Asal Njeplak. wapres kita ini memang lucu tapi membahayakan Coba hitung jika angka-angka itu kita jumlahkan 300 T untuk subsidi nenergi negara 320 T untuk Subsidi pangan 400 T untuk membayar hutang dan cicilan
Jumlahnya 1.020 T, artinya seluruh APBN ludes untuk subsidi dan bayar utang. Ini tidak rasional. saya ga habis fikir dari mana angka-angka itu didapat. Padahal maksud JK ingin meyakinkan untuk mengurangi subsidi, tetapi hiperbolanya menjadikan dia nampak sangat dungu. Menyedihkan punya wapres yang suka lawakan yang membahayakan bangsa 2008/7/22 Sunny <[EMAIL PROTECTED]>: > Refleksi: Memang harus foya-foya, sebab berfoya-foya adalah rejeki nomplok, > kalau tidak foya-foya lantas kena "stroke" atau "heart attack, tidak lagi > bisa menikmati kelezatan dunia atas biaya negara. Paling tidak yang tidak > mempunyai kesempatan foya-foya, hanya bisa ucapkan : "syukuralhamdullah ada > yang dapat berkat berfoya-foya". Dirgahayu NKRI! > > http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=2429 > > Senin, 21 Juli 2008 | BP > 45% Anggaran Untuk Foya-foya > > Denpasar (Bali Post) > APBN 2008 mencapai Rp 1.000 trilyun. Jumlah ini, merupakan yang tertinggi > dalam sejarah bangsa Indonesia. Namun, dari jumlah tersebut, 40 hingga 45 > persen di antaranya digunakan berfoya-foya. Padahal, jika mau berhemat, > sebenarnya bangsa ini bisa mengalihkan pengeluaran tersebut untuk tujuan > pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. > > Demikian disampaikan Wapres Jusuf Kalla pada hari terakhir pelaksanaan Munas > XIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Hotel Grand Hyatt, Nusa > Dua, Minggu (20/7) kemarin. Wapres merinci, dari anggaran Rp 1.000 trilyun > tersebut, subsidi energi negara mencapai Rp 300 trilyun. Sementara untuk > subsidi pangan jumlahnya Rp 320 trilyun. Pengeluaran lain sebesar Rp 400 > trilyun untuk membayar cicilan dan bunga dari utang negara. > > Anggaran yang diistilahkan Wapres digunakan untuk berfoya-foya tersebut, > menguap lewat knalpot kendaraan, makanan, energi listrik dan sebagainya. > Untuk itulah, lanjut Wapres, bangsa ini harus mulai sadar untuk melakukan > penghematan. Misalnya melalui program konversi minyak tanah (mitan), paling > tidak dalam tiga tahun ke depan, Indonesia bisa menghemat Rp 70 trilyun. > Melalui berbagai implikasi penghematan semacam itu, diperkirakan tahun 2010, > bangsa ini bisa memiliki sumber pendapatan baru yang jumlahnya bisa mencapai > Rp 200 trilyun. > > Jika hal tersebut bisa dilaksanakan dan dipertahankan, Wapres optimis, > anggaran negara bisa dialihkan untuk tujuan peningkatan berbagai program > pembangunan di segala bidang. Di mana dampak dari hal tersebut, paling tidak > tiap tahunnya akan dapat memacu kenaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia > sebesar tiga persen. > > Dalam pidatonya di depan anggota Hipmi, Wapres juga menyampaikan, kekuatan > ekonomi Indonesia kini lebih besar berada di luar Jawa. Hal tersebut > merupakan dampak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang makin merata. Untuk > itulah, Wapres berpesan kepada para pengusaha untuk bergerak bersama-sama > dalam upaya membangun kekuatan ekonomi daerah. (ded) >
