> "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Tidak ada anak haram, yang ada ialah anak yang
> lahir diluar pernikahan resmi. Istilah anak haram
> itu saya yakin salah sebab, menurut orang-orang
> pandai agama surgawi baahwa manusia adalah  mahluk
> ciptaan Sang Penguasa Surga Yang Maha Segala Baik..
> Jadi tidak mungkin Sang Penguasa Surga menciptakan
> manusia haram.
> 



Kalo ada pendeta yang pandai memutar balik kebiadaban ajaran2 agamanya
menjadi se-olah2 beradab, maka tidak pernah kita namakan sebagai orang
yang pandai agama, biasanya mereka dinamakan pendeta murtad.

Sama halnya, Gus Dur itu pun pandai memutar kebiadaban2 Islam menjadi
se-olah2 Islam itu agama yang beradab, dan akibatnya kita sama2 tahu,
dalam dunia Islam di Indonesia, Gus Dur itu dianggap kiyai murtad, dan
dia tidak lagi dianggap Islam dan darahnya halal ditumpahkan.  Itulah
sebabnya FPI memberi hadiah besar kepada siapapun yang bisa membunuh
Gus Dur.

Demikianlah, masih banyak umat Islam yang tidak mau atau menolak
mengharamkan anak2 haram, akibatnya dituduh Islam Liberal atau Islam
murtad yang bukan Islam sebenarnya melainkan menyesatkan ajaran2 Islam
yang sebenarnya.

Bagaimana seharusnya kita sendiri bersikap???

Gampang saja, anak2 haram tetap harus dianggap haram, yang salah bukan
anak haramnya tetapi ajaran agamanya.  Jadi untuk memperbaikinya
bukanlah memutar balik ajaran agamanya sehingga mana yang salah dan
mana yang benar jadi kabur.

Jadi kita tak perlu menggunakan dogma agama untuk menjadikan anak
haram menjadi se-olah2 tidak haram karena hal ini cuma mengundang
debat kusir yang berakhirnya cuma konflik saling membunuh.

Biarkanlah anak haram itu tetap diharamkan, selama Syariah Islam itu
kita tolak, kita larang, dan kita tumpas, maka anak2 haram itu tidak
lagi haram.  Karena Syariah Islam itulah yang harusnya diharamkan
sehingga anak haram tidak lagi diharamkan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke