kalau tidak dengan mengemis, mana mungkin warga bisa makan dalam 
kesehariannya, apalagi sekarang ini banyak warga yang menganggur pasca 
melubernya lumpur dan menghilangkan mata pencaharian pekerjaan mereka," 
katanya. 

Menyinggung hingga kapan aksi ini dilakukan, ia mengatakan, akan dilakukannya 
sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 

"Kami akan berhenti aksi mengemis ini sampai ada pihak yang sanggup memberi 
makan kepada warga pengungsi ini," katanya. 

Pantauan di lapangan, warga yang melakukan aksi meminta-minta ini membawa 
kardus yang bertuliskan keprihatinannya, di antaranya: "Anakku butuh makan, 
Lapindo mana tanggung jawabmu? 

Aksi ini dilakukan secara bergantian, bagi warga yang lelah, bisa istirahat di 
emperan toko sepanjang jalan Raya Porong dan yang lama mengantre bisa 
menggantikan posisinya untuk turun ke jalan raya. 

Aksi warga ini juga mendapatkan penjagaan ketat dari aparat Kepolisian untuk 
mengantisipasi adanya aksi yang merembet pemblokiran jalan Raya Porong. 

Kirim email ke