excellent .... bagus .. tepat n jelas .. aku jadi ngerti sekarang  thx ya ...

rgds
ivonne


--- On Tue, 7/22/08, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: CiKEAS> TEMEN2 .. ANAK HARAM ..?????
To: [email protected]
Date: Tuesday, July 22, 2008, 5:35 AM










    
            Dalam ajaran Islam, Anak Haram artinya adalah anak yang tidak

seharusnya lahir, tidak seharusnya dilahirkan, dan karena itulah,

disemua negara2 yang menegakkan Syariah Islam tidak pernah ada anak

haram karena semua anak haram yang lahir atau dilahirkan dikembalikan

kepada Allah !!!  Demikianlah, dalam syariah Islam anak haram tidak

diperkenankan untuk eksist karena bagaimana boleh eksist kalo ibu yang

melahirkannyapun sudah diwajibkan menghadap Allah untuk mempertanggung

jawabkan perbuatannya.  Logikanya, kalo ibunya harus dirajam sebelum

menghadap kepada Allah, tentu tidak memungkinkan si Anak dibolehkan

bisa hidup tanpa ibu yang menyusukan dan membesarkannya.  Sebaliknya,

keluarga2 Islam diharamkan untuk memelihara anak haram karena haram

hukumnya.



Di Indonesia yang mayoritas Islam juga mengharamkan anak haram, namun

karena Indonesia sudah menanda tangani Deklarasi HAM dari PBB, maka

anak2 haram tidak boleh dibunuh meskipun banyak yang dibunuh secara

diam2.  Tetapi Departement Agama telah menetapkan melalui UU, semua

anak2 Haram dalam akte kelahirannya harus dituliskan pada kolom nama

bapaknya yang bukan diisi nama sang bapak tetapi ditulis Anak Haram.



Sebenarnya, agama Kristen dan yahudi sama halnya dengan agama Islam,

yaitu mengharamkan anak haram meskipun Ibrahim sendiri membuat anak

haram dengan mensetubuhi pembantunya yang dalam agama Islam dan

Kristen justru tidak diharamkan.



Meskipun demikian, agama Yahudi dan Kristen sekarang sudah melarang

pembunuhan anak2 haram bahkan sekarang justru sebaliknya, anak2 haram

itu dipelihara dengan penuh kasih sayang.



Berbeda dengan agama Islam, umat Islam memelihara hukum2 Islam seperti

adanya dizaman dahulu kala sehingga pembunuhan anak2 haram dizaman

modern ini hanya dilakukan oleh negara2 berSyariah biadab ini. 

Meskipun negara2 Syariah juga menandatangani Deklarasi HAM, namun

pembunuhan anak2 haram ini tetap dilakukan secara diam2 dan tidak

dilaporkan dalam media sehingga tidak bisa dilakukan tindakan secara

Internasional.



Dalam negara Syariah, dilarang melakukan abortus, apabila ada seorang

wanita mengandung anak haram, prosedurnya adalah sang wanita dipenjara

dulu, setelah anaknya lahir, barulah ibunya dihukum rajam dan bayinya

kemudian dibunuh.  Jadi tidak boleh dibunuh selama masih dalam kandungan.



Syariah Islam sangatlah biadab, banyak umat Islam sendiri tidak

mengetahuinya, namun mereka yang mengetahuinya banyak yang menolak

praktek2 agama seperti ini dan menyangkalnya bahwa kekejian ini

sebagai ajaran Islam, sehingga praktek2 begini terus bisa berlangsung

dibawah perlindungan Syariah tanpa harus diumumkan kepada umat Islam

yang hanya memahami Islam diluarnya saja.  Kalopun ketahuan praktek2

seperti ini dan banyak umat Islam yang memprotesnya, biasanya

dituduhkan mereka2 itu tidak memahami ajaran Islam dan mengatakan

bahwa Islam tidak pernah membunuh bayi.  Padahal sebenarnya anak haram

atau bayi haram bukanlah dianggap bayi, bukan dianggap manusia.



Ny. Muslim binti Muskitawati.



--- In [EMAIL PROTECTED] com, IrwanK <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:

>

> Konon yang haram bukan anaknya.. tapi prosesnya.. :-(

> Jadi pertanyaan di bawah tidak perlu diteruskan..

> 

> AFAIK, tiap anak manusia dilahirkan suci.. peran ortu & lingkungan

> lah (tentu saja si anak itu sendiri) yang membentuk akan menjadi

> apa si anak kelak..

> 

> CMIIW..

> 

> -- 

> Wassalam,

> 

> Irwan.K

> "Better team works could lead us to better results"

> http://irwank. blogspot. com/

> 

> ---

> Pada 21 Juli 2008 14:05, vonny vitawati <[EMAIL PROTECTED] .> menulis:

> 

> >

> >

> > Temen2 .. aku tuh .. gi mikirin soal istilah ANAK HARAM .. ..

> > padahal .. gini ya .. kenapa harus disebut "anak haram ?" sementara

> > prosesnya sama .....lagian .. bibit nya juga sama .. kenapa yg

satu harus

> > disebut ANAK HARAM n yg laen ANAK SAH ? Apakah kita segitu hebat n

saktinya

> > dan juga segitu sucinya.. hingga bisa dan boleh mengatakan ini

anak haram ..

> > n itu anak sah .. siapa yg memberi kita hak ...? Bukankah tidak

adil anaknya

> > yang disebut ANAK HARAM..? dan memikul beban itu sepanjang

hidupnya ???

> > menjadi  bahan hinaan n di kucilkan ... ??? lalu perrnahkah kita

bertanya

> > didiri kita ..  APAKAH KITA LEBIH BAIK DR ANAK HARAM ITU ..?

> >

> >

> > rgds

> > ivonn

> >

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke